Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 43


__ADS_3

Faris mengantar Dokter Boy dan istrinya sampai depan pintu, Kemudian Faris kembali ke kamar.


Hari mulai gelap, Reva bangun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi untuk menunaikan kewajibannya.


" Kamu mau kemana sayang? tanya Faris.


" Mau sholat mas jawab Reva.


Faris memang beragama Islam tapi dia jarang melaksanakan sholat.


" Mas nggak sholat! ajak Reva.


" Kamu dulu wes jawab Faris.


Reva masuk ke kamar mandi, setelah berwudhu Reva menjalankan sholat Magrib di dalam kamar.


Faris memandang Reva yang sedang menjalankan Ibadah. Hatinya terasa tenang saat Reva melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


" Ya Allah maafkan hambamu ini yang telah lalai menjalankan kewajibanmu batin Faris.


Tanpa disadari Faris menitihkan air mata, Dia mulai berjalan masuk ke kamar mandi. Hatinya tergerak untuk menjalankan kewajibannya sebagai orang muslim.


Setelah sholat Reva memandang Faris yang baru saja selesai berwudhu. Faris juga mulai menjalankan sholat. Reva meninggalkan Faris di kamar, perlahan Reva menuruni anak tangga. Sampai di dapur Reva mulai menyiapkan makan malam.


Amel sudah memasak makanan, jadi Reva tinggal menghangatkan makanan. Selesai menyiapkan, Reva hendak ke kamar tapi Faris sudah keluar kamar.


" Makan dulu mas ucap Reva.


" Iyah jawab Faris.


Reva mengambilkan makanan dan beberapa lauk di piring Faris. Mereka berdua makan dengan tenang. Selesai makan Reva membereskan meja makan.


" Mas katanya kamu mau antar aku pulang kampung besok ucap Reva.


" Iyah, aku antar jawab Faris.

__ADS_1


Reva kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian yang akan di bawa. Faris sudah di dalam kamar, Reva masih sibuk menyiapkanya.


" Tidur sayang ucap Faris lembut.


" Bentar lagi Mas, mas tidur ajah dulu nanti Reva nyusul ucap Reva.


Malam mulai sunyi, persiapan untuk pulang kampung sudah siap.


" Duh, harus bawa minyak angin sama antimo kalau nggak bisa gawat batin Reva.


Bau Aroma mobil untuk perjalanan jauh sudah menghantui, membuat Reva mulai tegang dan pusing.


Reva berjalan menuju ranjangnya, tubuhnya Ia baringkan di sebelah suaminya. Dia memandang wajah suaminya dahulu.


" Tidur ajah bikin gemes guman Reva.


Clenting...clenting..


Pesan masuk dari ponsel Faris, Reva mengambil ponsel Faris di narkas.


Reva hanya bisa melihat isi pesan sekilas dan menaruh ponsel Faris kembali.


Deg...deg.. Hati Reva mulai berdetak dengan kencang.


" Siapa Cindy guman Reva sambil bertanya- tanya.


" Aku harus percaya sama suamiku guman Reva.


Reva mencoba menutup matanya tapi tidak bisa, dia terus menerus bertanya dan berfikir siapa Cindy. Dia melihat ke jam dinding teryata sudah jam 03.00 WIB.


" Ayo lah Va kamu tidur jangan memikirkan hal-hal yang negatif batin Reva.


Perlahan Reva mulai memejamkan matanya, Dia mulai tertidur.


Triiinnnggg...triiinngggg.

__ADS_1


Baru saja Reva memejamkan matanya teryata sudah jam 04.30 WIB. Dengan mata terpejamnya Reva masuk ke kamar mandi. Membersihkan tubuh kemudian menjalankan sholat.


" Hoooaaaammmm"


Selesai sholat, Reva naik ke ranjang lagi dan tarik selimut.


Triiririiiii ccicit..cciiittt suara burung gereja mulai terdengar nyaring. Sinar Matahari mulai masuk ke sela- sela fentilasi kamar.


Reva dan Faris masih saja tertidur dengan nyenyak.


Tokk....tookkkk..tokk....


" Assalamualaikum, Permisi panggil seseorang dari luar rumah.


" Sudah siang ko lampu masih nyala, apa mereka masih tidur guman Debora.


Debora mengambil ponselnya dalam tas, Dia berusaha menelfon Faris tapi tak ada jawaban. Kemudian mencoba menelfon Reva beberapa kali akhirnya Reva mengangkat telfon Debora.


" Halo ucap Reva dengan suara khas bangun tidur, matanya masih terpejam.


" Halo sayang, mamah sudah di depan rumah ucap Debora.


" Astafirulloh ucap Reva langsung terbangun kaget.


Dia langsung masuk ke kamar mandi mencuci muka sedangkan Faris masih tidur. Reva langsung keluar kamar dan membukakan pintu untuk mertuanya.


Ceklleekkk....ceklleeekk..


" Maafin Reva yah mah ucap Reva sambil mencium punggung tangan Debora.


" Nggak papa sayang, mamah ngerti ko ucap Debora.


" Kata Faris, kamu sama Dia mau pulang ke rumah Panjitan ucap Debora.


" Iyah mah jawab Reva.

__ADS_1


Debora datang dengan Amel, Dia di tugaskan setiap pagi akan mengurus rumah Faris dan Reva selama pergi. Reva kembali ke kamar untuk membangunkan Faris.


__ADS_2