
Faris melangkahkan kakinya menuju kamar, Reva dan Zain sudah tertidur. Ia berjalan menuju kamar mandi, dari kemarin tak mandi.
Air shower menguyur tubuh Faris, membuat badan serasa segar. Setelah mandi, berganti pakaian dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Zain.
Hari semakin sore, Reva sudah terbangun dan Zain juga sudah mandi.
"hooaaammm,, Faris baru bangun tidur, tak lupa mencuci muka.
Reva duduk sambil memberi asi untuk Baby Zain, kemungkinan besar selama 40 hari ke depan Reva akan di rumah mengurus baby Z.
" Mas" panggil Reva pelan.
" Iyah sayang", jawab Faris.
" Mas, boleh kan Reva berangkat kuliah lagi? tanya Reva.
" Boleh sayang, selama Zain terurus dengan benar, kamu boleh melanjutkan kuliahmu dan satu lagi jangan sampai kamu menelantarkan anak kita", titah Faris.
Raihlah cita-cita mu setinggi langit, tapi sebagai seorang wanita yang sudah menikah jangan sampai melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu yang baik buat anaknya.
********
Keesokan hari di kantor Faris.
Semua karyawan mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertamanya dan beberapa rangkaian bunga di halaman kantor ucapan selamat.
Semua karyawan berebut ingin berjabat tangan dengan CEO Faris.
" Selamat pagi, mohon perhatiannya Karena hari ini kelahiran putra pertama saya, kalian bisa makan siang gratis yang sudah di sediakan di kantin kantor " ucap Faris dengan lantang.
Tepuk tangan meriah di sambut semua karyawan. mereka bahagia karena uang makan utuh. Sebagian besar karyawan kalau di traktir makan pasti pada senang kan? hayoo ngaku saja, soalnya author juga sama.
Faris masuk ke dalam ruangannya, baru beberapa jam yang lalu pergi ke kantor ini sudah kangen sama anak dan istri. Faris mengambil ponselnya di saku, mengotak Atik ponsel dan menelfon sang istri tercinta.
" Assalamualaikum, jagoan papah Faris", panggilan tersambung vidio call.
" Walaikumsalam papah Faris", jawab Reva dengan nada seperti anak kecil.
Faris tersenyum memandang Zain yang tertidur dengan pulas,
" Sayang" panggil Faris,
" Iyah mas" kamera tertuju muka Reva.
" Sayang nanti mas mungkin pulangnya telat".
"Hmmm mas, mas jangan lupa makan terus kerjanya yang semangat".
__ADS_1
" Iyah sayang, ya sudah mas kerja dulu yah".
" Iyah mas, muuuaaacchh I love you mas".
" I love you to sayang, muuaaachhh".
Panggilan tertutup, Faris langsung bekerja dengan semangat. Tidak mau sampai lembur, Faris dengan cepat mengeluarkan tenaga dalam untuk mengerjakan pekerjaannya.
*********
Kediaman Fernandez
Reva, Debora, Fernandez dan Zain duduk di halaman belakang rumahnya, Debora dan Fernandez enggan pulang ke luar negeri ingin menetap di Indonesia bersama cucunya.
" Reva sayang, maafkan mama yah, kemungkinan mama dan papah bakalan balik ke luar negeri nemenin papah.
" kan bisa Vidio call mah", ucap Reva pelan, padahal dia ingin selalu di temani mamah.
Fernandez terus mengendong Zain.
" Kakek ko nggak datang yah, padahal kemarin dah aku hubungi", guman Reva pikirannya mulai cemas.
" Tenang Reva, nanti papah akan ke Andrea", ucap Fernandez pelan pada menantunya.
Hari semakin sore, Faris juga tak kunjung pulang baby Zain sudah wangi dan ganteng melebihi papahnya Faris.
" Assalamualaikum sayang", ucap Faris.
" Walaikumsalam mas", jawab Reva kemudian mencium punggung tangan Faris.
Mereka berjalan bersama menuju kamar, Faris langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Reva menyiapkan baju ganti suaminya.
