Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 75


__ADS_3

Di dalam mobil Reva seperti memikirkan sesuatu.


" Bagiamana kabar Cindy yah! anaknya kasian ucap Reva dalam hati.


Mobil melaju dengan pelan, hujan begitu lebat membuat Faris takut untuk melaju dengan cepat, pandanganya begitu gelap karena hujan yang terus menerus.


" Mas, aku lapar? ucap Reva manja.


" Iyah sayang, makan di rumah saja yah!! sebentar lagi kita sampai rumah ko ucap Faris.


" Nggak mau mas, pengin makan bakso.


" Hujan sayang, nanti suruh bibi bikin bakso sendiri yah!.


" Nggak mau, pengin maem bakso di kedai bakso mas rengek Reva.


" Sayang, nggak bersih sayang,,,


" Nggak mau, pokoknya makan bakso, Dede utun sabar yah, papah kamu nggak ngebolehin kita makan bakso, jangan sedih yah di perut mamah. Muka Reva menjadi cemberut.


" Oke,,, kita cari kedai bakso.


" Yeeee makasih yah mas, kita makan bakso.


Faris mencari kedai bakso yang menurutnya nyaman dan nggak kehujanan. Dia memberhentikan mobilnya pas di depan kedai bakso Suryadi asli Wonogiri.


Faris mengambil payungnya, ia keluar duluan dan membukakan pintu untuk Reva agar dia nggak kehujanan.


Faris mencari tempat duduk yang ada sandarannya, ia nggak mau Reva duduk nggak nyaman. Perutnya yang sudah mulai membesar membuat dirinya susah beraktifitas.

__ADS_1


" Biar mas yang pesen, kamu duduk disini saja!.


Faris berjalan ke gerobak bakso, ia memesan dua mangkok bakso dan teh manis. Faris duduk kembali di sebelah Reva.


Tak menunggu lama, bakso pesanan Faris sudah di depan mata. Reva langsung mengambil sambal.


" Jangan banyak-banyak sambalnya, nanti sakit perut tegur Faris.


" Iyah mas jwab Reva.


Reva makan bakso dengan lahapnya sampai menambah satu mangkok lagi. Faris hanya mengelengkan kepalanya.


" Gimana sudah kenyang? mau bungkus lagi apa nggak?? ucap Faris.


" Bungkus lagi boleh yah mas! ucap Reva.


" Memang kamu masih kuat makan?


Faris hanya diam istrinya memesan bakso lagi, dia tahu mungkin hamil tua makannya begitu banyak.


Selesai Faris membayar, keduanya masuk kedalam mobil.


" Bungkus 4 banyak banget! tanya Faris.


" Oh buat mamah, papah sama aku donk mas ucap Reva sambil tertawa.


" What!! dasar bumil... yang penting kamu dan anak kita sehat.


Faris mulai menjalankan mobilnya dengan pelan, hujan masih begitu lebat. Setelah setengah jam, akhirnya mereka sampai dirumah.

__ADS_1


" Assalamualaikum.


" Walaikumsalamsalam.


" Bagaimana keadaan cucu mamah?


" Semuanya sehat mah, jenis kelaminya laki-laki.


" Alhmdulillah, yang penting sehat mamah juga sudah senang nak.


Reva memberikan bakso ke mamah, kemudian dia masuk kamar untuk menganti baju kebesarannya yaitu daster.


" Sayang, mas ke kantor dulu yah! pamit Faris


Reva tak lupa mencium punggung tangan suaminya, dan Faris mencium kening dan perut Reva.


Faris sudah meninggalkan rumah, Reva duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Kangen ibu sama bapak, kangen kampung halaman. Rasanya ingin pulang kampung guman Reva.


Reva berjalan menuju meja rias, ia mengambil foto dirinya dan kedua orang tuanya.


" Dulu aku kira hidupku bakalan menderita setelah menikah, tapi Tuhan berkehendak lain. Suami dan kedua mertuaku semuanya baik-baik. Terimaksih ibu bapak yang selalu mengajarkan arti sabar dan ikhlas guman Reva.


Ia tertidur sambil memeluk foto kedua orang tuanya.


Hari mulai sore, Reva akhirnya terbangun dari tidurnya ketika mendengarkan suara adzan ashar berkumandang.


" Rupanya aku ketiduran ucap Reva.

__ADS_1


Reva bangun dan mandi, setelah mandi menjalankan kewajibanya sebagai umatnya.


__ADS_2