Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 101


__ADS_3

" Hay reva" sapa wati yang kebetulan baru datang.


" Di Anter siapa? tanya Wati.


" Pasti sama pacarnya yah" ucap Wati yang terus berbicara, Reva hanya menanggapi Wati dengan anggukan.


Mereka para junior berdiri di lapangan, mengikuti ospek selanjutnya. Ospek berjalan lancar kali ini, semua mengikuti tanpa adanya kekerasan. Reva sangat happy mendapat teman baru.


" Aw.." pekik Reva kesakitan.


" Kamu kenapa va? tanya Wati yang mulai khawatir.


" Nggak papa ko wat" ujar Reva menenangkan diri, keringat dingin mulai membasahi wajah Reva. Wati pun mulai panik melihat keadaan Reva.


" Kak" panggil Wati sambil mengacungkan tangannya.


" Iyah ada apa" jawab Dito sambil melangkah ke Wati dan Reva berdiri.


Bruukk


" Reva" teriak Wati panik.


Dito langsung mengendong Reva ke UKS, Wati mengikuti langkah dito.


" Bu Marya" panggil Dito ketika ia sudah memasuki ruang UKS. Bu Marya dokter khusus di kampus ini.

__ADS_1


Dito meletakan Reva di ranjang UKS, Wati membantu mencopoti sepatu dan kancing baju agar lebih longgar. Bu Marya mulai melumuri minyak kayu putih di tubuh dan hidung Reva. Setelah beberapa menit akhirnya Reva terbangun.


" Aku dimana wat?" tanya Reva pelan, ia masih membaringkan tubuhnya di ranjang UKS.


" Kamu di UKS va, tadi kamu pingsan" ucap Wati jujur, di sana juga masih ada Dito yang setia menunggu juniornya sadar.


Dito pun berpamitan untuk kembali ke lapangan dan Wati yang menjaga Reva.


" kamu nggak va, tadi kak Dito yang gendong kamu tau, duh jadi iri pengin di gendong orang ganteng kaya kak Dito" guman Wati yang matanya berbinar membayangkan dirinya di gendong Dito sang ketua senat.


*******


" Gimana Dit si anak manja" ujar Mita yang nggak suka Dito mengendong Reva.


" Iyah lah, baru segitu saja sudah pingsan" ketus Mita.


" Lagian lu, anak orang di suruh lari di lapangan mana panas, gara-gara masalah sepele saja" ucap Dito penuh penekanan.


Mita sebenarnya menyukai Dito dari dulu, tapi semenjak Dito memandang Reva terus menerus dia jadi kesal dan mengerjai Reva.


Reva masih tiduran di UKS, Kedua gunung Reva merasa sakit, mungkin karena Baby Zain nggak meminum ASI.


" Wat, bisa tinggalkan saya sendiri" ucap Reva pelan, dia nggak mau menyinggung perasaan Wati yang dari tadi menjaganya.


" Ya sudah kalau kamu mau istirahat, kalau butuh aku tinggal telfon yah" ucap Wati santai.

__ADS_1


" Tapi aku kan nggak punya no kamu wat, boleh deh aku minta" ucap Reva sambil menyodorkan ponselnya ke Wati, Wati kemudian menulis no ponselnya dan di berikan ke Reva.


Wati meninggalnya Reva sendirian, untung saja wati tadi membawa tas Reva.


Reva segera memompa Asi, kiri kana Reva pompa semuanya dan di masukan ke dalam kantong Asi serta di beri label. Reva kebingungan harus menaruh asinya dimana.


" Ekhmmm" Bu Marya berdehem dan mendekatkan diri ke Reva.


" lebih baik taruh di kulkas UKS saja" ujar Bu Marya.


" Emang boleh Bu" ucap Reva.


" Boleh, nanti kalau pulang tinggal di ambil saja" ujar Bu Marya lembut dan santai.


" Terimakasih Bu" ucap Reva.


Reva akhirnya menceritakan ke Bu Marya, kalau dirinya sudah mempunyai anak dan suami, sebenarnya nggak masalah kalau sudah punya anak, tapi kebanyakan yang kuliah di kampus Universitas Gunadarma singel atau masih sendiri.


Setelah berbincang dengan Bu Marya, Reva kembali ke lapangan untuk mengikuti ospek.


" kamu sudah nggak papa dek?" tanya Dito pelan.


" Sudah membaik kak, terimakasih sudah bantuin Reva kak" ucap Reva sambil menundukkan badannya pelan, ia tersenyum kepada Dito dan Dito pun membalas senyuman manis Reva.


Dari kejauhan dua pasang mata memandang ke arah Dito dan Reva yang sedang berbicara, tangannya mengepal.

__ADS_1


__ADS_2