Selesai mandi dan memakai baju, Faris duduk di sebelah ranjang mengamati baby Zain dan terus menciumi bayi mungilnya.
" Sekarang aku di lupakan", guman Reva kesal.
" Idih cemburu sama anaknya, sini sini mas peluk sama cium", ucap Faris manja sambil memeluk Reva.
Reva tersenyum bahagia mendapat ciuman hangat dan pelukan.
" Mas sudah makan? tanya Reva yang masih di pelukan Faris.
" Sudah sayang, Oya besok akan ada baby sister buat jagain baby Z. aku nggak mau kamu kecapean dan kalau sudah 40 hari kamu juga harus melayani suamimu ini donk", ucap Faris genit, ia nggak sabar menunggu 40 hari istrinya.
" Sabar donk mas, jangan main nyosor ajah", ucap Reva geli melihat tatapan suaminya yang ingin makan dirinya.
Faris terus menciumi aroma tubuh Reva, Reva geli sendiri sampai bulu kuduknya berdiri tegak bak seorang lagi upacara bendera.
__ADS_1
" Mas geli tau", ucap Reva mendesah.
" Sayang", jawab Faris nadanya yang begitu serak.
Mereka langsung tersadar ketika baby Zain menangis ingin minum susu. Reva langsung melepaskan pelukan Faris dan mengendong baby Zain.
" Ooaaa....Oooaaaa....Oooaaa.... Oaaa".
" Anak mamah, mau Nunu yah, ucap Reva pelan sambil mengendong baby Zain agar diam dari tangisannya.
Akhirnya setelah Reva memberikan Asi, Zain langsung diam dan melanjutkan tidurnya.
Reva melihat Faris yang juga ikut tidur di samping ranjang, mungkin karena lelah seharian kerja demi siapa kalau bukan anak dan istrinya.
Malam semakin laut, Reva masih berjaga menjaga Zain, setiap dua jam sekali Reva memberikan Asi. Dia nggak mau baby Z kekurangan gizi.
" kruk...kruk kruk.. seperti suara anak ayam terdengar jelas di telinga Reva.
Menurut orang dulu kalau ada suara ayam itu tandanya ada Mba Kunti yang sedang berjalan-jalan malam. Orang yang baru melahirkan juga bau wangi menurut bangsa halus seperti mba Kunti.
Suasana kamar Reva menjadi mencekam, bulu kuduk Reva mulai berdiri.
" Mas bangun mas" ucap Reva ketakutan.
" hmmm ada apa sayang", jawab Faris dengan suara khas bangun tidur.
" Mas tadi aku denger suara ayam, disini kan nggak pelihara ayam", ucap Reva ketakutan.
" Emang kenapa sayang, kalau ada suara ayam", ujar Faris yang kebingungan maksud dari Reva.
" Mas, kalau ada suara anak ayam konon katanya ada Mba Kunti", ucap Reva merinding .
" Mba Kunti siapa, Kuntilanak gitu" jawab Faris di perjelas.
" Jangan percaya gituan sayang, ya sudah mas temenin yah, tapi mas sambil sholat malam yah sayang",ucap Faris.
Reva mengangguk dan tersenyum, Faris masuk kemar mandi untuk berwudhu dan menganti pakaian yang bersih.
Sajadah sudah di bentangkan menghadap ke kiblat, Faris mulai melakukan sholat malam. Semenjak menikah dengan Reva banyak perubahan dalam diri Faris, sekarang dia lebih dengan sama sang Maha Pencipta.
Suasana kamar sudah lebih adem, Reva akhirnya tertidur sebentar, sedangkan Faris bergantian menjaga baby Zain.
Suara adzan subuh berkumandang, suaranya nyaring sekali mungkin karena keadaan malam dan sepi jadi terdengar begitu jelas beda kalau adzan dhuhur, ashar, magrib dan isya.
Faris masuk ke kamar dan wudhu kembali, setelah melakukan sholat subuh Faris membangunkan Reva.
" sayang bangun sudah subuh, mas ngantuk banget ucap Faris.
__ADS_1
Reva terbangun dan langsung memberikan Asi, sedangkan Faris mulai memejamkan matanya.