
Faris memakan masakan Reva dengan lahap.
" Makannya pelan-pelan Mas ucap Reva.
" Biar cepat habis, setelah makan ini baru makan kamu ucap Faris sambil melahap makanan.
" Uhhuukkk...uhukkk..
" Kalau makan pelan - pelan sayang goda Faris.
Reva terdiam mendengar celotehan Faris yang menurutnya sensitif. Reva kembali memakan makanannya pelan- pelan. Selesai sudah Faris makan tapi Reva masih saja melahap makanannya dengan pelan.
" Sayang, lama sekali makannya ucap Faris.
" Tunggu lah ucap Reva, jantungnya berdetak dengan kencang.
Dreeetttt....dreeetttt ponsel Faris bergetar, Ia langsung mengambil ponsel miliknya.
" Halo iya bay ada apa? Tanya Faris.
" Maaf pak, nanti jam 14.00 WIB ada meeting investor dari Thailand. Di harapkan bapak memimpin meeting Ucap Bayu.
" Sebentar lagi saya berangkat jawab Faris sambil menutup panggilannya.
" Alhmdulillah selamat- selamat batin Reva.
Faris langsung bersiap untuk ke kantor, Dia menatap Reva dengan penuh siasat kotor.
" Tunggu aku pulang ya sayang ucap Faris pelan pas di telingga Reva.
" Mati aku! Batin Reva.
Reva menelan slavinanya, keringat dingin bercucur kembali. Reva berusaha tidak gugup di hadapan Faris.
" Hati- hati di jalan yah mas ucap Reva sambil mencium punggung tangan sang Suami.
" Iyah sayang jawab Faris.
" Mas pin'nya berapa? tanya Reva.
" 334457 ucap Faris.
__ADS_1
Faris meninggalkan rumah, Reva membersihkan meja makan dan dapur. Setelah selesai Reva bersiap untuk ke kampus. Reva mengenakan celana bahan panjang, baju kemeja yang menutupi lehernya. Rambut seperti biasa di ikat satu.
" Apa aku minta beli motor saja yah untuk berangkat kuliah guman Reva.
Cekleek...cekleek....
Setelah menggunci pintu, Reva duduk di depan rumah menunggu Ojek pesananya.
" Mba Reva? tanya Kang ojek.
" Iyah Pak jawab Reva.
" Sesuia aplikasi yah mba Universitas Gajah Tunggal ucap Kang ojek sambil memberikan helm.
Reva sudah duduk di atas motor, motor melaju dengan pelan. Sepanjang perjalanan Reva melihat pemandangan kota Jakarta. Motor berhenti di depan Kampus Reva, Ia membayar kang Ojek. Dia berjalan menuju kelas.
" Hay Reva sapa Beni.
" Maaf anda siapa yah? saya juga nggak kenal dengan anda ucap Reva.
" Mau nggak kamu jadi Pacarku ucap Beni.
" Jadi cewe jangan sok jual mahal luu!! ucap Beni yang marah.
" Uuuhhh menguji andrenalin nih, Aku harus bisa taklukin Reva batin Beni.
Reva langsung berlari mencari tempat keramaian, Dia malas berurusan dengan Beni yang katanya penguasa Universitas Gajah Tunggal.
" Put teriak Reva, nafasnya tak beraturan habis lari.
" Kamu kenapa Va? tanya Putri.
" Itu...Put sih Beni masa Dia memaksa aku jadi Pacarnya, Gila tuh cowo!!! Ucap Reva.
" Pacarin saja Va, Dia kan tajir ucap Putri sambil tertawa.
" Ogah banget, lagian Aku dah Ni..ucap Reva terputus.
" Ni apa Va? Nikah atau Nini - Nini ejek Putri.
" Sudah ah, masuk ke kelas yuk ajak Reva.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke kelas, Mata kuliah sudah di mulai. Reva memperhatikan Pak Dosen mengajarkan materi. Satu setengah jam materi Mata Kuliah akhirnya selesai juga. Reva dan Putri mencari tempat istirahat untuk ngobrol.
Sudah sering ngobrol tapi Reva dan Putri belum bertukeran no ponsel, Mereka pun bertukeran no ponsel.
" Pulang Kuliah mau kemana Va? tanya Putri.
" Pulang Put, aku harus masak buat makan malam ucap Reva.
" Boleh aku main, Ucap Putri.
" Boleh ajah kali yah, lagian Om..Om genit pulangnya malam batin Reva.
" Ko melamun, boleh nggak nih tanya Putri lagi.
" Boleh donk ucap Reva santai.
Reva melihat jam tangan miliknya teryata sudah jam 16.30 WIB. Reva dan Putri masuk kembali ke kelas.
Detak jam dinding terus berputar, 18.30 WIB saatnya Reva pulang ke kampus. Reva melihat ponselnya tapi tak ada pesan atau panggilan masuk dari Suaminya.
Reva dan Putri berjalan menuju parkiran, kebetulan Putri mau main ke rumah Reva. Putri menaiki motornya dan Reva membonceng. Motor mulai melaju melewati gerbang kampus.
Tinn...Tin...Tin... suara kelakson mobil yang terus menerus mengikuti Reva dan Putri.
Mobil tersebut berjalan mengiringi motor yang Putri kendarai. Tiba- tiba kaca mobil terbuka secara otomatis.
" Va, lebih baik ikut aku saja naik mobil dari pada naik motor butut ejek Beni yang berada di dalam mobil.
" Ngebut Put suruh Reva.
Putri mulai melajukan motornya dengan cepat seperti pembalap handal. Dia melihat Gang dan langsung masuk lèwat gang kecil.
" Sial!! guman Beni sambil memukul stir mobilnya.
Putri melewati gang kecil yang hanya bisa di lewati motor saja.
" Kita nggak akan nyasar kan? tanya Reva.
" Tenang saja Va, kita balakan sampai di sebrang Perumahan tempat kamu tinggal ucap Putri.
Motor melaju dengan kecepatan sedang, tak perlu waktu yang lama. Motor keluar dari gang depan perumahan.
__ADS_1