Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 117


__ADS_3

Dokter puskesmas pun keluar ruangan, ia langsung menemui Faris.


" Bagaimana kondisi istri saya dok? tanya Faris khawatir.


" Istri bapak harus di larikan ke rumah sakit kota pak, paru-parunya sudah di penuhi air dan alat medis disini tak bisa menanggung Bu Reva, kami akan menyiapkan ambulan untuk segera di larikan ke rumah sakit terdekat" ucap Dokter.


" Wat, titip anakku kamu segera pulang ke rumah, saya akan menemani Reva ke rumah sakit kota, segera susul kami" ucap Faris.


Faris langsung masuk ke ruangan Reva, Reva yang masih belum sadarkan diri di bawa menuju ambulance.


" Cepat sadar yah sayang, kasian Zain" guman Faris menggenggam tangan reva yang begitu dingin.


mobil ambulance melajukan kecepatannya agar cepat sampai ke rumah sakit terdekat.


*******


" *Bapak ibu panggil Reva.


" Bapak ibu apa kabar? Reva kangen sama bapak dan ibu. Reva langsung memeluk keduanya.


" Ibu disini baik-baik saja nak.


" Ibu sudah nggak sakit lagi? tanya Reva.


" Ibu sudah sehat, bapak juga selalu menemani ibu, kami bahagia disini.


" Reva mau ikut bapak dan ibu, Reva ingin selalu bersama kalian.

__ADS_1


" Belum waktunya nak, kasian Zain, cucu ibu pasti nanti mencari kamu nak.


" Zain " guman Reva sambil menangis.


" Ucapkan permintaan maaf bapak dan ibu untuk kakek kamu nak, bapak sayang sama kalian.


" Pulang lah, ibu dan bapak akan sudah bahagia.


Bapak dan ibu tersenyum bahagia*.


*****


" Sayang. .. sayang, sadarlah mas disini akan selalu menunggu kamu, Zain juga pasti kangen sama kamu yank" guman Faris yang masih menunggu Reva, Air mata Faris terus menerus mengalir, tak kuasa melihat Reva terbaring lemah di rumah sakit.


" Awas saja kau Cindy" guman Faris amarahnya terus menyala saat menyebut nama Cindy.


" Sayang, bangun lah" guman Faris yang masih setia.


" Ibu bapak" teriak Reva matanya masih terpejam dan mengeluarkan air mata.


" Ibu bapak Reva mau ikut kalian" guman Reva.


" Ya Allah, Reva bangun sayang" ucap Faris yang terus menggoyangkan tubuh Reva agar cepat sadar.


Faris memencet tombol darurat agar dokter segera datang, Reva mulai kejang-kejang sambil menyebut nama bapak dan ibunya.


" Dokter...dokter" teriak Faris.

__ADS_1


Dokter dan perawat langsung datang dan memeriksa keadaan Reva.


" Cepat ambilkan alat pacu jantung" ucap dokter.


Alat pacu jantung atau defribrilator adalah alat untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritma yang dapat mengancam jiwa. Alat ini akan ditempelkan pada dada atau area perut pasien untuk membantu pasien mengontrol ritme jantung yang tak normal.


Hati Faris mulai tak tenang, muka gelisah terus menghantuinya.


" Ya Allah selamatkan lah istri hamba" guman Faris yang terus menerus berdoa.


" Alhamdulillah" guman dokter.


" Bagiamana keadaan istri saya dok? tanya Faris pelan, hatinya sudah tak karuan.


" Istri bapak selamat dari masa kritisnya pak, tunggu sampai pasien sadar. kemudian setelah mengecek Reva, dokter pergi.


Kakek Andrean sudah mengurus semua administrasi rumah sakit di bantu Dede, sedangkan Zain dan Wati masih di rumah Reva.


Kakek masuk ke ruangan dimana Reva di rawat.


" Bagiamana keadaanya nak? tanya Andrea.


" Alhamdulillah sudah melewati masa kritis kek, kita tinggal menunggu Reva bangun" ucap Faris.


" Kakek nggak akan tinggal diam, Siti harus di penjara" ucap kakek.


Dia duduk bersama Faris di samping ranjang Reva.

__ADS_1


" Kamu anak yang kuat, pasti kamu akan pulih" guman Andrea sambil memandang cucunya.


__ADS_2