
Reva masih sibuk dengan tugasnya, Faris tak memperdulikan apa yang di lakukan Istrinya. Faris memainkan ponselnya sambil memandangi wajah Cindy di layar ponselnya.
" Ngapain sih luu Ris, Cindy sudah punya suami dan luu juga sudah punya Istri batin Faris.
" Ahh... Kesal Faris sambil mengacak-acak rambutnya.
Reva yang melihat Faris kesal, Dia hanya tersenyum sinis.
" Tok...tok...tok...
" Faris, Reva ini mamah ucap Debora di balik pintu.
Reva langsung membukakan pintu kamarnya, Debora sudah berdiri di depan pintu. Mamahnya langsung masuk saja tanpa di suruh. Debora duduk di ranjang bersebelahan dengan Faris.
" Ish.. Mamah maen masuk saja! kesal Faris.
" Mamah punya ramuan ampuh, agar Reva cepat hamil bisik Debora.
" Apaan sih mah, Reva lagi datang bulan! ucap Faris.
" Berarti kalian belum malam pertama ucap Debora.
" Belum mah" muka Faris berubah merah karna malu, " dah ah,, Oya mah Faris sudah beli rumah ucap Faris.
" Ya sudah, nanti mamah urus acara pindahan rumah ucap Debora sambil melangkah keluar kamar.
" Turun, kita makan malam bersama Ucap Debora.
Reva menutup laptopnya, Keduanya keluar kamar. Semua keluarga sudah berada di meja makan, Debora juga memanggil Andrea untuk makan malam bersama. Mata Reva tertuju ke Uki, semenjak menikah Reva belum bertemu Uki, mungkin karna Uki senggaja menyembunyikan diri.
__ADS_1
" Om, Uki ko ada disini ucap Reva pelan.
" Uki adik sepupuku ucap Faris.
Semua sudah duduk di tempatnya masing- masing, Reva mengambilkan makanan untuk suaminya, Dia nggak mau nanti kakek sedih.
Uki yang melihat pemandangan pengantin baru agak kesal.
" Mah, Uki ke kamar dulu ucap Uki kesal.
" Kamu kenapa Sayang? tanya Debora.
" Masih kenyang mah, jawab Uki kemudian meninggalkan meja makan.
" Om Uki kenapa lagi! tanya Reva pelan.
" Nggak tau! jawab Faris.
Malam semakin dingin, kakek sudah pulang kerumah. Reva dan Faris sudah di dalam kamar. Reva melanjutkan tugas kuliahnya, sedangkan Faris memainkan ponselnya.
" Pengin ke kamar mandi batin Reva.
Reva langsung berlari memasuki kamar mandi.
Bruuukkkk...
Reva terpeleset dan terjatuh di pelukan Faris yang habis keluar dari kamar mandi.
" Maaf Om nggak senggaja ucap Reva.
__ADS_1
" Makannya kalau jalan pake mata! ucap Faris ketus.
" Gila badan Faris kaya roti sobek saja batin Reva.
Faris memang kalau tidur tidak suka pakai baju dan Reva memandangi tubuh Faris terus menerus.
" Nggak usah liatin terus! ucap Faris sambil menyentil kepala Reva.
" Iihh sakit tau Om ucap Reva sambil memegangi Dahi.
Reva masuk ke kamar mandi, setelah selesai dengan hajatnya. Reva duduk di depan laptopnya kembali.
" Sudah malam, bisa besok lagi kan! Tegur Faris.
" Iyah Om jawab Reva.
Reva mematikan laptopnya dan menganti pakaian menjadi baju tidur. Mereka tidur satu ranjang di batasi dengan guling.
" Aku nggak mau tidur di sofa, tubuhku sakit semuanya ucap Faris.
" Jangan macam- macam looh Om ucap Reva.
" Emangnya kenapa kalau aku macam-macam, Kamu kan istriku tegas Faris sambil tersenyum nakal.
" Sudah lah, aku mau tidur ucap Reva kesal.
Reva memejamkan matanya, Faris masih belum bisa tertidur. Dia memandangi wajah Reva yang polos. Memang Reva tak secantik Cindy, tapi kalau di liatin Reva lebih manis.
" Ngapain harus mikirin Cindy, Aku akan buat Cindy menyesal ucap Faris.
__ADS_1
Malam semakin larut. Faris kemudian perlahan memejamkan matanya. Suasana tenang di malam hari dan guyur hujan. Membuat semua orang tertidur dengan nyenyak.