Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 8


__ADS_3

Di dalam rumah, Reva mulai menata bajunya di masukan kedalam tas jinjing. Reva juga menata uang tinggalan bapanya agar di bagi menjadi 4 penyimpanan, takutnya di copet saat di perjalanan. Jakarta itu keras, sebisa mungkin Reva harus pintar. Setelah menata tasnya, Ia mengunjungi makam ke dua orang tuanya.


Dia berjalan menyusuri sungai, sawah dan desa. Sampai di makam, Reva duduk di tengah antara makam ibu dan bapak.


" Bu Pak, Reva pamit yah! Reva besok pagi mau ke Jakarta. Doain Reva yah bu pak ucap Reva sambil mengusap batu nisan kedua orang tuanya.


Panjang lebar Reva berbicara di hadapan makam mereka. Hari mulai siang, matahari sudah di atas ubun -ubun.


" Semangat Reva, go..go..go... kamu itu cewe kuat dan tangguh, ibu dan bapak pasti bangga diatas sana ucap Reva.


Reva segera pulang, dia memang tak pernah main semenjak orang tuanya meninggal.


Sepi, sendiri itu yang di alami Reva kala itu, Reva yang sekarang harus kuat seperti batu karang.


Jam mulai berdetak, malam yang sunyi sepi. Reva memilih tidur cepat agar tak kesiangan.


Pagi yang indah, matahari mulai menyinari bumi, Reva sudah siap untuk berangkat ke Jakarta.


" Bismillah, semoga selamat sampai tujuan. Semoga cita-citaku tercapai, amin amin ya ALLAH guman Reva dalam hari.


Di perjalanan Reva sesekali melihat pemandangan, bus melaju dengan kecepatan penuh. Semua penumpang kebanyakan meluangkan waktunya untuk tidur. Tapi Reva memilih membaca beberapa buku tentang kedokteran.


Sampai di kota Panjitan, Reva mulai menaiki bus untuk ke Stasiun. Tak memerlukan waktu lama, Reva sampai di Stasiun. Kemudian Reva memesan tiket untuk ke Jakarta. Setelah semuanya selesai, Ia menunggu di Stasiun menunggu kedatangan kereta. Menunggu sekitar 2 jam di Stasiun kereta tujuan Jakarta. Reva langsung naik dan duduk di no kursi yang di tentukan.


Kereta ekspres melaju dengan cepat, ini pertama kali Reva naik kereta. Matanya mulai berkunang- kunang, perut keroncongan.

__ADS_1


" Kenapa mba? tanya seseorang laki laki di samping Reva.


" Nggak kenapa- kenapa ko Mas, jawab Reva.


" Kruyuk...kruyuk.. bunyi suara perut Reva yang terdengar sampai telinga lelaki tersebut.


" Mba lapar yah, ini ada roti ucap mas- mas di samping Reva sambil menyodorkan roti dan air putih.


" Nggak usah mas, terimakasih ucap Reva gugup dan takut.


" Nggak usah takut mba, saya orang baik- baik ko ucap Mas tersebut sambil tersenyum.


Dengan ragu Reva mengambil roti dan minumannya tersebut. Reva takut minuman dan makannya ada obat tidur kemudian dia di rampok. Reva mulai menyuapkan rotinya sedikit demi sedikit ke dalam mulutnya.


" Alhmdulillah bertemu orang baik guman Reva dalam hati.


" No yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi. tut...tut..tut.


" Kenapa mas Dimas di hubungi susah sekali sih, guman Reva cemberut sambil bolak balik menelfon Dimas.


Keretanya bentar lagi sampai, Reva masih memikirkan harus kemana dulu. Ia memainkan ponselnya untuk mencari kos'an yang menurut dirinya murah.


" Wah, ada nih satu bulan 700rb sudah ada kasur sama lemari plus kipas angin guman Reva.


Sampai di stasiun, Reva membuka ponselnya kembali untuk mencari alamat kos'an tersebut.

__ADS_1


" Jepret... kecopetan.


" Copeett..Copeeet... teriak Reva sambil berlari mengejar copet tersebut.


Semua orang yang disitu ikut mengejar copet tersebut tapi tidak tertangkap. Copet tersebut berlari sangat kencang.


" Untung di tas tersebut uangnya tinggal 200rb, Aduh, alamatnya ada di tas tersebut ucap Reva sambil memegang kepalanya.


Reva melanjutkan perjalannya lagi menuju kos'an yang ia tuju. Sampai di kos Reva kemudian di ajak melihat seisi kamar.


" Bagaimana cocok atau nggak mba? Oya dengan mba siapa yah? tanya Ibu kos.


" Saya Reva bu ucap Reva sambil mengambil KTP di tas jinjingnya.


" Saya bu Retno, anak kos disini memanggil saya Mamih, Oya Reva semoga betah ucap Mamih.


" Ini mamih saya, bayar satu bulan dulu ucap Reva sambil memberikan uang 700rb.


" Terimakasih ucap Mamih.


Kemudian Mamih memberikan kunci ke Reva dan Ia meninggalkan Reva di kamar.


********


Jangan lupa like, di tunggu kelanjutannya yah gaes..

__ADS_1


Ig @vivi_kunaefi


__ADS_2