
Matahari sudah memunculkan sinarnya, cahaya memasuki kamar Reva lewat ventilasi udara.
Reva segera masuk ke kamar mandi sedangkan baby Zain tertidur bersama papahnya. Setelah bersih Reva mengendong Zain keluar kamar, mencari sinar matahari pagi. Menurut dokter bayi yang berjemur di pagi hari diketahui dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Sebab, berjemur di pagi dapat membantu produksi vitamin D secara alami pada tubuh. Vitamin D sendiri kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Reva membuka baju Zain, agar telanjang dada. baby mungil berjemur di pagi hari kurang lebih selama 10 menit. selesai berjemur kemudian mandi di bantu mamah Debora. Reva dengan telaten melihat ibu mertuanya memandikan Zain.
" Kamu harus pintar sayang, hari ini baby sister yang Faris minta kayanya datang ", guman Debora sambil mengelap Zain.
Memberikan minyak telon, dan beberapa wewangian untuk baby. Setelah selesai semua Zain langsung minum susu sampai tertidur. Hari mulai siang, Faris belum kunjung bangun .
" Mas, sudah siang kamu nggak bangun" guman Reva sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
" Jam berapa sayang? tanya Faris dengan suara khas orang masih tidur.
" Sudah jam 9 mas, kamu katanya jam 10 Ada meeting sama klien penting! ucap Reva.
" Astaga aku lupa sayang", Faris langsung berlari menuju kamar mandi.
Reva menyiapkan baju yang akan di pakai Faris, ia berfikir sejenak dan langsung menyiapkan sarapan yang sudah di kemas dalam kotak makan.
Mandi super kilat, Faris melangkah kakinya keluar kamar, sebelum keluar kamar ia menciumi Zain dan berlari menuju dapur dimana Reva sedang sibuk.
" Sayang aku berangkt dulu", ucap Faris sambil mencium kening Reva.
" Ini bekalnya mas, hati-hati dijalan", ucap Reva sambil mencium punggung tangan suaminya.
Faris dengar cepat langsung menuju mobilnya Yang sudah di siapkan mang Dadang tukang kebun Faris.
Mobil sudah keluar dari halaman, Reva kemudian masuk ke dalam kamar. Baru beberapa hari di rumah sudah merasakan bosan.
"Ting tong, bell rumah berbunyi.
Mak Sumi, langsung membukakan pintu untuk seseorang.
" Maaf anda mau cari siapa yah mba? tanya Mak Sumi.
" Perkenalkan, nama saya Siti bu Sumi baby sister untuk baby Zain ucap Siti.
" Silahkan masuk Mbak Siti ucap Sumi mempersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu, Sumi memberitahukan ke Nyonya Besar.
Langkah kakinya menuju kamar Nyonya besar yang sedang membereskan baju untuk di taruh di koper.
" Tok..tok tok permisi Nyonya", ucap Sumi di balik pintu.
" Ceklek, iya bi ada apa? tanya Debora.
" Ada tamu Nyonya, katanya Baby sister buat baby Zain", ucap Sumi sopan.
" Ya sudah, kamu bikinin dia minum nanti ibu yang temui", ujar Debora kemudian ia berjalan menuju ruang tamu.
__ADS_1
Matanya tertuju ke seseorang yang bernama Siti. Debora duduk di hadapan Siti.
" Perkenalkan nama saya Debora", ucap Debora sambil bersalaman kepada Siti dengan sopan, Siti pun menerima salam dari Debora.
" Saya Siti Nyonya", ucap Siti sopan.
Setelah panjang lebar, Debora mengantar Siti ke tempat tidur dimana bersebelahan dengan kamar Sumi dan membawa Siti ke taman belakang rumah.
Setelah berbicara dengan Debora dan Debora merasa cocok, ia memanggil menantunya Reva dan cucunya Zain.
Mereka saling berkenalan, Reva sudah cocok dengan Siti.
" Hay Zain", ucap Siti berbicara Dengan bayi mungil.
********
PT Fernandez grup
Faris sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya. Minggu depan Faris harus keluar kota sekitar satu Minggu.
Walaupun sudah menikah, Faris masih tetap jadi idola para karyawan wanita.
