Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 81


__ADS_3

Di rumah Sakit


" Sayang makan dulu", pinta Faris sambil menyuapi Reva yang masih terkulai lemas di ranjang.


Faris menyuapi Reva sesendok demi sendok ke mulut Reva sampai makanan habis dan Faris pun ikut makan. Selesai makan, Reva duduk sebentar dan matanya mulai terpejam karena begitu melelahkan seperti berjalan di Padang pasir.


Faris duduk sambil mengotak-atik ponselnya, di menginformasikan pada asistennya untuk hari ini Faris nggak berangkat ke kantor.


" Selamat Pak Bos atas kelahiran putra pertamanya" isi pesan Bayu Asisten pribadi Faris.


Faris tersenyum dan meletakan ponselnya kembali di saku celana, Ia mendekati istrinya yang sedang tertidur pulas.


" Terimakasih sayang, sudah memberikan seorang putra yang lucu", ucap Faris sambil mengelus rambut Reva dan mencium kening Reva yang masih tertidur.


Hari semakin siang, baby Z sudah di antar ke ruang Reva dan Faris berada. Reva sudah terbangun dan langsung mengendong bayi mungilnya.


" Mas, anak kita lucu banget gemes", guman Reva sambil menciumi baby Z.


Faris juga mengundang Fotografer untuk mengabadikan baby Z. Baby Z menggunakan baju yang lucu-lucu seperti orang mau ke kantor, pakai baju Arabic, baju pelaut, baju TNI dan lainnya.


Setelah beberapa jam baby Z menjadi model, kini ia harus istirahat. Keadaan ruangan Reva juga sudah mulai sepi hanya Reva, Faris dan baby Z.


" Mas, kamu sudah menghubungi papah sama mamah? tanya Reva.


" Sudah yank, tadi mas nelfon lagi tapi nomor ponsel mamah dan papah nggak aktif", jawab Faris khawatir.

__ADS_1


" Ah mungkin mamah sama papah sedang sibuk mas, nanti kita hubungi lagi", monolog Reva.


Faris merebahkan tubuhnya di sofa, matanya sudah nggak kuat dari semalam nggak tidur. Baru sebentar Faris rebahan langsung pulas.


Reva hanya tersenyum melihat suaminya yang tertidur pulas.


Baby Z sangat nyaman di dekap yang ibu, beberapa jam sekali Reva memberikan Asi untuk Baby Z.


Berat Badan Baby Z, 3100gr panjang 50cm.


Semuanya sehat tanpa kurang suatu apapun.


********


Debora dan Fernandez berjalan keluar area Bandara, Supir pribadi sudah menunggu di pintu keluar.


" Silahkan Nyonya, Tuan", sapa Edi ramah dan membukakan pintu mobil.


Barang sudah ditaruh di bagasi mobil, mobil melaju keluar area Bandara.


" Kita mau ke rumah sakit atau langsung ke rumah Tuan", tanya Edi.


" Kita ke Rumah saja pak", jawab Fernandez tegas.


Sekitar satu jam, akhirnya Nyonya besar dan Tuan besar sudah berada di dalam rumah.

__ADS_1


" Pah, kenapa kita nggak kerumah sakit saja? tanya Debora.


" Jangan mah, kita siapkan saja di rumah untuk menyambut kedatangan cucu pertama kita. Kita hiasi rumah ini, bagaimana menurut mamah? ucap Fernandez.


" Bagus juga ide papah", ucap Debora bahagia.


Mereka masuk ke kamar, untuk istirahat sebentar. Tak lupa Debora menyuruh Art untuk membeli beberapa peralatan dan belanja untuk menyambut cucu pertamanya. Debora juga belum tau nama cucu pertamanya, dia cuman tau Baby Z.


Setelah istirahat, Debora keluar kamar. Debora dan Fernandez menyuruh Art untuk menghiasi ruang tamu. Kali ini Debora ingin dia yang menghiasi ruang tamu.


Sampai Jam 9 malam, akhirnya dekor untuk ruang tamu penyambutan baby Z selesai.


Para ART, kembali untuk istirahat karena besok pagi mereka harus menyiapkan masakan untuk menyambut baby Z dan para keluarga yang akan menghadiri.


Malam makin larut, Debora membuka handphone yang baru di aktifkan. Beberapa panggilan masuk dari Reva dan Faris.


" Halo", ucap Debora.


" Halo, mamah kemana saja, dari tadi siang Faris menelfon mamah dan papah malah nggak aktif", ucap Faris cemberut.


" Maaf ya anak mamah, mamah sama papah lagi sibuk", ucap Debora.


" Mamah nggak ingin apa! vcall baby Z",


" Besok saja sayang, mamah sama papah lgi sibuk", ucap Debora sambil menahan tawa sedikit.

__ADS_1


__ADS_2