Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 25


__ADS_3

Hujan turun pagi ini, suasana mendung menyelimuti langit. Reva enggan bangun dari ranjangnya, selimut tebal masih menyelimuti dirinya.


" Tok...tok... Non reva panggil dari balik pintu yang tak lain bi sumi.


" Masih pagi sudah mengganggu orang istirahat guman reva.


Reva bangun, ia segera membukakan pintu kamarnya.


" Non ka...kek... non ucap bi sumi terbanta-bata.


" Kakek kenapa bi ucap reva khawatir.


" Kakek sakit non ucap bi sumi.


Reva yang mendengar kakek sakit sontak kaget, ia langsung berlari ke kamar kakeknya.


Kakek masih terbaring lemah di kamarnya, reva menyuruh kepala pelayan dan satpam mengangkat kakek untuk di bawa ke rumah sakit. Reva hanya mengenakan baju tidur, rambutnya di ikat sembarangan, dia nggak memikirkan penampilan.


Kakek sudah berada di dalam mobil bersama reva, sopir melajukan mobilnya ke Rumah Sakit Mitra Kasih. Badan kakek demam dan lemas seperti kekurangan cairan. Bi sumi kemudian menelfon dokter pribadi kakek, agar dokter standbay di UGD.


Sampai rumah sakit, Kakek langsung di bawa ke UGD. Dokter kemudian memeriksa kakek, infus sudah di terpasang di tangan kakek. Selesai di periksa dokter, reva menemui dokter Redo. Dokter Redo, beliu dokter pribadi kakek.


Reva di bawa keruangan dokter redo.


" Maaf anda siapanya Pak andrea, soalnya saya baru liat anda? tanya dokter redo.


" Saya cucu dari pak andrea dok, bagaimana keadaan kakek saya dok ucap reva khawatir.


" Pak andrea kurang istirahat non, beliu semalaman tidak tidur, maka dari karna itu tubuhnya drop ucap dokter menjelaskan.


Pak andrea di bawa ke ruangan VVIP, pekerjaan di kantor semuanya diurus oleh joko asisten pribadi pak andrea.


Reva senantiasa menjaga kakek dengan sepenuh hati, dia nggak mau di tinggalkan kakek. Hanya kakek keluarga satu-satunya yang dia sayang.


Sarapan sudah ada di meja, reva segera menyuapi kakek.


" Kek makan dulu yah ucap reva sambil menyuapi kakek.


Pelan-pelan kakek memakan suapan dari reva.


" Beruntung saya punya kamu cucuku batin Andrea.


Sarapan sudah habis, reva duduk di samping ranjang pasien sambil memijit kaki kakek.


" Gruukkk..grukkk....


" Sana kamu beli makan dulu ke kantin suruh Andrea.

__ADS_1


Reva beranjak dari ranjang, dia keluar dari ruangan VVIP menuju kantin.


" Tok..tok...


" Masuk teriak andrea.


Sepasang suami istri masuk ke kamar andrea, yang tak lain fernandez dan Debora.


" Bagaimana kabarmu? saya dapat kabar dari Joko bahwa kamu di rumah sakit ucap Fernandez.


" Nggak usah dipikirkan, kami akan membantumu timpal Debora.


" Terimakasih ucap andrea lega.


Mereka berbincang seperti biasa tertawa, fernandez dan debora menghibur andrea agar tidak kesepian.


" Kamu disini sama siapa? tanya Debora.


" Alhmdulillah sama cucuku jawab andrea.


" Cucu!!... Antonio sudah punya anak? tanya debora kembali.


" Iyah, saya menyesal telah mengusir antonio. sekarang dia sudah meninggal dunia lirih andrea, matanya berkaca-kaca.


Debora sudah tau masalah antara antonio dan andrea.


" Ceklleeekkk...pintu ruangan terbuka, reva masuk, ia tak sadar ada orang yang sedang menjenguk kakeknya.


" Reva panggil debora.


Reva sempat binggung, kenapa seseorang mengenal dirinya.


" Iyah tante jawab reva.


" Kamu masih ingat tante nggak ucap debora.


" Mamah kenal mah? tanya Fernandes.


" Dia itu pacarnya anak kita pak, Faris waktu mamah ultah, reva datang sama faris ucap debora semngat.


Reva hanya tersenyum getir.


Mereka berempat asyik ngobrol, setelah berapa jam berbicara debora dan fernandez berpamitan pulang.


" Nanti main yah sama faris ke rumah tante ucap debora.


" Insyallah tante jawab reva.

__ADS_1


" Ogah banget ketemu cowo kaya dia lagi batin reva.


Debora dan fernandez meninggalkan ruangan, kini hanya reva dan kakek.


Reva duduk di sofa, kakek istirahat di ranjang pasien.


_________


Sampai di rumah kediaman fernandez.


" Pah, kita kan sudah tau tuh asal usul reva bagaimana kalau faris kita nikahkan secepatnya ucap debora.


" Betul juga tuh mah, mamah setuju,, kita tekan anak kita biar cepat menikahi reva ucap fernandez sambil tertawa.


Faris telah sampai dirumah, dia melihat orang tuanya sedang duduk di teras sambil berbicara. Mereka begitu harmonis.


" Sore pah mah ucap faris sambil mencium kedua orang tuanya.


" Faris mamah dan papah pengin punya cucu ucap debora, mukanya terlihat memelas.


" Papah sudah tua, kamu tega! kata mamah kamu sudah punya kekasih, bawa sini! lamar dia secepatnya timpal Fernandez.


" Papah sama mamah kepalanya habis kejedor yah, hari ini aneh ucap faris kemudian dia langsung meninggalkan keduanya.


" Faris panggil debora.


Faris langsung berlari menuju kamarnya sambil melambaikan tangan.


" Kita harus lamar reva pah, kita harus punya strategi ucap debora


" Oke pah, mamah ikut papah jawab fernandez.


_______


Hari mulai malam, reva masih stay menunggu kakek. Kemungkinan kakek besok sudah boleh pulang.


Suasana rumah sakit menjadi sepi, kakek sudah tertidur pulas. Reva belum bisa tidur, dia berusaha memejamkan matanya.


" Kangen bapa sama ibu batin reva.


Reva mulai memejamkan matanya, dia akhirnya tertidyr pulas.


**********


Jangan lupa like, komen, dan vote yah gaes.


Terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2