Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 93


__ADS_3

" Hoooaaammm" Faris mulai membuka matanya, matahari mungkin sudah tinggi.


Faris membuka matanya teryata Reva sedang tertidur pulas.


" Maaf yah sayang, semalam nggak bantuin kamu jagain Zain" ujar Faris mencium kening Reva dengan lembut.


" terimakasih sudah jadi istri dan ibu yang baik sayang"


" hooaaaamm, mas ngapain mepet-mepet" guman Reva setelah membuka mata mendapati Faris di sebelahnya sambil memegang rambut Reva.


" Mas kangen kamu sayang, tapi mas harus puasa" guman Faris tertawa renyah di pagi hari membuat mood bagus.


" Sabar donk mas, nunggu masa nifas selesai, Oya Zain sama mamah mas" ucap Reva.


Reva dan Faris duduk di samping ranjang.


" Sayang, aku pengen makan batagor" ucap Reva manja.


" Masih pagi yank" Faris kemudian berdiri masuk ke kamar mandi.


Reva menyiapkan pakaian kerja suaminya. setelah mandi Faris keluar, Reva buru masuk ke kamar mandi, Faris mendapati pakaian sudah di atas ranjang.


" yank ko pakaian kerja, mas nggak ke kantor dulu" teriak Faris yang meletakkan kembali pakaiannya di dalam lemari.


" Iyah maaf mas" balas Reva sambil teriak karena posisi Reva di kamar mandi.


Reva pun telah selesai mandi, mendapati suaminya yang sudah rapi mengenakan kaos dan celana pendek.


Reva bergegas keluar kamar untuk sarapan pagi. Mamah papah sudah menunggu mereka di meja makan.


" Pah" panggil Reva.


" Iyah nak"jawab Fernandez.


" Udah ada info tentang kakek Reva pah? tanya Reva penasaran.


" Kakek kamu lagi di Amerika nak, kemungkinan pulang bulan depan" ujar Fernandez.

__ADS_1


Makanan sudah tersedia di meja makan.


" Mas mau makan apa? nasi goreng atau roti? tanya Reva.


" Roti saja yank" ujar Faris yang duduk sambil memainkan ponselnya.


Reva mengambilkan roti dan satu gelas susu di hadapan Faris, semua keluarga makan bersama tanpa terkecuali.


" Uki kemana mah? kemarin kayanya pulang ke rumah " ucap Faris yang masih mengunyah roti.


" Oh Uki udah pulang ke asalnya Nak" Ucap Fernandez sembarangan.


" Izt papah ngmng yang bener donk, Uki udah pulang ke rumahnya sendiri" ucap Debora marah.


Dari kecil memang Uki ikut Debora dan Fernandez tapi ya begitu selalu bertengkar sama Faris apa saja selalu di ributkan. suasana Faris dan Uki memang selalu membuat Debora kangen. Suatu hari nanti pasti Zain kaya gitu kalau sudah punya adik.


mereka makan keluarga bersama membuat suasana hangat.


" Cekrek...cekrek..cekrekk.. seseorang telah memfoto diam diam dari Faris dan lainya.


Setelah makan, Faris dan Reva ke teras belakang. Mereka ngobrol layaknya suami istri dan bersenda gurau.


********


" Bruukkkk... aduuuhh" rintih Bayu yang teryata baru bangun tidur.


" Jam berapa sih? guman Bayu yang melirik jam tangannya teryata sudah jam 11 siang.


Bayu tinggal di apartemen, keluarga Bayu juga di kampung. Bayu merantau seorang diri tanpa keluarga. Keluarganya semua di kampung. Rumah Bayu memang tidak terlalu jauh dari kota cuman butuh waktu 2 jam, daripada bolak balik lebih baik Bayu membeli apartemen yang dekat dengan kantor, ia bekerja.


Bayu keluar kamar berjalan menuju dapur, perutnya merasa keroncongan.


" Sial, kulkas apa hati gue, kosong bener" guman Bayu yang melihat kulkas cuman air putih saja.


Bayu akhirnya mengambil ponselnya dan memesan makanan lewat gofood.


" duh nih perut sakit sabar donk" oceh Bayu, dia membuka kulkas kembali dan minum air putih.

__ADS_1


" lebih baik mandi ajah lah" guman Bayu melangkah kakinya ke kamar mandi.


Berendam air hangat mungkin akan mengurangi rasa lapar, setelah mandi dan berganti baju.


Ting tong...Ting tong .. .


Bayu membuka pintunya yang teryata supir gofood mengantarkan makanan pesanan Bayu.


" Terimakasih pak" ucap Bayu, kemudian masuk ke dalam apartemen.


Bayu segera membuka makanan dan mengambil alat makannya. cacing-cacing di perut rasanya sudah mulai demo besar-besaran. Perlahan mengunyah makanan yang di pesan.


" Alhamdulillah, kenyang" guman Bayu sambil memegang perutnya yang sudah terasa penuh.


Bayu rebahan di sofa sambil menonton telivisi, hari libur ia gunakan untuk bersantai dan bermalas-malasan.


clenting... ponsel Bayu tiba-tiba menyala.


Bayu mengambil ponselnya, melihat pesan dari siapa yang masuk barusan.


" Pak Ranto" ucap Bayu melihat teryata kepala desa Mangunreja yang mengirim pesan.


Pak Ranto " Assalamualaikum mas Bayu, sudah sampai Rumah?.


Bayu " Walaikumsalam, Alhamdulillah sudah sampai dari semalam pak.


Pak Ranto " Mas Bayu maaf menggangu, boleh bapak minta tolong?.


Bayu " minta tolong apa yah pak.


Pak Ranto " Anak bapa Ratih ada interview di daerah rumah mas Bayu, kalau nggak salah di Rumah sakit Medika Sehat, kalau boleh nanti mau nitip Ratih.


Bayu " Iyah pak, nanti saya akan kirimkan alamat rumah saya ke bapa, tapi maaf mungkin Ratih nggak bisa menginap di rumah saya pak, kebetulan saya di rumah sendirian.


Pak Ranto " Nggak masalah mas, yang penting mas Bayu mau mengantarkan nak Ratih".


Bayu " Iyah pak, Insyaallah.

__ADS_1


Selesai kirim pesan dengan pak Ranto, Bayu melanjutkan aktifitasnya lagi yaitu rebahan.


__ADS_2