
Malam semakin dingin, Bulan Purnama malam ini begitu indah. Faris dan Reva memutuskan untuk duduk di teras sambil minum teh.
" Mas sebentar lagi baby utun mau keluar, apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita? tanya Reva pelan.
" Sudah sayang, Baby Z sini" Ucap Faris sambil membisikan nama di telinga Reva.
Reva tersenyum dan mengangguk kalau dia suka nama yang di berikan Faris.
Jam terus bergerak, mereka bercanda tawa sampai lupa sudah semakin malam.
" Sayang masuk yuk", ajak Faris sambil mengandeng tangan Reva masuk kedalam kamar.
Reva mengenakan baju tidur berupa daster, pakaian ternyaman pas hamil dan pas rebahan di rumah.
" Sayang, pakai itu", pinta Faris tangannya menuju lingerie seksi.
" Mas, mana cukup, liat lah anakmu di dalam perutku sudah semakin membesar" rengek Reva.
" Coba lah sayang" pinta Faris memohon.
" Nggak mau mas, yang ada aku kaya lepet, tunggu sampai aku lahiran mas", guman Reva.
Faris pun menuruti istrinya, Faris mendudukkan Reva di pinggir ranjang. Tangannya mulai mengelus dengan lembut pipi Reva yang kelihatan berisi. Bibir mereka semakin dekat dan Faris langsung melahap bibir mungil Reva.
Sudah beberapa bulan Faris menahan hasratnya untuk menyentuh Reva.
__ADS_1
Faris terus ******* bibir Reva, mereka bertukar Slavina. Aroma vanila Reva memang candu buat Faris.
Faris terus menciumi leher Reva, memberikan tanda merah di lehernya.
" Aaaakkhh... ******* lembur Reva membuat gairah untuk Faris.
Tangan Faris tak tinggal diam, ia mulai membuka kancing daster milik Reva. Remasan demi remasan di kedua gunung Reva.
" Mas pelan-pelan" ucap Reva serak yang terus menginginkan lebih dari ini.
Kini daster Reva sudah terlempar ke sembarang arah, bra gunung Reva pun terlepas juga.
Faris membuka kain segitiga Reva, ia mulai memasukan miliknya ke Reva. mereka melakukan dengan posisi yang di anjurkan dokter kandungan.
Reva dan Faris sudah keluar beberapa kali, membuat perut Reva sakit.
Faris segera menghentikan aksinya, ia mengendong Reva ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
" Mas aku kaya mau pipis" guman Reva pelan.
" Perutnya gimana sayang, apa masih sakit? tanya Faris pelan.
" Rasa sakitnya hilang dan beberapa menit datang lagi mas, guman Reva meringgis kesakitan.
" Ya sudah pakai baju dulu, kita langsung ke rumah sakit, takut kamu kenapa-kenapa sayang" ucap Faris khawatir.
__ADS_1
Faris langsung mengambil tas yang sudah di sediakan Reva beberapa hari yang lalu. Reva kemudian melangkah ke kamar mandi karena rasanya ingin pipis kembali.
" Aaaaa Maasss....", Teriak Reva ketakutan.
Faris langsung berlari ke kamar mandi, untuk mengecek keadaan istrinya.
" Sayang kamu kenapa?? Tanya Faris khawatir.
" Ada darah di celana dalamku mas", ucap Reva ketakutan.
Faris mengendong Reva keluar dari kamar mandi, ia membawa Reva ke masuk mobil.
" Kamu tunggu disini sayang", ucap Faris panik.
Para ART yang mendengar jeritan Reva, akhirnya terbangun dari tidurnya. Beberapa Art menyiapkan semuanya dan di masukan ke mobil.
" Kalian jaga rumah, saya mau ke rumah sakit, ucap Faris.
Gerbang rumah sudah terbuka, Faris langsung melajukan mobilnya dengan cepat,, Reva mulai kesakitan.
" Mas cepat mas, aku sudah nggak kuat lagi ", rengek Reva sambil menanggis.
" Sabar ya sayang, sebentar lagi sampai rumah sakit" Ucap Faris penuh ke khawatiran.
Mobil langsung masuk ke halaman UGD, di bantu beberapa perawat.
__ADS_1
Dokter jaga mengecek kondisi Reva, yang teryata sudah pembukaan tiga.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, Faris setia menemani Reva yang kesakitan.