Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 88


__ADS_3

Asyik mengobrol teryata sudah siang, perut terasa keroncongan.


" Silahkan mas Bayu, mas Faris kita makan siang dulu", pinta Ranto mempersilahkan mereka untuk makan siang.


Selesai makan siang, mereka diantar ke kamar. Paviliun yang bersebelahan dengan rumah pak Ranto. Memang paviliun tersebut di pergunakan untuk tamu kepala desa yang menginap di desa Mangunreja.


Didesain tak kalah seperti hotel bintang 5, kamar mandi dalam dan tanpa AC karena udara di sini sangat dingin apalagi kalau malam.


" Silakan istirahat dulu mas, saya mau melanjutkan pekerjaan," pamit Ranto kemudian meninggalkan mereka berdua.


Faris dan Bayu datang ke desa Mangunreja bertujuan untuk membangun desa Mangunreja lebih baik lagi dan ingin memajukan desa.


" Baru 2 hari nggak ketemu Reva saja sudah kangen", guman Faris sambil memandang Foto Reva bersama Zian.


Faris tiduran sambil memandang ponselnya, sedangkan Bayu membuka laptop.


" Semngat kerja" ucap Faris menyemangati diri sendiri.


Mereka bekerja di depan laptop masing- masing. sejak tadi siang mereka berdua di kamar.


Suasana sore sudah mulai gelap, pak Ranto mendekati kamar mereka berdua.


" Tok..tok..tok.. permisi mas Bayu mas Faris" ucap Ranto di balik pintu.


Bayu membuka pintu, mempersilahkan pak Ranto masuk.


" Silahkan makan malam dulu mas", pinta Ranto.


" Iyah pak", jawab Bayu.


Keduanya mengikuti Ranto ke meja makan. Sampai di meja makan, seseorang gadis tersenyum kepada Bayu dan Faris.


" Silahkan mas", ucap Ranto.


" Terimakasih pak", jawab Bayu dan Faris secara bersamaan.


" Ratih ini teman bapa dari kota, ini Bayu sama Faris" ucap Ranto.


" Abang Faris ganteng banget", batin Ratih sambil tersenyum.


Gadis tersebut tersenyum, Gadis cantik, putih, ibarat kata bunga desa Mangunreja. Lulusan kedokteran universitas ternama di kota, sekarang Ratih bekerja di desanya sendiri sebagai Dokter.


" Cantik juga yah pak", ujar Bayu pelan di telinga Faris.


" Ya sudah kamu jadikan istri saja, daripada jomblo tahunan", ejek Faris pelan sambil tertawa kecil.


Mereka makan bersama keluarga pak Ranto. Masakan cukup enak walaupun cuman ikan, sambel dan beberapa macam sayur dari hasil memetik di kebun.


Berbincang sebentar, di teras bersama pak Ranto, Ratih datang membawa teh hangat dan cemilan untuk mereka bertiga.


" Besok pagi, kita ke lokasi proyek mas", ujar Ranto.


" Siap pak, nanti kita siapkan semua berkas dan gambarnya, kemungkinan kita disini selama satu Minggu sebelum proyek berjalan pak", ucap Faris panjang lebar.

__ADS_1


Berbincang sampai larut, niatnya sebentar malah keasikan sampai larut malam.


Faris dan Bayu memutuskan untuk masuk ke paviliun. Seharian dia nggak pegang handphone.


" 30 panggilan masuk dari Reva" guman Faris sambil mengotak Atik ponselnya.


*Pesan dari Reva " Mas kamu sudah makan?.


Reva" mas kamu lagi ngapain?.


Reva " Mas jangan lupa makan yah?.


Reva" mas ko nggak diangkat sih?.


Reva" Lagi sibuk yah mas?.


Reva " Aku kangen kamu mas, Zain juga kangen kamu.


Reva " kapan pulang mas?.


Reva " Mas disini aku selalu menanti kabar dari mu".


Reva" Mas I love you*".


Reva chat Faris begitu banyak, Faris langsung melakukan Vidio call sama Reva.


" Tut...Tut..Tut .. Panggilan terhubung


" Walaikumsalam Mas"


" Kamu kemana saja mas, dari tadi siang dihubungi susah sekali, aku khawatir tau maas"


" Maaf yah sayang, seharian mas mengabaikan kamu. Zain lagi apa sayang?"


" Zain lagi tidur mas, dari tadi nanggis terus mungkin kangen sama papahnya.


