
Hujan rintik di pagi hari membuat Reva dan Faris mager.
" Mas bangun mas, sholat subuh dulu ucap Reva.
" Bentar lagi yah sayang, badan mas sakit semua ucap Faris.
" Sholat dulu mas, nanti habis sholat bobo lagi.
Keduanya bangun dan melaksanakan sholat subuh berjama'ah. Selesai sholat keduanya merebahkan tubuhnya kembali di ranjang.
Hujan mulai deras, suasana kamar mereka menjadi dingin. Tidur keduanya begitu nyenyak sampai siang.
" Hoaaammmmm Reva perlahan membuka matanya.
" Ya ampun, sudah jam sembilan guman Reva kemudian bergegas ke kamar mandi.
Setelah mandi Reva membangunkan Faris, Rencanaya hari ini akan ke dokter kandungan.
Reva dan Faris sudah berdandan rapi, Ia begitu cantik. Aura kecantikannya bertambah, sekarang Reva sudah terbiasa menggunakan make up.
Mereka duduk di meja makan, makanan sudah tersedia tapi semua keluarga sudah sarapan tinggal Reva dan Faris.
Setelah makan, mereka berpamitan untuk ke rumah sakit.
Didalam mobil, Reva duduk sambil bersandar, Ia terus menerus mengelus-elus perutnya yang begitu besar.
" Mas, anak kita gerak-gerak mas ucap Reva sambil tersenyum bahagia.
" Iyah sayang, pasti anak kita jagoan kaya papahnya yang ganteng ini ucap Faris yang tersenyum lebar.
" Ciiiaaaahhh ganteng dari mana! dilihat dari sedotan ejek Reva.
__ADS_1
" Emang suamimu ganteng ko, nyatanya ajah banyak yang ngejar - ngejar.
" Hahahaahaa Reva tertawa begitu lepas.
Faris melanjutkan menyetir mobilnya dengan pelan, keadaan jalanan yang tak begitu ramai membuat mereka lebih cepat sampai rumah sakit.
Faris sudah mendaftarkan Reva lewat online. Reva duduk di ruang tunggu, sedangkan Faris mondar mandir yang mengecek ke ruang pendaftaran.
Reva dan Faris duduk di dekat poli klinik kandungan, Mereka sangat bahagia sebentar lagi Faris junior akan louncing.
Setelah menunggu tak beberapa lama, nama Reva dipanggil perawat. Reva dan Faris langsung masuk ke ruangan.
" Selamat siang Bu Pak sapa Dokter Juwita.
" Selamat Siang Bu Dokter ucap Reva.
Dokter Juwita melihat buku berwarna pink milik Reva.
Reva di bantu Faris tidur terlentang, Perawat memberikan Gel ke perut Reva. Dokter mulai mengerakan alat USG di atas perut Reva.
" Bapak bisa liat di layar pak suruh Dokter Juwita.
Faris dan Reva memandangi layar yang ada di hadapannya.
" Semuanya Sehat bu pak,semuanya berkembang dengan baik, berat badan normal sesuai umurnya ucap Dokter Juwita.
" Jenis kelaminya apa yah dok? tanya Faris.
" Di lihat dari sini, jenis kelaminya laki-laki Pak.
" Alhmdulillah guman Faris.
__ADS_1
" Deg..deg...deg..deg...deg... Suara detak jatungnya juga normal.
Selesai di USG, Reva duduk kembali di samping Faris.
" Ini saya Resepin Vitamin sama penguat kandungan, bulan depan kesini lagi ucap Dokter Juwita.
" Iyah dok, jawab Faris.
Setelah berbicara banyak hal dengan dokter Juwita, Faris dan Reva berpamitan pulang, mereka juga mendapatkan print hasil USG.
Keluar dari Ruangan, Reva duduk kembali di depan Apotik. Faris menebus obat untuk Reva. Menunggu obat memang sangat membosankan.
" Kruk...krukk, dede laper yah! ucap Reva berbicara dengan perutnya.
Faris dengan sigap, langsung membeli roti di depan.
" Makasih sayang ucap Reva sambil mengambil plastik yang berisi makanan di tangan Faris.
Reva memakan jajanan dan roti yang di beli Suaminya.
" Rasanya kenyang sekali guman Reva.
Menunggu beberapa lama, akhirnya nama Reva di panggil dan Faris langsung berdiri mengambilkan obatnya.
Mereka berjalan menuju parkiran.
" Kamu tunggu disini saja, mas yang ambil mobil sebentar ucap Faris.
Sambil duduk, Reva melihat sosok anak yang ia kenal bersama laki- laki teman kuliahnya.
" Itukan Beni dan anak sebelahnya anaknya Cindy guman Reva.
__ADS_1
Mobil Faris sudah menghampiri Reva, Ia segera masuk kedalam mobil dan mobil meninggalkan Rumah Sakit.