
Makanan sudah siap di meja makan, Reva segera mengundang Faris untuk makan siang. Padahal dia nggak terlalu butuh baby sister tapi mau gimana lagi itu kemauan sang suami agar Reva tidak terlalu kecapean.
Faris duduk di depan meja makan, Reva mengambilkan piring dan beberapa lauk pauk, ini yang membuat Faris jatuh cinta sama Reva, dia bisa mengurus Faris dengan baik.
Faris mulai menyuapkan makanannya kedalam mulut, mengunyah perlahan sambil memandang istrinya yang sedang duduk dihadapannya.
" Sayang kamu nggak makan",tanya Faris sambil menyuapkan makanannya kedalam mulut.
" Udah makan mas tadi sama papah dan mamah", jawab Reva pelan.
Faris melanjutkan makannya sampai habis, kemudian mereka duduk di ruang tengah sambil menonton televisi dan Reva memberikan Asi untuk Zain.
" Sayang, mas mau ke luar kota tapi kayanya di percepat besok pagi yank", ujar Faris.
" Iyah, lama nggak mas? tanya Reva.
" Nggak ko yank, paling seminggu, terus juga mumpung mamah sama papah masih di sini juga buat nemenin kamu", jawab Faris.
" Oya, tadi mas dah dapat info kalau kakek Andrea lagi di kampung kamu sayang", ucap Faris.
" Oh ya sudah, nunggu 40 hari nanti kita ke kampung yah mas, sekalian ke makam ibu sama bapak", ucap Reva pelan.
" iyah sayang,ya sudah mas kerja lagi" ucap Faris kemudian menciumi Zain yang sedang minum susu.
Reva mencium punggung tangan suaminya, mengantar Faris sampai depan rumah. Perlahan mobil Faris menghilang dari pandangan Reva, kemudian Reva masuk ke kamar sambil mengendong Zain.
Mereka tidur siang bersama, mata Reva kebetulan masih mengantuk. Setiap malam selalu begadang menjaga Zain.
Matahari sudah mulai terbenam, baby Zain sudah mandi bersama Siti dan Zain lagi main sama kakek beserta neneknya di teras belakang rumah.
Reva masih dikamar menata baju yang akan di bawa Faris dinas keluar kota untuk beberapa hari ke depan. Setelah semua sudah siap, Reva keluar kamar dan bergabung bersama Zain.
" Assalamualaikum", sapa seseorang dari belakang Reva.
" Walaikumsalam", jawab secara bersamaan.
" Om Tante apa kabar? ucap Uki kemudian mencium punggung tangan Debora dan Fernandez secara bergantian.
" Alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya nak? tanya Debora.
" Alhamdulillah baik juga Tan", jawab Uki.
__ADS_1
Mata Uki tertuju ke Reva dan baby Zain.
" Kamu apa kabar mba? tanya Uki canggung.
" Alhamdulillah sehat mas", jawab Reva sopan.
" Ya Allah Zain ponakan om ganteng sekali, persis kaya om Uki ganteng", ucap Uki sambil tertawa.
Mereka kembali masuk keruang keluarga kebetulan mau magrib jadi harus segera masuk ke dalam rumah.
" Om, Uki mau ikut nginep di sini boleh? pengin liburan di Indonesia", ucap Uki.
" Boleh nak, sana istirahat mandi terus ikut makan malam", suruh Fernandez.
Uki kemudian masuk ke kamar tamu, ia ingin melepas lelah sepanjang perjalanan.
Setelah makan malam selesai, semuanya masuk ke kamar masing- masing. Reva cemas karena sudah larut malam Faris tak kunjung pulang, ponselnya di hubungi pun susah.
" Tut..tut..Nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi ", suara operator.
" Ini mas Faris kemana sih? sudah jam segini belum pulang bikin khawatir saja!! guman Reva.
Reva duduk sambil memainkan ponselnya, baby Zain sudah tertidur. Baby memang sukanya tidur.
