Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 114


__ADS_3

Mereka sudah duduk di tempat masing-masing, Reva juga sudah menjemput Wati di rumahnya.


Perjalanan cukup panjang, di sepanjang perjalanan Zain tertidur pulas, kadang terbangun kemudian minum Asi dan tidur lagi.


Mereka dari rumah pukul 20.00 WIB, kemungkinan Reva akan sampai di kampung pagi hari. Setengah perjalanan mobil berhenti di sebuah rest area tol.


" Wat mau pipis apa nggak? tanya Reva sambil mengayunkan tubuh Wati yang masih tertidur.


Akhirnya mereka bertiga Reva, Wati dan Siti ke kamar mandi sedangkan Faris duduk bersama mas Dede supir yang biasa bertugas di kantor.


" Mas ngopi dulu, barang x mengantuk nanti gantian sama saya" ucap Faris.


" Nggak usah pak" tolak Dede.


Dede dan Faris memilih kopi hitam untuk menemani agar rasa kantuknya hilang. Kakek masih di mobil menjaga Zain yang masih tertidur.


Wati dan Siti kembali ke mobil sedangkan Reva menghampiri Faris yang sedang minum kopi.


" Mas bentar yah, aku mau beli cemilan" ucap Reva sambil menunjuk ke arah swalayan.


Reva memilih beberapa Snack, kacang dan beberapa minuman untuk di mobil. Setelah siap semuanya mereka kembali ke mobil.


Kini Faris dan Dede berada di depan, sedangkan Siti duduk di belakang bersama Wati dan Zain.

__ADS_1


Mobil kembali melaju melewati jalan tol, setelah beberapa jam akhirnya mobil ke luar jalan tol. Perlahan mulai melewati pusat kota dan menuju perkampungan rumah Reva.


Reva terbangun memandang sekeliling desanya, terlihat sangat sepi.


Mobil melewati jalanan yang sangat sepi dengan kecepatan penuh, untuk menghindari hal buruk yang terjadi. Suasana tengah hutan yang membuat hati Reva menegang tak lupa ia berzikir agar di selamat sampai tujuan.


Setelah menembus kesepian, gerbang desa Reva sudah kelihatan, sebentar lagi Reva akan Sampai rumah.


Pukul 04.00 WIB mobil sudah terparkir di depan rumah Reva, walaupun rumah dalam keadaan tak berpenghuni tapi rumah tetap bersih dan rapi.


Reva berjalan ke rumah mbok Jum yang kebetulan di samping rumahnya.


" Assalamualaikum, Assalamualaikum" ucap Reva sambil mengetuk berkali-kali pintu rumah mbok Jum.


" Walaikumsalam" teriak mbok Jum dari dalam rumah.


" Mbok Jum, Piye kabare? ( mbok Jum, gimana kabarnya?) ucap Reva yang kemudian meraih tangan mbok jum.


Mbok Jum diam saja, sambil mengamati siapa yang datang, melihat dari atas sampai bawah.


" Kulo Reva mbok" ( saya Reva mbok) ucap Reva.


" Ya Allah, Reva" panggil Jum menghamburkan pelukannya, ia memeluk dengan erat anak saudaranya yang sudah lama baru pulang kampung.

__ADS_1


" Kamu pulang sama siapa ndo? tanya Mbok Jum.


" Sama suami, kakek dan teman mbok" ucap Reva. Mbok Jum mengangguk kemudian masuk mengambil kunci rumah Reva.


" Ini kuncinya, nanti mbok Jum ke rumah cuman mbok Jum mau shubuhan dulu" ucap mbok Jum.


Reva melangkah ke mobil, ia mengendong baby Zain masuk ke dalam rumah.


" Silahkan" ucap Reva.


Cuman ada dua kamar, Reva mengambil kasur lantai dan letakan di depan telivisi.


Reva memasuki kamarnya, masih tersusun rapi kamar dirinya dan kamar bapak beserta ibu. Reva dan Faris masuk ke kamar Reva dulu.


Wati dan Siti masuk ke kamar bapak dan ibu, sedangkan kakek tidur depan telivisi bersama Dede untuk melepas lelah semalam menyetir mobil.


Reva masih memandang langit-langit kamarnya, Faris juga sudah tertidur pulas.


" Zain nggak bobo lagi yah" Ucap Reva yang sedang menemani Zain mengoceh.


Matahari sudah keluar sinarnya, mereka masih tertidur, Reva mengendong Zain ke luar sambil jalan-jalan pagi.


" Ndo, ini anakmu toh? tanya Mbok Jum.

__ADS_1


" Nggiih mbok"( Iyah mbok) jawab Reva.


" Kamu belum sarapan toh, nanti mbok masakin Yo, kebetulan kemarin kebun milik bapakmu sudah panen kemarin" ucap Mbok Jum. Hasil kebun milik keluarga Reva memang untuk mbok Jum sebagai gantinya mbok Jum juga merawat rumah peninggalan keluarganya.


__ADS_2