Faris masih bergelut dengan map-map yang tertumpuk rapi di depannya.
" Beberapa hari saja sudah segunung apa lagi kalau cuti satu Minggu" keluh Faris yang merasa badannya pegal.
Menunggu 40 hari itu serasa lama sekali seperti 40 tahun lamanya tidak menjamah istrinya. Otaknya mulai mesum yang membuat dirinya untuk lebih semangat bekerja agar cepat pulang ke rumah.
Jam begitu cepat memindahkan jarumnya, kini sudah mendekati jam istirahat. Faris memegang ganggang telefon.
" Bay, keruangan saya sebentar", ucap Faris.
" Siap pak" jawab Bayu di ujung telfon.
Bayu mengetuk pintu, di persilahkan masuk ke ruangan Faris.
" Ada apa pak? tanya Bayu sopan.
" Bay, tolong kamu lanjutkan ini semua, saya mau keluar bentar", ucap Faris.
Faris membawa kunci mobil dan keluar, entah apa yang di pikirkan tiba-tiba ia teringat seseorang.
Faris menjalankan mobilnya ke sebuah restoran restoran seafood dan membungkus makanan.
Setelah selesai, mobil melaju dengan kecepatan sedang, beberapa menit sudah meninggalkan restoran. Kakinya masuk tanpa ragu ke kantor polisi dimana Cindy di penjara.
" Permisi pak" ucap Faris sopan.
" Maaf pak, ada yang bisa kami bantu? tanya Pak Polis.
__ADS_1
" Saya mau menjenguk tahanan atas nama Cindy. ucap Faris
Kemudian Pak Polisi mengantarkan Faris ke ruangan tamu khusus kunjungan tahanan. Dia duduk menunggu Cindy keluar dari tahanan.
" Ngapain kamu kesini" ketus Cindy tanpa melirik Faris.
" Saya kesini hanya ingin tau kabar kamu", ucap Faris.
" Tak perlu, saya nggak butuh kamu belas kasian darimu!! asal kamu tahu walaupun saya di penjara saya akan tetap balas dendam", Ucap Cindy dengan nada emosi.
" Please Cindy, kasian anak kamu, dia menunggu kepulangan kamu dari sini" ucap Faris kemudian memberi makanan untuk Cindy.
" Brraaakkkk makanan dilempar Cindy sehingga semuanya terjatuh.
" Saya nggak butuh belas kasian darimu!! karena kamu Anak saya jadi menderita!! teriak Cindy seperti kesetanan.
Polisi langsung membawa Cindy kedalam lapas lagi.
" Maaf pak, silahkan anda pulang", ucap Polisi sopan.
Faris mengangguk kemudian meninggalkan kantor polisi, niat baik tak selamanya akan dianggap baik.
Faris takut akan terjadi pada diri Reva, pasalnya Cindy seseorang yang nekat.
" Lebih baik, saya harus lebih ketat menjaga istri dan anak saya ", guman Faris.
Faris sudah didalam mobil, ia segera menjalankan mobilnya meninggalkan halaman kantor polisi.
Hari semakin siang, perutnya terasa panas.
Mobil terus melaju sampai rumah, pikirannya hanya takut akan terjadi pada Reva dan Zain.
Mobil sudah sampai di rumah, ia masuk ke dalam rumah. terlihat sosok Siti yang sedang mengendong Zain. Siti tersenyum dan menundukkan kepalanya di hadapan Faris tanda hormat.
Faris hanya tersenyum dan meninggalkan Siti, ia masuk kedalam kamar dimana Reva sedang tertidur.
" Sayang" ucap Faris sambil menciumi kening Reva.
" Eh mas Faris, kamu sudah pulang", ujar Reva yang masih agak mengantuk.
" Baru pulang ko sayang", jawab Faris.
Reva akhirnya terbangun mendengar suara perut Faris yang mulai keroncongan.
" Mau kemana sayang", tanya Faris.
" Mau ke dapur mas, kamu belum makan kan? aku siapkan makan dulu buat kamu," ucap Reva.
Reva meninggalkan Faris, ia menyiapkan makan siang.
__ADS_1