
Seminggu kemudian, Reva dan Faris sudah pindah rumah. Semua keluarga berkumpul bersama, Reva dan Faris mengadakan syukuran pindah rumah.
Semua tamu undangan sudah meninggalkan kediaman Reva dan Faris. Kini tinggal Reva dan Faris dirumah barunya. Reva tidak mau ada pelayan di rumahnya. Dia membersihkan sendirian seisi rumah, Faris juga ikut membantu.
" Sayang, Mas dah cape! ucap Faris manja.
Reva sontak kaget mendengar panggilan Faris, Dia merasa geli-geli gimana gitu.
" Om kepalanya kejedor tembok yah! Ejek Reva sambil tertawa geli.
" Jangan panggil Om donk, panggil Sayang juga atau bisa panggil Pipih, Apih, Abi, Mas atau yang lain goda Faris tersenyum sumpringah.
" Gelay ucap Reva spontan bulu kuduknya merinding.
Selesai membereskan rumah, keduanya langsung istirahat. Reva takut akan tingkah Faris, Dia memutuskan untuk tidur beda kamar.
" Anakku kenapa kau tidur sendirian, tidurlah bersama suamimu sayang, jadilah istri yang baik, penurut, penyayang dan setia terhadap suami. Temani dia di saat susah maupun senang, sehat ataupun sakit"
" Ibu teriak Reva.
" Teryata mimpi guman Reva.
Reva melihat jam teryata sudah Subuh, Ia bangun dari tidurnya. Kemudian berjalan menuju kamar mandi. Selesai mandi dan melaksanakan kewajibanya. Reva menuruni anak tangga, Dia melihat seisi rumah masih terlihat rapi. Reva menuju dapur, tapi masih kosong tak ada bahan makanan.
Akhirnya Reva duduk di sofa terrenung sambil memikirkan mimpi semalam.
" Terimakasih bu, sudah mengingatkan Reva agar jadi istri sholekha walaupun lewat mimpi guman Reva sambil menitihkan air mata.
__ADS_1
Jam terus berdetak, sudah menujukan pukul 05.30 tapi Faris tak kunjung bangun. Reva menaiki anak tangga dan masuk ke kamar utama. Reva mendekati ranjang, Faris masih tertidur dengan lelap.
" Om...Om..bangun Om..sudah siang, Om nggak ke kantor ucap Reva sambil menggoyangkan tubuh Faris.
" Ehmmmm jawab Faris dengan suara khas bangun tidur.
" Omku sayang bangun donk ucap Reva manja bulu kuduknya merinding sendiri.
Faris yang mendengar Reva memanggil kata sayang, Dia langsung terbangun dan mencium bibir mungil Reva. Reva sontak kaget atas perlakuan Faris yang membuat dirinya jantungan setengah mati.
Nafasnya tak beraturan,Reva kemudian mengigit Faris.
" Aauuuuu sakit tau ucap Faris sambil memegang bibirnya.
" Abis Om main nyruduk saja kaya banteng ucap Reva malu.
" Mba nasi kuning dua bungkus ucap Reva.
" Reva ucap Putri yang teryata dia penjual nasi bungkus.
" Kamu jualan nasi Put? tanya Reva.
" Iyah Va, buat tambahan bayar Kos'an sama biaya hidup ucap Putri sedih.
" Oya kamu ngapain disini Va? tanya Putri.
" Oh aku tinggal di sekitaran sini Put, kapan- kapan kamu boleh main deh di rumahku ucap Reva.
__ADS_1
Setelah membayar, Reva meninggalkan Putri. Sampai dirumah Faris sudah rapi dan bersiap ke Kantor.
" Om sarapan dulu ucap Reva yang sudah menyiapkan makanan beserta teh manis.
" Sayang, jangan panggil Om donk, kalau kamu panggil Om. Aku bakalan hukum kamu ucap Faris tersenyum.
" Halaaahh paling hukumannya kecil ucap Reva.
" Om..Om..Om..Om ledek Reva sambil tertawa.
Tanpa basa basi, Faris mencium bibir mungil Reva kembali.
" Hmmm...hmmm ucap Reva yang tak bisa berbicara karna bibir mereka berdua saling beradu.
Faris mencium bibir Reva, kemudian bibir Faris menjelajahi leher Reva yang jenjang. Dia memberikan tanda merah di leher Reva.
" Mas teriak Reva.
" Makannya kalau di bilangin itu yang nurut sama suami ucap Faris bahagia.
Mereka berdua sarapan bersama, selesai sarapan Reva mengantar Faris ke depan rumah. Reva mencium punggung tangan Faris yang hendak bekerja. Kemudian Faris memberikan black card.
" Untuk apa mas? tanya Reva.
" Kamu belanja keperluan dapur dan keperluan lainnya. Nanti Mas menyuruh supir untuk mengantar kamu ke Supermarket ucap Faris.
Faris sudah masuk kedalam mobil, Mobil melaju pelan melewati pagar dan melesat jauh ke jalanan.
__ADS_1