Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 132


__ADS_3

" Maaf, ada apa yah pak? tanya Mbok Uus, ia sengaja agak telmi.


" Maaf Bu, Ibu Cindy nya ada kami dapat surat penangkapan atas nama Bu Cindy dan pak Parjo" ucap Pak polisi sopan.


" Eee itu pak,,eee Nyonya Cindy sedang tidak ada di rumah" ucap Mbok Uus.


" Ibu jangan menipu kami, kami sudah memantau rumah ini dan Bu Cindy kemungkinan di dalam" ucap Pak polisi tegas, mbok Uus menelan Slavinanya kembali, ia binggung harus mengucapkan apa lagi.


" Serang" teriak seseorang. semua anak buah Parjo menyerang polisi. Terjadi penyerangan antara polisi dan anak buah parjo.


Kesempatan Parjo dan Cindy kabur, mereka langsung berlari menuju mobil yang sudah di sediakan oleh bawahan Parjo.


Mbok Uus langsung masuk ke dalam dan bersembunyi di tempa yang paling aman menurutnya.


Faris yang melihat Cindy dan Parjo berlari langsung menyuruh Bayu mengikuti mobil mereka.


" ikuti Bay" pinta Faris.


" Sayang, kamu di mobil saja yah? mas mau mengejar mobil Cindy" izin Faris.


" Mas hati-hati yah" ucap Reva.


Faris langsung naik ke mobil satunya, Bayu sudah standby di dalam mobil.


Bayu juga langsung menelfon beberapa polisi untuk mengamankan bawahan Parjo serta untuk mencegat mobil Parjo di persimpangan.


Mobil Cindy dan Parjo melaju dengan kencang.


Tin...

__ADS_1


Tin...


Tin ...


Bayu terus memencet klakson agar Parjo dan Cindy berhenti.


Terjadi kejar-kejaran, hujan mulai turun membuat jalanan begitu licin.


" Jo cepat, mobil kita di ikuti polisi" ujar Cindy khawatir.


" kamu yang tenang cin, ini saya lagi konsentrasi" ucap Parjo yang masih focus menyetir mobil.


Mobil Parjo masuk ke pinggiran kota, mobil melaju dengan kecepatan penuh menuju arah desa, menurutnya kalau menuju arah desa bisa bersembunyi di hutan.


" Ayo Jo, kamu bisa nyetir apa nggak sih" Cindy mulai khawatir yang berlebihan membuat Parjo mulai kehilangan kendali


Bruughh


Byuuurrr


Mobil masuk ke dalam sungai, di dalam mobil Cindy mulai kebingungan.


" Bagiamana ini Jo" ucap Cindy yang mulai khawatir sebab mobil mulai tenggelam perlahan.


Cindy berusaha membuka pintu tapi pintu sangat susah di buka sebab tertekan air.


Bayu dan Faris yang melihat kejadian tersebut mulai kebingungan sebab ia nggak mau menanggung resiko karena arus sungai yang begitu deras.


Polisi langsung menelfon tim SAR untuk menyelamatkan kedua korban.

__ADS_1


" Jo cepat pecahkan kacanya" pinta Cindy.


" Tapi saya nggak pandai berenang" ucap Parjo pasrah.


" Aku akan membantu kamu, kita akan sama-sama naik ke atas Jo, tenang saja,saya akan membantu kamu ke atas" Cindy terus menyakinkan Parjo, sebab Cindy nggak mau mati konyol.


" Oke" Ucap Parjo kemudian mencari sesuatu untuk memecahkan kaca.


Brugh...


Brugh...


Brugh...


" Cepat Jo" ucap Cindy.


Setelah beberapa pukulan akhirnya kaca mobil pecah, Air masuk kedalam mobil. Parjo berusaha menyelamatkan diri. Arus di dalam sungai yang semakin deras membuat Cindy kesusahan memegani Parjo.


Alhasil Cindy menendang Parjo dengan keras, ia berusaha naik ke permukaan air sendirian.


" Maafkan saya Jo, saya nggak bisa membantu kamu" batin Cindy, ia terus berenang keatas.


Parjo yang melihat Cindy menjauh, matanya mulai terpejam sebab air mulai masuk kedalam tubuh Parjo.


" Ya Allah, kalau saya mati maafkan saya" ucap Parjo.


Cindy sudah di atas permukaan air di bantu para tim SAR untuk mendapatkan pertolongan. Cindy langsung pingsan dan di bawa ke rumah sakit terdekat.


" Cindy selamat, tapi yang laki-laki belum muncul pak" ucap Bayu.

__ADS_1


Beberapa tim SAR terjun ke dalam untuk menolong Parjo.


__ADS_2