Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 42


__ADS_3

Reva seharian hanya makan, tidur, nonton tv, dan baca buku.


" Mba Amel panggil Reva.


" Iyah Nona, panggil Amel saja Non ucap Amel.


" Okey, Mel tolong ambilkan ponselku di kamar donk ucap Reva.


" Siap Non ucap Amel.


Amel berjalan menuju kamar atas, kamar dimana Faris dan Reva bercinta semalaman.


" Beruntung sekali Nona Reva, bisa mendapatkan Tuan Faris batin Amel.


Setelah mengambil ponsel milik Reva, Amel memberikan ponsen tersebut.


" Terimakasih Mel ucap Reva.


Amel kembali bekerja, Reva mencoba menghubungi Sahabatnya Putri kalau di Hari ini tidak berangkat kuliah.


 


Di Kantor Fernandez Grub.


Faris yang sudah di kantor, ingin rasanya cepat pulang. Bayangan semalam bersama Reva masih teringat jelas.


" Aakkkhhhh guman Faris sambil mengacak- acak rambutnya.


Faris mengambil ponselnya kemudian menelfon asisten pribadinya.


Tut...tut..tut...


" Angkat donk Bay guman Faris yang merasa kesal.


" Halo Pak Bos ucap Bayu.


" Bay, tolong kamu handle pekerjanku, hari ini aku pulang cepat ucap Faris.


" Siap Pak Bos ucap Bayu.


Panggilan sudah di matikan, Faris melihat jam teryata sudah jam 14.00 WIB. Faris mulai menata mejanya dengan rapi, kemudian pulang.


Faris berjalan menuju lift, lift terbuka.

__ADS_1


Tiiiiing


Lift sudah sampai di bawah, Faris berjalan melewati para karyawan yang sedang bekerja.


" Duh beruntung sekali yang sudah mendapatkan cintanya Pak Bos guman Rika salah satu karyawan Faris.


Faris menuju mobilnya, Mobil melaju dengan cepat. Setelah beberapa menit mobil Faris sudah berada di depan rumah.


Faris masuk ke dalam rumah, Ia melihat Reva sedang tertidur di sofa ruang tengah. Faris menghampiri Reva, Dia mulai iseng mencium Reva


" Ini mimpi ko berasa nyata banget yah batin Reva yang masih tertidur.


Faris melepaskan ciumannya, Dia melihat Reva masih memejamkan matanya.


" Sayang panggil Faris lembut pas di telinga Reva.


Reva terbangun, Ia sontak kaget melihat suaminya sudah ada di hadapan dirinya.


" Ma..mas kapan pulang? tanya Reva gugup.


" Baru saja ucap Faris.


" Mas aku ingin pulang ke kampung, ingin ke makam Ibu dan Bapak ucap Reva sedih.


" Benar kah ucap Reva bahagia.


Faris mengangguk dan langsung mencium Reva dengan lembut, Reva pun membalas ciuman Faris. Dari dapur, Amel memperhatikan pasangan suami istri yang sedang bermesraan.


" Ikhhh bikin iri saja! guman Amel.


Faris mulai menjadi, Dia nggak ingat kalau ada ART dirumahnya. Perlahan Faris membuka kancing baju Reva.


" Mas...ucap Reva.


" Apa sayang ucap Faris yang masih sibuk dengan tanggannya.


" Ada Amel disini ucap Reva.


" Astaga Mas lupa ucap Faris kemudian menghentikan aksinya.


Faris mengendong Reva menaiki anak tangga, Sampai dikamar Faris meletakan Reva di ranjangnya.


" Masih sakit sayang? Tanya Faris.

__ADS_1


" Masih mas ucap Reva.


" Mas panggilkan dokter ya sayang, sebelum kita ke rumah kamu ucap Faris.


Faris mengambil ponselnya dan menelfon Dokter Boy agar Istrinya Dokter Boy bisa memeriksa Reva. Faris nggak mau kalau Dokter laki-laki yang memeriksa.


Faris masuk ke dalam kamar mandi bersama Reva. Mereka berdua mandi bersama, sebenarnya Faris ingin melakukaknya tapi Dia nggak tega sama Reva. Setelah mandi mereka memakai pakaian.


Tok..tok..tok..


" Tuan panggil Amel.


Ceklleekk... cekleekkk...


" Kenapa Mel? Tanya Amel.


" Ya ampun tubuh Tuan bagus banget, mana wangi, ingin rasanya aku jadi istri ke 2 batin Amel.


" Mel bentak Faris.


" Maaf Tuan, ada Dokter Boy dan Dokter Dina di bawah ucap Amel.


Kemudian Amel meninggalkan majikannya. Faris menyuruh Dokter Boy dan Dokter Dina masuk ke kamarnya.


" Kenapa luu Ris ucap Dokter Boy sahabatnya waktu SMA.


" Istriku ucap Faris.


" Apahh!! Kapan kamu menikah! Tanya Dokter Boy yang sedikit kaget.


" Seminggu yang lalu ucap Faris.


" Tega sekali kau tak mengundang aku ucap Dokter Boy.


Sementara Dokter Dina memeriksa Reva dan Faris mengobrol dengan Dokter Boy. Setelah memeriksa dokter Dina mendekati Faris.


" Bagaimana keadaan Istri saya Dok? Tanya Faris.


" Nggak kenapa-kenapa ko, lain kali pelan- pelan saja ucap Dokter Dina tersenyum.


" Alhmdulillah, bbrti nanti malam bisa donk ucap Faris.


" Jangan dulu Ris, Tunggu 2 hari ucap Dokter Dina.

__ADS_1


Kemudian Dokter Boy dan istrinya pulang, Faris pun menyuruh Amel pulang ke rumah mamahnya naik taxi.


__ADS_2