
Menunggu pesanan Faris kembali kedalam mobil, ia duduk sambil melihat Zain yang sedang minum susu.
Setelah 30 menit, akhirnya pesanan telah selesai, Faris mengambil semua pesanan dan membayarnya.
Mobil kembali melaju ke jalanan, suasana sendakala menyelimuti langit yang sudah mendung, Suara adzan berkumandang saat Faris dan Reva masih di jalan.
Mobil masuk ke dalam garasi, mereka bertiga masuk ke dalam rumah secara bersamaan mereka masuk ke dalam rumah hujan turun begitu lebat.
" Alhamdulillah kita sudah sampai rumah" guman Reva.
" Bi Sumi" panggil Faris.
Sumi langsung menghadap ke majikannya.
" Bibi masak nggak hari ini?tanya Faris.
" Nggak tuan, soalnya tadi non Reva berpesan saya masak buat para ART saja" ucap Sumi sopan.
" Ya sudah, ini ada dua plastik seafood yang satu buat kalian dan yang satu buat saya dan Reva" perintah Faris ia memberikan dua kanton plastik isinya sama.
" Terimakasih tuan" ucap Sumi sopan.
Paper bag belanjaan Reva di masukan ke dalam kamar. Baby Zain yang terlelap tidur, Reva tidurkan Zain ke box bayi. Kemudian Reva masuk ke kamar mandi, ia ingin mandi air hangat yang membuat tubuhnya rileks. Setelah selesai mandi kini bergantian dengan Faris.
Reva segera memakai baju, tubuhnya ia rebahkan di ranjang ukuran size king.
" Uuuhhh rasanya nyaman sekali rebahan" guman Reva sambil menggerakkan tangan dan kakinya.
Faris keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk yang dililit area pinggang ke bawah. Rambut yang masih basah menjadikan aura seksinya terlihat jelas di mata Reva. Mata Reva tak berkedip melihat suaminya yang begitu mempesona, Slavinanya Iya telan begitu kasar.
" Pengin yah sayang" goda Faris sambil mengedipkan matanya genit.
" Ih apa'an sih mas" ucap Reva malu, pipinya merah merona seperti habis di tonjok up salah maksudnya seperti kepiting rebus.
" Kalau pengin ayolah sini sayang, biarkan mas kasih kehangatan yang full" genit Faris sambil tertawa.
__ADS_1
" Sana pakai baju mas" ucap Reva melempar bantal ke muka Faris.
Daripada di godain Faris lebih baik Reva keluar kamar. Reva ke dapur melihat bi Sumi, Siti dan art lainya sedang bersenda gurau dan minum teh di malam yang hujan.
" Eh non Reva, ada yang bisa bi Sumi bantu? tanya Sumi yang melihat kehadiran Reva.
" Bi tolong bikinin teh donk sama bikin pisang goreng yah bi" pinta Reva kemudian ia berjalan menuju ruang keluarga.
Faris mendekati Reva yang sedang menikmati teh hangat dan pisang goreng.
**************
Apartemen Bayu.
" Permisi" suara ketukan pintu dari luar.
Bayu segera berlari dan membukakan pintu untuk tamu.
" Ratih" guman Bayu, Bayu mempersilahkan masuk dan duduk.
" Ya sudah, sebentar mas bikinin teh dulu, biar badan kamu anget" ucap Bayu.
Bayu berjalan menuju dapur, ia membuatkan teh hangat untuk Ratih.
" Maaf dek, cuman ada teh hangat saja atau mau mas bikinkan mie rebus" tawar Bayu.
" Nggak usah mas, Ratih sudah kenyang" ucap Ratih.
Baju Ratih terlihat basah, kaos putih dan celana jeans ketat serta rambut yang terurai basah.
" Baju kamu basah dek, mau pakai baju mas? tawar Bayu, ia tak tahan melihat lekuk tubuh Ratih dan baju putih yang terkena air hujan membuat bra warna merah terlihat jelas di mata Bayu.
" Nggak usah mas" tolak Ratih.
" Nanti kamu masuk angin dek, sebentar mas ambilkan dulu" ucap Bayu.
__ADS_1
Bayu mengambilkan baju yang menurutnya paling kecil.
" Ah ini saja" guman Bayu sambil membawa baju lengan panjang.
Bayu memberikan baju tersebut, Ratih kemudian berdiri dan berjalan menuju toilet untuk berganti baju. Bayu berkali-kali meneguk Slavinanya saat melihat tubuh Ratih yang sempurna.
" Duh, jangan mesum Bayu, ingat dosa" guman Bayu menguatkan hati.
Ratih sudah berada dalam ruang tamu, ia duduk malu-malu di hadapan Bayu.
" Kamu gimana kabarnya dek? tanya Bayu.
" Baik mas, Alhamdulillah Oya makasih sudah mencarikan Ratih kos.
" Pekerjaanmu bagaimana? lancar?.
" Lancar mas, kaya jalan tol lurus terus" Ratih sambil tersenyum untuk mencairkan suasana.
" Harus dengan cara mendekati Bayu, agar aku bisa bolak balik ke kantor mas Fariz pujaan hati" batin Ratih tersenyum bahagia.
" Oya dek, nanti pulangnya mas antar yah? ajak Bayu sambil tersenyum.
" Iyah mas, tapi nggak merepotkan mas Bayu kan" ucap Ratih.
" Nggak ko dek" ucap Bayu.
Ratih setelah mendapat kos, dia los kontak dengan Bayu. Bayu pun malu meminta no ponselnya.
" mas boleh minta no hpnya" ucap Ratih.
" Boleh dek" balas Bayu dan memberikan no ponselnya ke Ratih.
" Akhirnya bakalan punya no dek Ratih, mau minta di bapaknya malu" batin Bayu kegirangan.
Hujan masih tetap lebat, tapi Ratih memutuskan untuk pulang. mereka berjalan beriringan sampai basemen apartemen. Bayu dan Ratih menaiki mobil, mobil melaju ke kos'an Ratih.
__ADS_1