
Rumah yang tak terlalu besar, bergaya clasic.
" Bay, beresin semuanya, Saya ambil yang ini saja ucap Faris.
" Siap Ris ucap Bayu.
" Om kapan kita pindah ke rumah ini! bisik Reva.
" Secepatnya, kita bicarakan dulu sama mamah ucap Faris.
Reva berkeliling ke area dapur, dapur yang sangat luas beda sama rumah Reva yang di kampung.
" Duh luas banget, bisa berkebun nih guman Reva sambil tertawa bahagia.
Selesai melihat rumah, Reva meminta izin ke Faris agar Dia bisa kuliah, Reva sudah beberapa hari izin.
" Om, aku mau berangkat kuliah dulu yah! pamit Reva.
" Bay antar Reva ke kampus suruh Faris.
" Nggak usah Mas Bayu, Reva naik ojek saja ucap Reva sopan.
" Idih sama Bayu saja panggilnya Mas ucap Faris kesal.
Reva meninggalkan Faris dan Bayu di dalam rumah. Reva berjalan kaki menuju jalan raya, Ia menunggu di halte Perumahan.
" Reva panggil Putri yang sedang menaiki motornya.
Putri mendekati Reva yang sedang duduk di halte.
" Kemana aja luu Va, baru kelihatan? tanya Putri sambil turun dari motornya.
" Oh, ada urusan jadi harus di kantor Put jawab Reva berbohong.
Reva nggak mau kalau Putri ataupun Temen kampusnya tau kalau Dirinya sudah menikah.
" Mau ke kampus kan! Bareng aku saja ajak Putri.
" Maaf yah Put, aku dah pesen ojek online ucap Reva nggak enak hati.
__ADS_1
Ojek pesanan Reva sudah datang, Reva menaiki motornya. Motor sudah jalan, di ikuti Putri dari belakang. Hanya 10 menit saja jarak Perumahan Citra Pesona ke Kampus.
Refa dan Putri berjalan menuju kelas.
" Reva teriak Seseorang.
" Kayanya ada yang panggil kamu deh Va ucap Putri.
Reva mencari arah dari mana datangnya suara tersebut.
" Mas Dimas guman Reva pelan.
Dimas mendekati Reva, Reva tampak anggun mengenakan Dress di padukan dengan Blezer warna hitam.
" Siapa Va? tanya Putri.
" Temen sekampung Put jawab Reva.
" Kamu ngapainz ke sini Va! mau kuliah! ucap Dimas tertawa.
" Nggak, Aku mau mulung disini! ucap Reva ketus.
" Ya sudah aku mau pergi dulu pamit Reva.
Reva dan Putri meninggalkan Dimas sendirian.
" Temen luu songong banget yah! ucap Putri kesal.
" Biarin saja lah Put, nggak penting juga! jawab Reva.
Mereka masuk ke dalam kelas, Mata Kuliah sudah di mulai. Reva mulai focus, Dia nggak mau mata kuliahnya tertinggal lagi.
Selesai pelajaran, Reva dan Putri ke kantin kampus, perutnya sudah mulai kelaparan.
Clenting...clenting...
" *Pulang jam berapa? isi pesan Faris.
" Bentar lagi pulang! balasan Reva.
__ADS_1
" OTw*"
Reva memesan mie goreng 2 piring, untuk dirinya dan Putri. Keadaan kantin begitu ramai. Reva dan Putri asyik makan.
Braakkk....
" Meja gue nih! ngapainz kalian duduk di tempat senior! bentak Beni senior paling ganteng dan di segani.
" Ma..ma..aaff ka, saya nggak tau ucap Putri dengan suara terbata-bata.
" Put kenapa kita harus pergi! ucap Reva pelan.
" Kita pergi saja, nanti aku ceritain ucap Putri pelan.
Reva dan Putri pergi berpindah tempat, Dia nggak mau ada keributan di kantin. Putri menceritakan tentang Beni adalah senior dari Fakultas Ekonomi, Dia anak dari Ketua Yayasan Kampus.
" Seenaknya saja!! ucap Reva kesal.
Dari kejauhan Beni melihat ke Reva dan Putri berbicara.
" Dod, Dia siapa? sambil menunjuk Reva.
" Dia adik kelas kita dari Fakultas Ekonomi Reva namanya, terus satunya Putri, Dia juga anak Fakultas Ekonomi cuman bedanya Dia dapat beasiswa ucap Dodi panjang lebar.
" Aku ingin Reva jadi pacarku ucap Beni dengan PD.
Selesai makan, keduanya memutuskan untuk pulang.
" Mau bareng aku nggak Va? ajak Putri.
" Nggak usah, kamu pulang dulu saja ucap Reva.
" Oke, aku tinggal yah Va, bye ucap Putri.
Reva duduk di depan kampus, Dia menunggu jemputan. Tak lama kemudian jemputan datang. Reva sudah di dalam mobil Faris, Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Faris sudah meminta izin ke orang tuanya, bahwa mereka akan pindah rumah. Faris sudah mengisi semua keperluan di rumah barunya.
Sampai di rumah reva masuk kedalam kamar membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dan memakai baju, Reva duduk di depan laptopnya sambil mengerjakan tugas yang tertinggal.
__ADS_1