" Ya sudah kamu istirahat yah sayang"


" Mas juga mau istirahat, kamu jangan baik- baik yah di rumah, Jaga anak kita juga "


" Tanpa kamu suruh pun akan aku jaga buah hati kita mas"


" I Love you sayang,, muuuaaacchh"


" I love you to mas,, Muuuaaacchh"


panggilan dimatikan, Faris merebahkan tubuhnya di ranjang. Tubuhnya berasa dingin sampai ke tulang-tulang. Bayu sudah tertidur dengan nyenyak, mungkin sudah bermimpi.


Faris mencoba memejamkan matanya, tapi tetap saja belum bisa tidur. Akhirnya Faris membaca buku dan kemudian ketiduran sampai pagi.


Cuit ..cuit..cuit... Suara burung yang berterbangan di atap paviliun terdengar nyaring disertai suara ayam berkokok.


Faris terbangun dan teryata Bayu sudah mandi, ia masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


" kenapa kamu nggak bangunin aku bay? tanya Faris yang sedang merapikan baju.


" udah di bangunin dari subuh tapi nggak bangun- bangun", ucap Bayu.


Keduanya sudah rapi, sebelum melanjutkan pekerjaan Faris menyempatkan kirim pesan ke Reva.


" Sayang, mas kerja dulu yah? maaf nanti kalau mas sibuk, kamu jangan lupa makan" isi pesan Faris.


Faris meletakan kembali ponselnya ke saku, berjalan ke rumah Ranto. Sarapan sudah siap di meja makan.


" Maaf yah pak, kami sudah merepotkan pak Ranto sekeluarga", ucap Faris yang tidak enak hati.


" Ah nggak papa mas Faris, mas Faris kesini kan buat kepentingan desa jadi saya harus memberikan yang terbaik buat mas Faris " , ucap Ranto sambil tersenyum.


Ratih selalu curi pandang terhadap Faris membuat dirinya tak nyaman.


" Dek Ratih mau ke puskesmas yah? tanya Bayu.


" Iyah mas"jawab Ratih sambil tersenyum.


Selesai sarapan bersama, pak Ranto, Faris dan Bayu berjalan mengelilingi desa. Pak ranto menunjukkan lahan mana yang akan di jadikan tempat seperti taman bermain dan tempat wisata.


Perjalanan cukup melelahkan banyak orang yang memandang mereka, orang Mangunreja ramah tamah. Sampai mereka dekat sungai, banyak anak kecil mandi, ibu-ibu mencuci pakaian dan lain-lain.


Mereka berhenti di puskesmas tempat Ratih praktek kedokterannya.


" Puskesmas disini cuman satu mas, kadang kita juga kesulitan untuk mengambil obat di kota dan mencari transportasi disini susah mas, cuman saya punya satu itu saja untuk mengangkut hasil pertanian warga agar bisa di jual ke kota", ujar Ranto.


" Ya sudah pak, nanti saya akan menyuruh orang untuk membawa mobil pribadi untuk puskesmas atau warga yang darurat harus di larikan ke rumah sakit dan satu mobil pick up tambahan", ucap Faris tegas.


" Terimakasih mas Faris, semoga mas Faris usahanya lancar berkah", ucap Ranto.


Mereka berjalan sedikit dekat puskesmas ada warung kecil. Mereka duduk sambil menikmati es teh dan gorengan tempe mendoan.


Perut ketiganya merasa lapar, mereka juga memesan mie instan pakai telor.


Mie instan pakai telor sudah berada di hadapan masing-masing.


" Sudah lama saya nggak makan mie instan guman Faris sambil menikmati kuah mie instan.


Mie instan memang paling nikmat di makan di bawah gubug kecil dan angin semilir. mie semangkuk langsung habis tanpa tersisa kuah setetes pun. Walaupun sangat cerah tapi disini udaranya dingin.


" Mas Bayu mas Faris sebentar yah saya mau ke puskesmas", pamit Ranto.


" Silahkan pak", ucap Bayu.


Pak Ranto berjalan menuju puskesmas, Ratih sedang duduk setelah selesai memeriksa beberapa pasien.


" Ada apa pak? tanya Ratih yang melihat bapaknya sudah didepan.


" Bapak lupa ponsel, coba kamu hubungi ibumu, masak yang banyak, nanti malam mau ada rapat sama beberapa orang", ucap Ranto.


" Siap pak", jawab Ratih

__ADS_1


__ADS_2