
" Masakan kamu memang enak sayang, selain masakan mamah masakan kamu top banget" puji Faris.
Reva bahagia saat suaminya memuji masakannya, memang dari dulu Faris sudah cocok sama masakan buatan Reva.
Piring kotor sudah di bersihkan bi Sumi, Zain juga sudah bersama Reva.
" Udah malam, kalian istirahat saja" pinta Reva.
Hampir jam 10 malam Faris, Reva dan Zain duduk di ruang telivisi. Tumben hari ini Zain belum tidur, ia masih sibuk bermain mainan untuk perangsang tumbuh gigi.
" Masuk kamar Yuk yank" ajak Faris.
Mereka akhirnya masuk kamar, sebelum Faris menguasai dirinya, lebih baik Reva menidurkan Zain dahulu.
Zain masih ketawa bersama papahnya, ntah kenapa Zain nggak mau tidur.
" Zain bobo yah, gantian donk papah mau main sama mamah" celoteh Faris mengajak ngobrol anaknya. Reva hanya tersenyum melihat tingkah Faris.
" Ba-ba-ba " celoteh Zain terus mengigit mainan.
Jam terus bergerak, sudah hampir jam 12 malam tapi Zain nggak tidur-tidur.
" Tumben banget anak mamah belum mau tidur" ucap Reva sambil mengendong Zain.
Reva menimang baby Zain, setelah setengah jam akhirnya tertidur pulas. Reva menidurkan baby Zain ke dalam box baby.
__ADS_1
" Hooaaaammm" Reva terus saja menguap.
" Ayo sayang" ajak Faris.
" Aku mengantuk mas, pagi-pagi saja yah mas" guman Reva kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang dalam sekejap Reva sudah tertidur pulas.
" Bagaimana Nasib si Otong" guman Faris memijat pelipisnya dengan pelan.
Faris akhirnya tidur di sebelah Reva, sambil memeluk dirinya yang sudah pulas.
*********
Suara adzan subuh berkumandang Reva sudah bangun begitu juga Zain yang meminta minum Asi, sebelum mandi Reva memberikan Asi eksklusif nya untuk Zain, agar baby Zain tertidur kembali. Setelah sudah bobo, Reva menidurkan kembali dalam box baby. Reva masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa menit ia masih melihat Faris yang belum sadar dari mimpi indah. Langkah kaki Reva berjalan menuju ranjang yang berukuran besar.
" Mas bangun" ucap Reva sambil menggoyangkan tubuh Faris.
Faris membuka matanya, melihat Reva yang sedang sibuk menciumi dirinya.
" Ayo mas bangun" ucap Reva, bukanya bangun tapi Faris menarik tangan Reva dalam pelukannya, Faris mencium bibir Reva dengan lembut.
Mereka akhirnya melepaskan ciumannya, nafas Reva sudah memburu tak karuan.
" Apaan sih mas, ayo bangun terus sholat" ucap Reva sambil mengerutkan bibirnya.
Faris terbangun ia segera mandi sedangkan Reva menyiapkan pakaian dan sajadah untuk sholat berjamaah. Faris sudah keluar dari kamar mandi, Reva segera mengambil air wudhu. Setelah melaksanakan kewajibannya, mereka duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
" Sayang, ayo kita lanjutkan yang tadi" ajak Faris sambil mengedipkan mata menggoda.
Reva yang tidak mau menolak ajakan suaminya, ia mengangguk tanda mau.
Saling memandang, Faris langsung ******* bibir mungil Reva. Pertempuran panas pun terjadi di pagi hari, di tambah hujan di pagi hari yang membuat gairah mereka bertambah besar.
" lelah mas" ucap Reva sambil merebahkan tubuhnya dengan di tutup selimut tebal.
" Makasih sayang" guman Faris mencium kening Reva.
Setelah beristirahat, mereka masuk ke kamar mandi untuk mandi wajib. Baby Zain juga masih tidur.
Mereka sudah rapi, Reva harus berangkat kuliah dan Faris berangkat ke kantor.
Zain di angkat Reva, dan menitipkan ke Siti, setelah sarapan Reva dan Faris berangkat bersamaan.
" Mamah sama papah berangkat dulu yah sayang" pamit Reva yang terus menciumi Zain secara bergantian.
Kemungkinan ospek akan berakhir besok pagi, ini hari ke dua ospek.
Mobil sudah melaju melewati gerbang rumah menuju kampus dimana Reva menimba ilmu. Sesampainya di kampus, Reva yang masih di dalam mobil berpamitan ke Faris tak lupa Faris mencium kening Reva.
" Mas kalau sudah sampai kantor kabari yah" pesan Reva.
" Iyah sayang" jawab Faris.
__ADS_1
Reva turun dari mobil dan meninggalkan mobil Faris yang sudah mulai jalan menjauhi Reva.