
" Good job pah ucap debora yang kegirangan.
Mereka berdua tertawa kecil.
" Akting papah memang keren, artis- artis papan atas ajah kalah sama papah ucap debora bangga sambil mengacungkan jempol.
" Papah gitu loh mah, papah itu jagonya Akting ucap fernandez sambil tertawa.
" Percaya deh, yang dulu di tawarin jadi artis tapi nggak jadi ejek Debora.
" Itukan karna mamah, coba kalau papah jadi artis pasti banyak cewe yang nempel sindir Fernandez.
" PD banget!! ejek debora.
" Nyatanya anak kita ajah ganteng ucap Fernandez.
Mereka masih saja tertawa kecil di kamarnya.
--------
Reva sudah pulang ke kediamannya, dia melihat kakek sedang duduk di teras belakang.
" Selamat sore menjelang malam kek sapa reva sambil mencium punggung tangan kakek.
" Sore juga balas Andrea.
Reva duduk di kursi sebelah kakeknya.
" Nak, Kakek sudah tua, kakek takut kalau suatu hari nanti kakek ninggalin kamu ucap andrea sedih.
" Kakek jangan bicara seperti itu, reva bakalan janji jagain kakek ucap reva.
" Kakek tau, tapi kakek ingin kamu menikah agar kamu ada yang jaga ucap andrea.
__ADS_1
" Menikah!! sontak reva kaget, kek umur reva saja masih 19tahun masih cukup muda untuk menikah, reva ingin memajukan perusahaan kakek ucap reva.
" Kakek tau kamu pacaran dengan nak faris, dia bakalan jadi imam yang baik buat kamu, percaya sama kakek.
" Boro- boro pacaran, kenal ajah baru, dah gitu songong lagi orangnya, sok banget batin reva.
Reva hanya menanggapi dengan senyuman manisnya.
" Kek reva mau ke kamar dulu pamit reva.
Reva mulai membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian. Selesai mandi, Reva kembali menemui kakeknya.
" Non reva, maaf kakek nggak mau makan lapor bi sumi.
" Biar saya saja bi yang menyuapi kakek jawab reva.
Reva mendekati kakeknya, dia duduk kembali di sebelah kakek.
" Kenapa kakek nggak mau makan? tanya reva pelan.
" Reva suapi yah kek, reva janji bakalan nurutin apa kata kakek ucap reva pelan.
" Ya sudah kakek mau makan, oya besok keluarga faris akan melamar kamu ucap Andrea bahagia.
" Iyah kek jawab reva.
Reva mengambil satu piring nasi berserta lauknya. Reva mulai menyuapi kakek, walaupun dia sedih tapi dia harus bahagia di hadapan kakek, mungkin ini yang terbaik.
" Kalau reva menikah, kuliah reva bagaimana kek? tanya reva.
" Masih bisa ko nak jawab Andrea.
Makanan kakek sudah habis, kini reva saatnya makan malam, perutnya mulai keroncongan, cacing- cacing di perut sudah demo minta makanan.
__ADS_1
Selesai makan, reva kembali masuk kamar. Dia harus bersiap untuk acara besok pagi.
--------
" Tok...tok... faris panggil Debora.
" Iyah mah jawab faris dari dalam pintu.
Faris membukakan pintu, dia menyuruh mamahnya masuk ke dalam kamar.
" Faris besok kita akan ke rumah reva ucap Debora.
" Mah, secepat itukah protes faris.
" Sayang, mamah sebenarnya nggak ingin seperti ini, memaksa kamu menikah, tapi kasian papah ucap debora sedih.
" Sebenarnya faris nggak pernah pacaran sama Reva mah ucap faris jujur.
" Pacaran sesudah menikah kan lebih baik ucap Debora.
" Faris juga nggak cinta reva protes faris.
" Mencintai setelah menikah itu lebih gemoy ucap Debora.
" Idihhhh mamah, alay sekali kata- katanya, gemoy gemoy apaan sih mah gerutu faris.
" Ya sudah, mamah tunggu di meja makan kita makan malam ucap debora.
Kemudian debora keluar dari kamar faris, dia menginfokan ke suaminya.
*********
Jangan lupa like, komen, n vote...
__ADS_1
Terimakasih 😊