Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 14


__ADS_3

" Kurang ajar!! datang cuman mau cerita masalah wanita guman faris marah.


" Masa mamah mau ngenalin aku sama anaknya tante lisa, di kira nggak laku saja gerutu faris.


Faris masih memikirkan untuk mencari wanita bayaran, agar dia tak malu saat datang ke acara mamahnya.


Malam semakin larut, faris mulai memejamkan mata, ia berharap besok menemukan ke ajaiban.


Hujan rintik mehiasi pagi ini, matahari belum saja menampakan sinarnya. Reva seperti biasa, dia berangkat ke kantin untuk bekerja.


Sampai di kantin, reva langsung membersihkan kantin sambil menunggu bu neni datang. Ia mengambil ponsel di sakunya.


" Clenting,,,clenting.. terdengar pesan masuk.


" Pagi reva, maaf yah sayang dari kemarin- kemarin saya sibuk, besok saya mau pulang kampung isi chat dimas.


" Apa'an dia, lebay banget gerutu reva sambil marah-marah di depan ponselnya.


Reva hanya membaca saja, nggak menghiraukan chat masuk dari dimas. Tak menunggu lama bu neni sudah datang membawa belanjaanya. Reva segera membantu bu neni masak. Berjam-jam reva dan bu neni memasak, sampai dengan selasai.


Kantin mulai rame, pengunjung memadati tempat duduk, seperti biasa reva juga membantu melayani pembeli di warung ini.


" Dreettt....dreeett ponsel bu neni bergetar, ia segera mengangkat telfon masuk.


"Halo bu neni, ini saya faris ucap faris.


" Oh, iyah pak, ada yang bisa saya bantu jawab bu neni sopan.


" Bu saya pesan nasi, terus sayur asem, ikan , tahu sama tempe oya sambal dan lalapan yah bu, di antar ke ruangan saya ucap faris.


" Siap pak, di tunggu sebentar yah pak ucap bu neni.


Kemudian ia mematikan ponselnya, bu neni segera menyiapkan pesanan pak faris.


" Reva panggil bu neni.


" Iyah bu, ada apa ucap reva.


" Tolong kamu kirimkan makanan ini untuk pak faris, pemilik PT Fernandez ucap bu neni.


Reva membawa makan tersebut dengan pelan, ia meminta pak satpam untuk menunjukan ruangan pemilik perusahaan tersebut. Refa berjalan menaiki lift yang di arahkan pak satpam. Sampai di gedung paling tinggi, reva melihat sekeliling dan mencari ruangan presiden direktur. Dia berjalan menyusuri lorong. Keadaan lorong tersebut sangat sepi, mungkin semua karyawan sedang beristirahat.

__ADS_1


" Direktur utama, ia membaca tulisan tersebut.


" Pasti itu ruangannya guman reva sambil berjalan mendeketi ruangan tersebut.


" Tok...tok... permisi ucap reva.


" Masuk, teriak faris di dalam ruangan.


Reva masuk keruangan faris, ia tak melihat wajah faris. faris terus menundukan kepalanya sambil memainkan ponselnya.


" Taruh di meja saja, nanti biar office boy saya saja yang membawa piring kotornya ucap faris.


" Iyah pak, jawab reva.


Reva segera meninggalakan ruangan tersebut.


" Suara tadi seperti kenal, tapi mana yah guman faris sambil berjalan menuju meja tempat reva menaruh makanan.


Faris langsung memakannya dengan lahap, selesai makan ia masih memikirkan bagaimana dia bisa mencari wanita bayaran. Faris sudah bosan selalu di jodohkan dengan anak teman mamah dan papahnya. Faris mengeluarkan ponselnya dan menelfon bayu.


" Bay, keruangan saya sekarang! perintah faris.


Tak menunggu lama, bayu sudah sampai diruangan pak faris.


" Ada yang bisa saya bantu pak? tanya bayu.


" Bayu coba kamu carikan saya wanita bayaran untuk besok malam! ucap faris.


" Iyah pak, apakah ada kriterianya pak? tanya bayu.


" Yang pasti cantik, oya jangan karyawan sini , saya bisa malu terus juga orang tua saya pasti ucap faris.


" Oke pak, nanti saya cari ucap bayu.


Dia kemudian meninggalkan ruangan faris.


--------


Kantin mulai sepi, reva langsung membereskan semuanya. Selesai semua reva berpamitan sama bu neni untuk pulang.


Dia berjalan kaki seperti biasa, menuju kos'n. Dari belakang seseorang mengikuti reva yang tak lain adalah uki. Uki dari pagi mencari reva, ia lupa kalau dirinya belum meminta no ponselnya.

__ADS_1


" Reva panggil uki.


" Eh mas uki ucap reva pelan.


Reva berhenti, uki keluar dari mobilnya.


" Bagaimana keadaanmu va? tanya uki basa basi.


" Alhmdulillah sudah sehat ko mas, ini mau pulang ucap reva.


" Saya antar yah va ucap uki.


" Nggak usah mas, nggak papa tolak reva, ia takut muntah di mobil uki.


Mereka duduk sejenak di pinggiran jalan, seperti sudah akrab. Panjang lebar berbincang, reva melihat jam ponselnya teryata sudah setengah 6.


" Mas saya pulang dulu yah, sudah sore pamit reva.


" Bentar va, no kamu berapa? tanya uki.


" O81911365252 ucap reva.


Reva kembali berjalan kaki untuk pulang, sampai di kosan ia segera mandi dan mencuci baju. Selesai semuanya reva tak lupa menjalankan kewajibanya.


Malam semakin larut, ia mulai memejamkan matanya.


" Clenting... clenting... suara ponsel reva berbunyi, ia segera melihatnya


" No siapa ini guman reva, reva tidak menghiraukan pesan masuk.


Dia langsung tidur pulas.


********


Jangan lupa like, komen dan vote.


Terimakasih di tunggu kelanjutannya


Mau kenal authornya follow


Ig'nya Vivi_kunaefi

__ADS_1


__ADS_2