
Reva mendorong stroller menuju taman komplek, biasanya kalau sore banyak baby sister mengajak majikanya kecilnya ke taman.
Siti mengekor mengikuti langkah Reva, sesekali Reva berbicara dengan Siti, Siti memang agak pendiam.
" Non Reva, lusa Siti mau pulang kampung boleh nggak Siti izin pulang? tanya Siti pelan sambil mengikuti Reva.
" Boleh, nanti kami ngmng sama suamiku saja yah sit" ucap Reva.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai taman dimana banyak baby yang sedang bermain di taman.
Reva juga dengan lihay menyuapi Zain, karena memang Zain sudah mulai MPASI. Reva membawa buah naga yang sudah di hancurkan.
" Duduk di sana ti" ajak Reva yang menunjukan kursi yang masih kosong. mereka merebahkan bokongnya di situ.
" Anak mamah makanya lahap sekali" guman Reva yang semakin gemas pada Zain.
Suasana memang begitu ramai, hari mulai sore memutuskan untuk pulang.
setelah berjalan ke arah pulang, mereka akhirnya sampai. Reva mengendong Zain masuk ke kamar untuk Menganti pakaian.
Tiba-tiba Zain menangis, Reva dengan sigap langsung memberikan ASI-nya untuk di nikmati Zain.
clenting
clenting
clenting
__ADS_1
ponsel Reva berdering terus menerus, Reva pun mengambil ponselnya di nakas.
" Nomor siapa? guman Reva yang tampak ragu untuk di angkat, takutnya penipuan yang mengatasnamakan bank.
Beberapa panggilan masuk terus menerus akhirnya Reva mengangkat panggilan tersebut.
" Assalamualaikum, halo" ucap Reva pelan.
" Walaikumsalam, jawab seseorang di balik telefon yang mungkin Reva mengenali suaranya.
" Ya Allah Wati, kirain siapa" ucap Reva yang tertawa.
" emang kirain kamu siapa va, kak Dito" jawab Wati sembarangan.
" Ada apa kamu menelfon" ketus Reva yang tak mau di ganggu karena lagi nyusuin Zain.
" Acaranya jam berapa wat? tanya Reva.
" Malam habis isya di cafe Nakula" ujar Wati.
" insyallah yah wat, soalnya kakek ku baru pulang" kilah Reva, ia memang sebenarnya nggak mau ikut, lebih baik di rumah sama baby Zain dari pada kluyuran nggak jelas.
" Ya sudah besok kita bahas lagi, bay Reva assalamualaikum" ucap Wati.
" Walaikumsalam"
Panggilan sudah di matikan, Zain sudah tertidur pulas, ia meletakan Zain di dalam box bayi.
__ADS_1
Reva kemudian turun, ia melihat kakek dan suaminya sedang bermain catur dengan serius.
" Serius amat mas" celetuk Reva.
" Iyah sayang, mas sudah kalah dua kali, Zain lagi tidur?" ucap Faris yang masih serius menatap papan catur.
" Iyah mas, Zain dah tidur, Oya sayang mas pengin makan seblak" pinta Faris, Reva mengangguk ia segera ke dapur untuk membuatkan seblak.
" Oya, kakek mau seblak apa nggak" ucap Reva yang agak teriak karena sudah menjauhi Faris dan Andrea.
" Nggak usah nak, kakek tadi dah di buatin pisang goreng sama bi sumi" ujar Andrea.
Reva mengeluarkan bumbu dan bahan untuk seblak. Setelah mengeluarkan ia mulai memotong sayuran.
sreng...
sreng...
sreeng...
Dengan gesit seblak buatan Reva sudah tersaji di mangkok, Reva memang membuat agak banyak biar semua ART bisa mencoba seblak buatan Reva.
Reva membawa 2 mangkok seblak untuk dirinya dan Faris.
" Aduuhh, kalah" guman Andrea.
" Yes akhirnya menang juga" ucap Faris sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Reva tersenyum melihat dua kesayangannya rukun, apa lagi kalau orang tua Faris di sini pasti rame, dan yang lebih ramai lagi kalau kedua orang tua Reva masih hidup mungkin semuanya akan bahagia. Reva menetaskan air matanya, ia teringat sosok orang tuanya yang begitu menyayanginya.