
" Makasih Mas, makasih sudah menjadikan istri seutuhnya dan Istri yang paling beruntung di Dunia ini ucap Reva sambil meneteskan air mata.
" Iyah sayang, jangan nanggis donk yank ucap Faris sambil mengusap air mata Reva.
Reva terus saja menanggis bahagia, teryata suaminya sudah bucin, bisa seromantis ini. Faris juga memberikan kalung sebagai simbol Ia menyanyangi dirinya. Mereka berdua makan malam bersama, sambil menikmati malamnya kota Jakarta.
Selesai makan, Faris juga memberikan bingkisan lagi untuk Reva.
" Apa ini mas?? banyak banget! ucap Reva.
" Buka donk sayang ucap Faris lembut.
Reva membuka bingkisan tersebut dengan pelan.
" Mas ini apa! ucap Reva kebinggungan.
" Pakai saja ucap Faris sambil tersenyum bahagia.
Reva masuk ke dalam kamar mandi, dia memakai hadiah dari Faris yang tak lain lingeri warna merah.
Setelah di pakai, Reva memandang cermin yang ada di kamar mandi, Dia memandangi dirinya sendiri.
" Ini baju apa sih! ko kaya gini terlihat semua ucap Reva.
Reva malu memakai lingeri, pipinya memerah. Ia segera melepasnya kembali dan memakai pakaian yang semula.
Reva keluar dari kamar mandi, Faris menantikanyanya.
" Loh ko nggak di pakai sayang? tanya Faris.
__ADS_1
" Aku malu mas jawab Reva pelan, pipinya merah merona.
" Kenapa harus malu, kan mas yang liat lagian mas juga sudah liat semua ko ucap Faris tersenyum.
Reva kembali ke kamar mandi, Ia memakai lingerinya. Sebelum keluar, Reva memakai handuk kimono untuk rangkapan.
Reva keluar kamar mandi, Dia melihat Reva memakai handuk kimono. Faris mulai mendekati Reva dan mulai mencopot handuk kimono yang di pakai.
Tubuh Reva terlihat jelas, badanya begitu sexsi. Faris mengandengnya menuju ranjang.
Mereka akhirnya melewati malam panjang di Hotel, bulan madu di Hotel terdekat.
__________
Dreettt...dreettt... Ponsel Cindy berbunyi, Ia langsung mengangkat panggilan masuk dari Boy asisten pribadinya.
" Nyonya saya mau laporan ucap Boy.
" Silahkan ucap Cindy tegas.
" Faris dan Reva menikah sekitar 2 minggu yang lalu, Mereka di jodohkan. Kedua orang Tua Reva sudah meninggal. Dia tinggal bersama kakeknya Andrea Bianco, karna Perusahan kakeknya akan mengalami kebangkrutan akhirnya Perusahan di bantu keluarga Faris. Umur Revalina Putri Bianco 19 tahun, dia masih kuliah di Universitas Gajah Tunggal. Sekian laporan saya Nyonya ucap Boy panjang lebar.
" Terimaksih Boy ucap Cindy.
Cindy menutup telfonya.
" Universitas Gajah Tunggal?? itukan tempat Adiku kuliah guman Cindy.
Cindy langsung keluar dari Ruang kerjanya, dia mencari keberadaan adiknya di kamar.
__ADS_1
" De...apa kamu didalam! panggil Cindy.
" Iyah Kak ucap Beni yang tak lain adik Cindy.
Cindy masuk ke kamar adiknya.
" Tumben kesini kak? Ada apa kak? Tanya Beni.
" De, kamu kenal yang namanya Revalina Putri Bianco? tanya Cindy.
" Revalina Putri Bianco ucap Beni sambil mikir.
" Iya.
" Bentar kak, kayanya ada deh ini orangnya ucap Beni sambil memperlihatkan Foto Reva yang di ambil secara diam-diam oleh Beni.
" Iyah de, bener dia. kamu bisa bantuin kaka de?.
" Bantuin apa Kak?.
" Kamu deketin dia dan pacarin dia de!.
" Kalau itu nggak usah di perintah kak, Beni juga lagi ngejar2 dia ko kak. Tapi agak susah kak.
" Oke de, kaka tunggu kabar baiknya.
Cindy keluar dari kamar Beni, Cindy ingin Reva pacaran dengan Beni dengan begitu Cindy akan merusak rumah tangga mereka berdua.
" Faris jangan main-main sama saya. aku akan buat kamu menyesal memilih dia!! batin Cindy, Dia mulai tertawa kecil.
__ADS_1