
Reva melajukan motornya dengan cepat, Dia binggung harus kemana. Akhirnya Reva memutuskan ke kampus. Di perjalanan Reva terus meneteskan Air matanya.
" Rasanya sakit mas, sakit sekali batin Reva.
______________
Kantor Faris
Faris naik keatas, semua Karyawan melihat dirinya sedang mengejar seseorang anak kuliahan.
" Tadi siapa, kenapa Dia menanggis? Apa dia Pacar pak Faris? tanya Rita Resepsionis.
" Mana aku tau! ucap Debi Resepsionis satunya sambil menaikan pundak.
" Hehhee Pak Faris teryata suka daun muda yah ucap Rita.
" Husss nggak usah ikut campur masalah Bos, nanti kena marah loh ucap Debi.
Faris sudah sampai di atas, terlihat Bayu sedang berbicara dengan Cindy di ruangan Faris.
Faris melihat rantang makanan yang sudah brantakan di depan pintu masuk ruanganya.
" Maafkan aku Va batin Faris.
Faris masuk ke dalam kantornya, mukanya agak lesu.
" Bay tolong suruh OB bersihkan di depan ucap Faris.
" Siap Pak ucap Bayu, kemudian Bayu meninggalkan Faris dan Cindy di ruangan.
" Tadi siapa Sayang? tanya Cindy.
" Please Dy, jangan pernah panggil aku sayang! Kamu sudah menjadi Istri orang dan aku juga... Faris memberhentikan ucapanya.
" Dan aku juga apa Ris?? coba katakan ucap Cindy yang penasaran.
" Aku sudah menikah, dan dia adalah istriku ucap Faris.
" Bohong kamu Ris!! Aku tau kamu nggak bisa melupakan aku dan ini pasti akal-akalan kamu! ya kan ucap Cindy.
" Terserah kamu lah Dy, aku malas berdebat sama kamu!! ucap Faris ketus.
Faris akhirnya meninggalkan Cindy di ruangannya, dia malas melihat muka Cindy.
" Awas saja!! guman Cindy kesal.
__ADS_1
Faris keluar kantor, dia sudah berada di dalam mobilnya. Mobil Faris melaju menuju kampus Reva, karna Faris melihat Reva mengenakan almamater Kampus. Sampai di kampus Faris turun dari mobilnya.
Dia berjalan memasuki kampus,
" Wah Dosen baru, ganteng banget ucap salah satu mahasiswi.
" Iyah, ganteng banget,,, timpal temannya.
Faris tak memperdulikannya, matanya focus untuk mencari Reva.
" Apa Reva nggak disini, sudah keliling kampus tapi nggak ketemu guman Faris.
Akhirnya Faris kembali ke dalam mobil, Dia binggung harus ngapain! Faris memutuskan untuk menunggu di parkiran sambil melihat pintu keluar masuk kampus.
_________
" Kenapa sih Mas, kamu tega banget... Hikkssss....hikkksss ucap Reva sambil menangis di bawah pohon di belakang Kampus.
Reva terus menerus menanggis, Dunia serasa runtuh. Hatinya begitu sakit, sakit sekali.
" Bro, siang-siang begini ko ada suara orang menanggis yah ucap Dodi.
" Halah loo penakut!! ucap Beni.
" Setaan.... teriak Dodi.
Dia langsung berlari setelah melihat punggung Reva, kebetulan rambut Reva yang hitam panjang sedang di urai.
" Dasar penakut!! Ucap Beni sambil teriak.
Dia mencari sumber suara tanggisan tersebut, dia melihat sosok di balik pohon. Perlahan Beni mendekatinya.
" Reva panggil Beni.
Reva langsung menengok ke arah Beni, matanya sembab air matanya terus bercucuran.
" Lo kenapa! Ucap Beni.
" Nggak papa jawab Reva ketus.
" Lo nggak usah takut! aku cuman mau minta maaf ucap Beni pelan.
" Udah aku maafin, sana pergi! ucap Reva ketus.
Beni memberikan tisu untuk Reva.
__ADS_1
" Tenang lah, aku bukan orang jahat ucap Beni.
" Maksih kak ucap Reva pelan.
" Nih cewe memang beda dari yang lainya, harus pelan mendekatinya batin Beni.
" Kamu tau nggak sih! disini itu angker ucap Beni.
" Ah masa sih kak ucap Reva.
" Beneran, sana masuk kelas sudah waktunya masuk kan ucap Beni.
" Iyah kak, makasih jawab Reva.
Reva langsung meninggalkan Beni, Reva masuk ke dalam kelas. Sebelum ke kelas Reva membasuh muka agar tidak terlihat kusut. Jam berdetak begitu cepat, Hari ini hanya satu mata kuliah saja.
Selesai kuliah, Reva dan Putri masih duduk di dalam kelas. Putri memperhatikan Reva yang agak tidak bersemangat.
" Va kamu lagi kenapa?? Aku tau kamu lagi ada masalah ucap Putri.
" Nggak papa ko Put ucap Reva.
" Jangan bohongin aku Va, aku tau ucap Putri pelan.
" Oke kalau kamu nggak mau cerita, aku ngerti ko setidaknya kalau lagi ada masalah jangan lari dari masalah. Selesaikan lah! ucap Putri bijak.
" Makasih yah Put ucap Reva sambil memeluk Putri.
Reva meminta ijin ke Putri untuk pulang duluan. Reva berjalan menuju parkiran. Dari kejauhan Faris melihat Reva yang sedang menaiki motornya. Faris langsung menyalakan mobil dan melajukan mobilnya untuk mengejar Reva.
Faris terus mengikuti Reva, teryata dia berjalan ke arah Rumahnya. Reva telah sampai di rumah, kemudian Faris pun sampai.
Mereka masuk ke dalam rumah, Hati Reva masih sedikit sakit.
" Sayang panggil Faris.
" Iyah Mas jawab Reva pelan.
Faris mendekati Reva dan memegang tangannya.
" Mas minta maaf ucap Faris.
" Sudah aku maafin mas ucap Reva pelan.
Reva masih diam saja, kemudian Reva berjalan ke dapur untuk makan malam.
__ADS_1