
Keesokan paginya, Cindy sudah dibawa ke kantor polisi.
Cindy digiring dan di masukan kedalam penjara untuk ke dua kalinya.
Cindy akan mendapatkan ganjarannya karena sudah berusaha untuk mencelakai Faris dan keluarganya.
********
Sudah Satu Minggu berlalu, Reva seperti biasa menjalankan aktifitasnya kembali. Faris pun sama menjalankan aktifitasnya.
" Sayang, aku berangkat ke kantor dulu yah" pamit Faris yang sudah bersiap akan berangkat ke kantor.
" Nggak sarapan dulu mas" ucap Reva, ia sedang sibuk memakaikan baju Zain.
" Sudah siang yank, aku ada rapat penting lagi ini" ucap Faris.
Reva bergegas ke dapur, ia menyiapkan bekal untuk sarapan Faris.
Setelah menyiapkan bekal sandwich, Reva langsung menuju kamar kebetulan Faris menjaga Zain dulu.
" Mas, jangan lupa di makan" ucap Reva dan mendapatkan anggukan dari Faris.
Reva mengambil Zain dari gendongan Faris, Faris kemudian mencium kening Reva dan tak lupa mencium pipi gembul Zain.
" Assalamualaikum" pamit Faris.
" Walaikumsalam" jawab Reva.
Faris segera menuju mobil, ia sudah hampir telat untuk rapat pagi ini.
__ADS_1
Reva juga tak lupa menitipkan Zain ke art kepercayaannya, dia nggak mau mengunakan jasa baby sister. Dulu Siti sudah mengecewakannya, baby sister yang dulu ia percaya malah mengkhianati dirinya.
" Bi sumi nggak masalah kan, aku titipin Zain terus" ucap Reva agak nggak enak hati.
" Nggak masalah Non, lagian Bi Sumi kalau sudah selesai semua agak kesepian" celoteh bi Sumi dengan tawanya yang khas.
" Makasih banget yah bi" ucap Reva tersenyum.
Setelah siap, Reva menitipkan Zain pada bi Sumi, pekerjaan bi Sumi sudah terselesaikan tadi pagi.
" Anak Sholeh ya mamah, mamah pergi dulu ya sayang, Zain yang nurut sama Bi Sumi" pamit Reva kemudian ia menciumi pipi Zain berkali-kali.
Reva mengambil tas ranselnya yang berisi buku dan laptop. Reva kali ini akan menaiki motor, sebenarnya Reva ingin naik mobil sendiri cuman karena takut kena macet dan telat Sampai kampus akhirnya dia urungkan.
Motor sudah melaju ke jalanan, banyak kendaraan berlalu lalang menjalankan aktifitasnya masing-masing. Setelah hampir 30 menit, motor sudah terparkir di tempat parkir universitas Gunadarma.
" Reva" sapa seseorang perempuan, Reva langsung menengok ke arah suara tersebut kemudian ia tersenyum.
" Oke siap" Jawab reva.
Mereka berjalan secara beriringan, sambil berbincang.
Sampai di kelas, kuliah mata pelajaran pertama di mulai. Reva sangat antusias mengikuti kuliah pagi ini, sebab sudah lama ia baru masuk kuliah kembali setelah insiden kemarin.
Reva juga selalu mendapatkan salinan pelajaran dari Wati untuk di pelajari di rumah.
" Pulang kampus main yuk" ajak Wati.
" Nggak ah wat, kasian Zain di rumah sama bi Sumi" tolak Reva.
__ADS_1
" Ya sudah kita ajak Zain saja va, ayolah sekali-kali kita ke mall" rengek Wati.
Saat ini mereka sedang di kantin, sambil menikmati bakso dan es teh manis.
Dreettt
Dreettt
Dreett
Ponsel Reva bergetar terus menerus menandakan ada panggilan masuk, Reva mengambil ponselnya di dalam tas tersebut suaminya yang menelfon. Reva segera memencet tanda hijau untuk menerima panggilan dari sang suami tercinta.
" Assalamualaikum sayang" sapa Faris lewat jalur udara.
" Walaikumsalam mas" Jawab Reva pelan.
" Sayang, mas mau ngasih info kalau hari ini mas mau menghadiri sidang kasus Cindy yank, kamu bisa ke kantor mas? soalnya mas nggak bisa jemput, mas masih ada meeting sebentar lagi" ucap Faris.
" Iyah mas, ini kebetulan Reva sudah selesai kuliahnya" ucap Reva.
Kemudian setelah berbicara, Reva matikan panggilan.
" Wati maaf kayanya nggak bisa hari ini, besok saja yah wat" ucap Reva yang tak enak hati.
" Emang kenapa va? tanya Wati pelan.
" Hari ini sidang pertama Cindy, saya harus menghadiri, ya sudah aku pergi dulu yah wat" ucap Reva sambil melambaikan tangannya ke Wati, Wati hanya mengangguk dan tersenyum.
Reva berjalan menuju motornya, dan melajukan motonya meninggalkan kampus.
__ADS_1
______________
Mohon maaf kalau telat update 🙏🙏🙏