
" Mas bangun maa ucap Reva sambil mengoyangkan tubuh Faris.
" Hmmmm bentar lagi ucap Faris dengan nada mengantuk.
" Ini udah jam 9 pagi mas ucap Reva.
Faris membuka matanya, Ia masuk ke kamar mandi. Setelah Faris selesai, Reva masuk ke kamar mandi.
Semua sudah di packing dan di masukan ke dalam koper. Amel membantu membawakan kopernya ke dalam mobil.
" Kalian nggak sarapan dulu suruh Debora.
" Nggak usah mah, nanti kita cari makan di luar saja uca Faris.
Setelah sudah siap, Reva dan Faris berpamitan dengan Debora.
" Mah Reva pergi dulu yah ucap Reva sambil memeluk dan mencium punggung tangan.
Faris pun juga memeluk dan mencium punggung tangab Debora. Faris sudah berada di dalam mobil. Reva belum masuk mobil saja sudah mulai mual.
Hooeeekkk...hooeeekkk
" Kamu masuk angin sayang? tanya Debora.
" Nggak tau mah ucap Reva sambil mengambil minyak kayu putih dan di tempelkan ke hidung.
" Kampungan sekali! Beda banget sama Nona Cindy batin Amel sambil tertawa cekikikan.
__ADS_1
Reva langsung masuk ke dalam mobil, Mobil mulai melaju dengan cepat. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di Kampung Reva.
Hoeeekkk...Hoeeekkk....
Faris mencari tempat untuk memperhentikan mobilnya. Setelah berhenti di dekat persawahan Reva keluar dari mobil dan muntah- muntah.
" Mungkin karna belum makan Yank jadinya muntah ucap Faris sambil memijat belakang leher Reva.
Hoeeekkkk...hoeeekkk...
" Sudah? tanya Faris.
Reva hanya mengangguk, kemudian masuk kedalam mobil. Faris mengendarai mobil dengan pelan sembari mencari Restoran atau Rumah makan.
Faris menghentikan mobilnya di depan Rumah makan. Dia membukakan pintu mobil untuk Reva. Mereka berdua masuk ke dalam Rumah makan dan melihat menu yang tersedia.
" Jangan makan mie, kamu belum makan nasi dari pagi ucap Faris.
Akhirnya Faris memesan sayur asem, ikan, sambal dan teh manis panas. Tak harus menunggu lama, makanan sudah di hadapan masing- masing. Reva mulai menyuapkan makananya ke dalam mulut, rasanya malas sekali buat makan. Setelah makan Reva meminum obat antimo.
" Mas jalannya nanti dulu ucap Reva lemas.
" Kenapa Sayang, bukannya lebih cepat lebih baik ucap Faris.
" Nanti sayur asem, ikan sama sambalnya keluar lagi mas, mubazir kan! ucap Reva.
Setelah menunggu beberapa menit, efek antimo mulai bereaksi. Mata Reva mulai mengantuk, Ia segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Reva akhirnya tertidur, Faris mengemudi mobilnya kembali dengan cepat. Setelah beberapa jam, Akhirnya sampai juga di Kota Panjatan pukul 17.00 WIB.
Reva masih saja tertidur, Faris nggak tega membangunkan Reva. Dengan GPS Faris mulai menyetir kembali sampai tempat tujuan. Sekitar pukul 21.00 WIB Faris mulai memasuki Gerbang selamat datang.
" Yank,,, yank kita sudah sampai ini kita kemana lagi ucap Faris pelan.
Reva membuka matanya pelan, dia melihat ke kiri dan ke kanan teryata sudah gelap.
" Masih lurus lagi mas ucap Reva sambil menunjukan arah.
Faris dengan pelan mengemudi mobilnya, Mobil telah berhenti di sebuah gubug kecil dimana itu rumah Reva.
Reva keluar dari mobil, kebetulan sudah malam. Suasana Desa sudah sepi dan gelap. Reva mengambil kunci cadangan di dalam tas.
Ceklleeekkk...ceklleeekk...
" Ayo masuk mas ajak Reva.
Faris mengambil koper di dalam mobil, Dia masuk ke dalam Rumah Reva yang kecil.
" Mas kopernya taruh di kamarku saja mas ucap Reva sambil menunjukan kamarnya.
Reva masuk ke dapur mencari sesuatu tapi nggak ada yang bisa di makan. Rumah Reva masih kelihatan rapi karna tetangga yang mengurus semuanya.
Faris duduk di ranjang, Dia melihat seisi rumah.
" Kasurnya keras guman Faris sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Reva masuk ke dalam kamar, Faris sudah tertidur. Kemudian Reva mengunci rumah dan Ia kembali ke kamar untuk istirahat. Tubuhnya ia baringkan di ranjang kecil dan hanya muat dua orang saja. Mereka pun akhirnya tertidur dan bermimpi indah.