" Mas ko baru pulang", ucap Reva
" Maaf sayang, mas tadi sama bayu menyiapkan data semua untuk besok pagi", ucap Faris sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah mandi Faris langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur.
" Ya ampun, aku di cuekin", guman Reva manyun.
Kali ini Reva menjaga sendirian, sesekali ketiduran dan langsung bangun kembali buat jaga Zain.
" Mas Faris kenapa sih, ah mungkin kerjaannya lagi banyak. Positif thinking va, positif thinking, semangat.. semangat", guman Reva menyemangati diri sendiri.
Kukuruyuk...betok.. betok... suara ayam berkokok di subuh pagi ini. Mata Reva masih terjaga menjaga Zain yang masih On.
" Hooaaammm ngantuk banget, tapi nggak mungkin tidur karena sudah pagi", guman Reva.
Suasana dapur sudah ramai, bi Sumi dan Siti sudah berada di dapur. Reva berjalan sambil mengendong Zain yang belum mau tidur, terlihat jelas mata panda di bawah mata Reva.
__ADS_1
" Non Reva belum tidur? tanya Siti sopan.
" Belum Mbak Siti, semalam Zain nggak mau tidur mintanya di gendong Mulu", ucap Reva.
Pagi ini udara sangat dingin, pagi- pagi sudah di sambut hujan. Rintikan suara hujan membuat sangat indah ini. Jam 8 pagi tapi hujan masih terdengar, Faris sudah bersiap untuk ke kantor, koper yang akan di bawa pun dah siap semuanya.
" Sarapan dulu mas", ucap Reva datar tanpa senyuman pagi ini.
Faris mengangguk pelan, mengikuti langkah Reva ke meja makan. Debora dan Fernandez sudah menunggu Faris dan Uki.
" Pagi mah pah", ucap Faris kemudian duduk di samping Reva, sedangkan Zain sudah mandi dan kini dia tertidur.
" Pagi semuanya", sapa Uki yang baru masuk ke ruang makan.
" Pagi juga " jawab bersamaan kecuali Faris.
" Ngapain kamu di rumahku", ucap Faris ketus tatapannya tajam.
" Liat tuh Tante Om, mas Faris liatnya gitu", tutur Uki ke kedua orang tua Faris.
" Faris", ucap Debora lembut.
" Mah", jawab Faris nggak terima.
" Awas aja gangguin istri gw selama gw nggak ada di rumah", ancam Faris ke Uki.
Semua tertawa melihat kelakuan Faris yang seperti anak kecil. sebenarnya Faris ingin manja sama Reva tapi takut malah nggak konsentrasi dan nggak pengen ninggalin Reva.
Sarapan kali ini begitu bahagia dan hangat walaupun cuaca dingin. Selesai sarapan, Faris mendekati Zain yang sedang tertidur di kamar.
" Muuaaachhh,,,, muuaaachhh berkali-kali Faris mendarat kan bibirnya di pipi gembul Zain.
Setelah puas menciumi Zain, Faris berpamitan kepada sang istri.
" Mas keluar kota dulu ya sayang, di rumah baik-baik ya sayang dan jaga anak kita" ucap Faris sambil mencium kening Reva.
Reva mencium punggung suaminya, ia mengantar Faris sampai di depan pintu mobil. Bayu pun sudah menunggu Faris dari tadi.
" Mas Bayu, titip mas Faris yah! kalau macem- macem langsung kabari saya", ucap Reva.
" Siap Non Reva", jawab Bayu sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Faris sudah memasuk dan duduk di samping Bayu. Mobil mulai menghilang dalam pandangan Reva, tak tau kenapa hati Reva begitu khawatir saat mobil Faris sudah meninggalkan kediamannya.
Reva masuk ke dalam rumah, suasana masih pagi jadi nggak mungkin Reva tidur, nggak baik tidur pagi apalagi Reva habis melahirkan kata orang tua dulu kalau habis melahirkan dan tertidur di pagi hari darah putih akan naik dan mengakibatkan kebutaan atau mata minus.