
Reva mengikuti bayu dari belakang, sampai di parkiran reva berdiri sambil melihat bayu yang sudah masuk mobil duluan.
Reva masih terdiam memandang bayu yang sudah berada dulu di dalam mobil. Keringat dinginya keluar semua, badanya bergetar tak beraturan, kepalanya mulai pusing.
" Reva ngapain kamu berdiri diluar, ayo cepat masuk mobil ucap bayu yang berbicara lewat jendela mobil.
Reva masih saja berdiam diri, badannya mulai lemas, kemudian dia berjongkok di samping mobil. Bayu semakin geram, akhirnya dia keluar dari mobil dan langsung mengendong reva agar dia segera duduk di dalam mobil.
Reva tahan nafas, perutnya semakin mual, badanya semakin dingin, keringatnya bercucuran. Bayu mulai menjalankan mobil pelan.
" Kresek... mana kresek teriak reva yang menahan muntahannya.
Bayu menghentikan mobil, reva langsung keluar mobil dan memuntahkan semuanya di samping mobil.
" Huuueeekkk...hueeekkkk,..huueekkk.
" Mau berapa lama kamu muntah teriak bayu.
" Sebentar dulu, masih mual sekali ucap reva.
Bayu kemudian keluar mobil, ia mencari warung terdekat untuk membeli minyak kayu putih dan premen mint.
" Masih sanggup naik mobil, ucap bayu sambil memberikan minyak dan premen.
Reva membaluri perutnya dengan minyak, kemudian ia makan premen mint. Reva dan bayu melanjutkan perjalanannya lagi, kaca mobil semua di buka, untuk menghindari rasa mual dan pusing reva. Bayu melajukan mobil dengan pelan sampai di salon terkenal di jakarta. Dia masuk bersama reva.
" Eh ada mas bayu ucap once, pemilik salon tersebut.
__ADS_1
" Tolong rubah dia, terserah mau di apain yang pasti pantas buat dibawa ke pesta ucap bayu tegas.
" Oke siap mas bayu ucap once dengan gaya gemulainya.
Reva di bawa masuk ke ruang baju, disana reva memilih baju yang cocok. Setelah memilih baju dan perlengkapannya reva masuk ke tahap make over. Once hanya memberikan sentuhan tipis yang pasti tidak terlalu ribet.
" Ini anak cantik banget, cuman make over sedikit saya auranya langsung terlihat guman once.
Setelah beberapa menit di make over, once memanggil bayu untuk melihat hasilnya.
" Tararaaaaa ucap once tanganya sambil memperlihatkan reva yang begitu cantik natural.
Bayu terdiam sejenak melihat kecantikan reva. Bayu membawa reva ke sebuah hotel bintang 5, Hotel Pramita. Di perjalanan tak henti-hentinya bayu memandang reva.
" Nggak usah liat-liat nanti naksir ucap reva.
Bayu mulai focus mengemudi mobilnya, ia melihat jam tangan teryata sudah hampir jam 7 malam. Sampai di hotel pramita, faris sudah menunggu di depan pintu masuk hotel. Reva keluar dari dalam mobil, ia berjalan memasuki pintu masuk.
" Ko kaya kenal guman reva dalam hati, sebaliknya pun faris mengatakan hal yang sama dalam hatinya.
" Kamu!! ucap reva dan faris bersamaan.
Bayu merasa binggung, melihat tingkah mereka berdua.
" Bayu, ikut saya sebentar ucap faris sambil menarik tangan bayu untuk menjauhi reva.
Mereka berbicara berdua, didekat pintu masuk. Reva masih setia menunggu bayu, kalau dia marah dan meninggalkan hotel, dia tak tahu bagaimana caranya untuk pulang ke kosan.
__ADS_1
" Jelaskan, kenapa kamu bawa wanita rese itu kemari ucap faris meminta penjelasam dari bayu.
Bayu kemudian menceritakan semuanya, kenapa kena tampar dan lain-lain. Akhirnya faris menyetujuinya, mau bagaimana lagi dari pada dia di jodohkan sama orang. Mereka berdua mendekati reva yang masih berdiri.
" Perkenalkan saya reva, ucap reva sopan.
" Saya faris, mohon kerjasamanya ucap faris ketus.
Reva hanya menganggukan kepalanya, dia nggak mau bicara panjang lebar sama orang yang menurutnya paling songong.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan, disana sudah ada keluarga besar ibunda faris.
" Kamu sama siapa sayang ucap mamah debora sambil melihat wanita di samping faris.
" Saya reva tante, Selamat ulang tahun tante, maaf reva nggak bawa kado ucap reva senyum.
" Nggak masalah, datangnya kamu adalah kado terindah buat tante ucap mamah debora.
" Terimakasih tante. ucap reva
Mamah debora mempersilahkan agar semua tamu undangan menikmati hidangan yang sudah tersedia.
*******
Jangan lupa like, komen, vote
Di tunggu kelanjutannya.
__ADS_1