
Reva masuk ke dalam kamar tidurnya, sedangkan Faris masih saja menelfon.
" Bagaimana bay? tanya Faris di balik telefon.
" Sepertinya Cindy sudah tau kalau Siti menyerahkan diri di kantor polisi" Bayu memberikan info pada Faris.
" Kita harus secepatnya bertindak bay, saya tau Cindy itu orang yang licik dan dia pasti akan berusaha merusak rumah tanggaku dengan Reva.
" Baik pak, saya akan menyuruh anak buahku untuk selalu mengintai rumah Cindy, besok pagi kita harus ke kantor polisi" ujar Bayu.
kemudian Faris memutuskan panggilan telefon, ia masuk ke dalam kamar.
" Sayang, belum tidur" tegur Faris yang baru saja masuk ke kamar.
" Mas Faris habis telfon siapa? tanya Reva penasaran.
" Habis telfon Bayu yank, Oya besok pagi kamu nggak usah berangkat kuliah dulu, sementara jaga Zain sampai mamah pulang ke indo" Ucap Faris.
" Iyah mas" ucap Reva pelan.
" maaf ya yank, bukannya mas mau mengekang kamu, tapi mas takut hal yang tidak diinginkan terjadi pada kamu dan Zain" ucap Faris sedih.
" Nggak ko mas, Reva ngerti" ucap Reva.
Reva membaringkan tubuhnya di samping Faris, mereka saling berpelukan dan sampai ke alam bawa sadar.
__ADS_1
******
Matahari sudah menyinari bumi, sinarnya masuk ke sela-sela fentilasi, tumben baby Zain baru bangun dan tidak menanggis.
Baby Zain terus mengoceh, Reva yang mendengar ocehan Zain langsung terbangun dan mendekati baby Zain.
" Anak gantengnya mamah sudah bangun yah" guman Reva, Zain terus tersenyum dan minta gendong.
Reva juga tak lupa membangunkan Faris yang masih tertidur pulas.
Setelah beberapa menit dan banyak drama, akhirnya mas Faris bangun.
Menunggu Faris mandi, Reva juga tak lupa mandikan Zain. selesai mandi kini Zain di gendong Faris dan Reva bergantian mandi.
Makanan sudah tersaji di meja makan, kali ini bi Sumi sendirian biasa di temani Siti.
Tanpa ada suara hanya dentuman sendok dan garpu yang saling beradu. Selesai makan, Reva mengantar Faris ke depan.
" Jangan kemana-mana yah sayang, mas takut" ucap Faris.
" Iyah mas, Reva bakalan di rumah sama Zain, nanti kuliah Reva minta salinan saja sama Wati" jawab Reva pelan.
Reva mencium punggung tangan Faris dan Faris mencium kening Reva.
Mobil Faris sudah meninggalkan kediamannya, Reva segera masuk ke dalam rumah, ia sudah mengirim pesan ke Wati agar pulang kuliah mampir ke rumahnya.
__ADS_1
*******
Faris dan Bayu sudah janjian di kantor polisi, ia akan menemui Siti.
Mereka masuk ke dalam kantor dan meminta izin kepada pak polisi.
Bayu dan Faris duduk di ruang yang sudah di sediakan, tak menunggu berapa lama Siti sudah di hadapannya.
" Pak Faris" guman Siti.
Siti yang melihat Faris langsung sujud di kaki Faris, Faris yang mendapat perlakuan Siti langsung terkejut. Bayu membantu Siti agar duduk di kursi.
" Maafkan saya pak" ucap Siti, air matanya terus menerus mengeluarkan air mata, suaranya sudah mulai serak.
" Maafkan saya pak" terus menerus Siti mengucapkan kata maaf.
" Maafkan saya pak, mungkin saya orang yang tak pantas di maafkan, tapi tolong maafkan saya pak" ucap Siti yang masih menanggis.
" Jelaskan lah" ucap Faris pelan.
" Maafkan saya pak, saya tidak punya pilihan lain, saya di ancam Bu Cindy" ucap Siti.
Respon Bayu dan Faris biasa saja, memang mereka sudah menebak dalang dari semua ini adalah Cindy.
--------------
__ADS_1
Mohon maaf kalau update lama, author lagi sakit 🙏🙏🙏🙏, semangat sehat sayang2ku 😘😘