
Reva binggung harus ngapain, karna dia memang tidak tau menau tentang perusahaan. Tapi yang jelas reva tau kalau jordi dan ayahnya bukan orang baik-baik, dia orang yang tamak akan haus kekayaan dan harta.
Mobil berhenti di sebuah rumah besar, satpam sudah kenal dengan pak andrea makanya dia di perbolehkan masuk. Debora dan Fernandez adalah sahabat andrea.
Kakek memencet bel rumah, seseorang membukakan pintu.
" Tuan andrea sapaa pelayan.
" Maaf Debora dan Fernandez ada di rumah ucap andrea sopan.
" Ada, Tuan dan Nyonya ada di taman belakang, silahkan masuk tuan biar Nyonya dan Tuan saya panggilkan ucap Pelayan.
Andrea duduk di sofa ruang tamu, pikirannya sudah tidak karuan.
Debora dan Fernandez berjalan menuju ruang tamu, terlihat sahabatnya sedang menundukan kepala.
" Pak andrea panggil Fernandez.
" Mohon maaf kalau kedatanganku kesini menganggu istirahat kalian ucap andrea.
" Tak apa kami senang anda kesini ucap fernandez.
" Saya kesini bermaksud ingin minta tolong pada kalian, saya meminta bantuan ucap andrea, matanya menitihkan air mata.
Ucapan andrea berhenti, dia terus menerus menanggis. Dia binggung, bagaimana dia akan membahagiakan cucunya.
" Saya hampir bangkrut, saya di tipu sama kakak saya guntur lirih andrea.
" Apa!! guntur memang serakah!! dia nggak pernah puas ucap fernandez dengan nada tinggi.
" Tenang lah andrea, kami sebisa mungkin akan membantumu ucap debora.
" Terimaksih, saya sangat berhutang budi pada kalian ucap andrea.
__ADS_1
Andrea merasa lega, dia akan di bantu sahabatnya. Andrea pamit untuk pulang, Debora dan Fernandez mengantar sampai di pintu depan. Dia kasian melihat sahabatnya terkena musibah. Andrea memasuki mobilnya, dia melajukan mobilnya menuju kantor.
Sampai di kantor, andrea memasuki ruang kantor. Reva masih duduk di ruanganya, kakek langsung memanggil asistenya joko untuk keruangannya.
Joko segera ke kantor andrea, ketukan pintu terdengar dari luar, reva segera membukakan pintunya. Joko masuk, ia menatap bos tuanya yang agak sedikit tenang.
" Bagaimana tuan? tanya joko.
" Jok, kamu siapkan kerja sama dengan PT Fernandez, besok pagi Fernandez dan debora akan kesini, dia satu-satunya perusahan yang bisa membantu ke uangan kita ucap andrea.
" Siap Tuan jawab joko, ia meninggal ruangan andrea..
Hari mulai sore, reva masih membantu kakek bekerja. Selesai dengan pekerjaanya, reva dan kakek memutuskan untuk pulang. Kakek dan reva berjalan beriringan, Mobil sudah tersedia di depan kantor.
Supir pribadi pak andrea menyalakan mobil, mobil melaju dengan cepat. Sampai di rumah, reva langsung masuk ke dalam kamar, dia ingin segera mandi. Selesai mandi dan berdandan, reva merebahkan tubuhnya ke ranjang.
" Kakek bagaimana yah batin reva.
Reva langsung turun dari ranjangnya saat teringat kakeknya. Reva keluar kamar, dia tidak melihat kakek di meja makan.
" Iyah Non jawab bi sumi.
" Kakek kemana yah bi? tanya reva.
" Kakek di taman belakang non jawab bi sumi.
Reva berjalan menuju taman belakang, dia melihat sosok kakeknya sedang berada di depan kolam ikannya.
" Kenapa kakakku tega! apa yang merasuki dirimu mas guntur!! lirih andrea, ia masih saja melamun.
" Kakak panggil reva.
Kakek yang mendengar panggilan dari cucunya, menolehkan kepala.
__ADS_1
" Kita makan dulu kek, ini sudah waktunya jam makan siang. ucap reva pelan.
Kakek hanya mengangguk saja, reva mengandeng kakek berjalan menuju meja makan. Makanan sudah tersedia semuanya.
Reva mengambilkan makanan untuk kakeknya, dia nggak mau kakeknya sakit. Perlahan- lahan kakek mulai makan, selesai makan reva mengantar kakeknya ke kamar agar istirahat.
Keluar dari kamar, reva binggung harus ngapain. Dia memutuskan untuk mencari udara segar di luar rumah. Reva berjalan kaki menuju taman yang tak jauh dari rumahnya.
Reva duduk di pinggir taman, ia menikmati pemandangan taman serta lalu lalang kendaraan di hadapanya. Suasana semakin malam, semakin malam semakin ramai.
Reva memutuskan untuk pulang, dia sudah mengantuk. Dia sudah terbiasa jalan kaki, dari ke jauhan uki melihat reva.
" Reva panggil uki, dia memberhentikan mobilnya di depan reva.
" Kamu ngapain sendirian disini? tanya uki.
" Nggak kenapa- kenapa kak, ini juga mau pulang jawab reva.
" Aku antarin yah! ajak uki.
" Nggak usah kak, terimakasih tolak reva.
Ponsel uki bergetar, seseorang menelfon uki yang tak lain pacarnya. Uki memang beda dari faris, Uki bisa di katakan playboy.
" Maaf yah rev, mamah telfon minta di jemput, saya duluan yah pamit uki.
" Iyah kak jawab reva.
Uki meninggalkan reva, reva memandang mobil uki sampai pergi meninggalkan dirinya. Dia melanjutkan jalan kakinya, sampai dirumah reva langsung kekamar. Dia mencuci mukanya kemudian naik ke atas ranjang.
********
Jangan lupa like, komen, vote
__ADS_1
Terimakasih