
" Lebih baik makan di rumah saja, nanti Reva marah" guman Faris kemudian membawa rantang makanan yang di beri Ratih.
Faris berjalan menuju mobilnya, ia mengemudi mobilnya membelah jalanan.
" ya ampun, ini rantang kenapa nggak buat office boy saja tapi nggak masalah juga kan lagian ini kan sudah di kasih" guman Faris.
Faris terus mengemudi mobilnya, sampai ia melihat seorang anak kecil sedang mengemis di lampu merah.
" ini de buat kamu" ucap Faris sambil memberikan rantang makanan untuk adek kecil dan satu lembar uang kertas 100ribuan.
" Terimakasih pak" Ucap anak tersebut. lampu rambu lalu lintas sudah berwarna hijau tandanya Faris harus menjalankan mobilnya kembali.
Sekitar tiga puluh menit akhirnya Faris sudah sampai di rumah.
" Assalamualaikum" salam Faris.
" Walaikumsalam" balas bi Sumi yang sudah membuka pintu utama.
" Reva mana Bi? tanya Faris pelan.
" Non Reva di kamar tuan, dan kebetulan ada tamu" ucap Bi Sumi memberitahukan bawah ada tamu.
" Siapa? tanya Faris penasaran.
" Kakek non Reva, beliau di kamar tamu tuan" ucap Bi Sumi.
Bi Sumi Kembali ke dapur, sedangkan Faris ke kamarnya. Reva sedang tiduran bersama baby Zain.
__ADS_1
" Sayang" ucap Faris pelan sambil mengecup kening Reva.
" Mas Faris sudah pulang" guman Reva tersenyum tipis.
" sudah makan mas? tanya Reva pelan, takut baby Zain ke bangun.
" Belum yank, mas lapar sekali" ucap Faris yang terus memeganginya perutnya.
Reva dan Faris keluar kamar, mereka menuju dapur. Reva mulai menyiapkan piring serta makanan untuk Faris tak lupa es teh manis.
Faris makan dengan lahap, Reva hanya memandangi dan tersenyum kepada suaminya.
" Kamu nggak makan yank? ucap Faris sambil menyuapkan makanannya kedalam mulut.
" q dah makan mas" jawab Reva.
Setelah menonton telivisi, Faris memainkan ponselnya dan mengirim pesan untuk Bayu bahwa dirinya pulang ke rumah.
" Kakek" panggil Faris yang melihat kakek sedang berjalan menuju dirinya.
" Faris" sapa Andrea, mereka saling berpelukan melepas kerinduan.
Mereka duduk di sofa ruang tengah.
" Gimana kabar kakek" tanya Faris.
" Alhamdulillah kakek baik, kamu juga harus baik ya nak" ucap Andrea sambil tertawa lepas.
__ADS_1
mereka mengobrol tentang bisnis dan lainya, sesekali gelak tawa mereka terdengar sampai di kamar milik Faris dan Reva.
Reva sambil mengendong Zain bergabung bersama kakek dan papah Zain.
" Asik bener ngobrolnya" celoteh Reva yang semakin mendekat.
" kita lagi ngobrol masalah usaha yank, sini gabung" ajak Faris.
" Iyah yank, biar Reva dapat ilmu" ucap Reva diselingi dengan tawanya yang renyah.
Mereka berempat bercanda bersama di ruang tengah.
cekreekk ..
cekreekk..
cekreekk..
Seseorang mengambil beberapa foto mereka berempat dan mengirimkan ke bosnya.
" ko kaya ada yang mengintai" guman Reva sambil clingak-clinguk ke arah kiri dan kanan.
" Ah mungkin perasaan saya saja" batin Reva.
Reva kembali ke dapur menemui Siti, karena hari sudah sore jadi Zain harus mandi dulu biar ganteng. Reva juga ikut mandi, ia ingin setelah mandi mengajak Zain ke taman untuk jalan-jalan sore. Reva setelah mandi menemui Zain kembali.
" Mas, aku mau ke taman" pamit Reva.
__ADS_1
Faris mengangguk bawa dirinya memperbolehkan Reva mengajak Zain ke taman.