Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 94


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati ini, Faris sudah bersiap untuk ke kantor. Setelah seharian di rumah liburan, aktifitasnya pun kembali lagi.


Seperti biasa Reva mengantar Faris sampai pintu depan, sedang kan Zain lagi mandi sama Siti.


" Hati-hati di jalan mas" ucap Reva sambil mencium punggung tangan Faris, Faris mencium kening Reva.


" Jaga diri baik-baik ya sayang di rumah, kalau ada apa sesuatu kabarin" ucap Faris.


Faris masuk kedalam mobilnya, melaju meninggalkan Reva di pintu depan.


Sampai di kantor, para karyawan sudah berdatangan. Faris langsung menuju ke ruangannya menggunakan lift pribadi.


Selama Faris di luar kota semua di handle sekretaris Faris.


" Selamat pagi pak" ucap Ika sekertaris Faris sambil menundukkan kepala.


Ika masuk keruang Faris dan meletakan berkas yang akan yang harus di tandatangani.


" Taruh di meja saya" ucap Faris tegas kemudian duduk di kursi kebesarannya.


Ika keluar ruangan Faris, Bayu juga dari tadi belum berangkat padahal sudah siang. Faris mengambil ponselnya dan langsung memencet nama Bayu.


Tut ..Tut...Tut..Tut.


" Halo pak Faris, maaf saya lagi di jalan pak, tadi ada perlu sebentar ini bentar lagi sampai kantor ucap Bayu setelah panggilannya tersambung.


" Iyah" jawab Faris singkat kemudian ponselnya langsung di matikan.


Faris membuka laptop, mengerjakan yang perlu di kerjakan dan menandatangi dokumen penting yang dari Ika asistennya.


" Tok,,,tok,,tok permisi" ucap Bayu sopan di balik pintu ruangan Faris.


" Masuk" jawab Faris sedikit teriak.


Bayu masuk dengan sosok perempuan yang ia kenal dan pernah mengenalnya.


" Ratih" panggil Faris.


" Iyah maaf pak, kemarin pak Ranto menelfon saya untuk menitipkan Ratih di sini sementara sampai ia benar- benar bekerja" jelas Bayu panjang lebar.


" Oke " jawab Faris.


Bayu dan Ratih kembali keruangan Bayu, sebenarnya Ratih juga merasa nggak enak sama Bayu karena sudah merepotkan tapi mau gimana lagi hanya Bayu yang Ratih kenal disini, apa lagi untuk jenjang karirnya sebagai dokter agar lebih baik lagi.

__ADS_1


" silahkan duduk dulu, saya mau kerja sebentar nanti saya antar kamu interview di rumah sakit Medika Farma" ucap Bayu sopan.


Bayu menelfon office girl untuk membuatkan teh untuk Ratih. Bayu membuka laptopnya, mengetik sambil melirik Ratih yang sedang memainkan ponselnya.


" Kalau lelah silahkan rebahan di sofa" guman Bayu yang masih sibuk dengan laptopnya.


" memang lelah, pengen rebahan di kasur empuk" guman Ratih yang masih memainkan ponselnya.


Minuman dan sedikit cemilan sudah berada di depan Ratih tapi Ratih memilih diam dan bermain ponselnya.


Setelah beberapa jam, Bayu bangun dari tempat duduknya, ia mendekati Ratih.


" Bentar yah dek, mas mau ke ruangan pak Faris" Ucap Bayu, Ratih hanya mengangguk pelan tanpa menengok ke arah Bayu.


Langkah kaki bayu berhenti teryata Faris masuk keruangan Bayu.


" Bay, aku ada meeting bentar, kamu kalau mau nganter Ratih silahkan tapi jangan lama-lama kita ada meeting lagi sama all divisi" Ucap Faris meninggalkan ruangan Bayu, Ratih memandang tubuh Faris yang mulai menghilang dari hadapannya.


" Duh Suami orang memang lebih menggoda" batin Ratih sambil tersenyum memikirkan Faris.


Setelah Faris menghilang dari hadapannya, Ratih kembali cuek dan diam sambil memainkan ponselnya.


" Ayo" ajak Bayu.


Ratih berdiri sambil merapikan bajunya, setelah melihat jam mereka langsung menuju rumah sakit Medika. Rumah sakit Medika tak jauh dari tempat Bayu bekerja.


" Mana aku tau daerah sini, nanti kalau kesasar bagaimana? ujar Ratih.


Bayu akhirnya mengantar Ratih ke tempat dia akan interview.


" Saya tunggu disini" ucap Bayu sambil duduk di kursi penunggu.


Ratih masuk kedalam ruangan dimana dia akan di interview kerja. Menunggu cukup lama, sekiranya hampir satu jam Bayu setia menunggu seperti menunggu jodoh yang belum datang-datang.


Terlihat Ratih berjalan menuju Bayu, senyumannya begitu manis sampai Bayu melongo cepon melihat senyuman manis Ratih.


" Alhamdulillah mas, besok saya mulai magang" ucap Ratih pelan.


" ya sudah, kamu cari kosan yang dekat rumah sakit saja" ujar Bayu.


Bayu dan Ratih mencari kos"an yang pas buat Ratih, setidaknya lebih dekat rumah sakit Ratih bekerja. mobil melaju pelan, memutari jalanan di belakang rumah sakit.


" Dek, kayanya itu ada yang kosong" ucap Bayu sambil menunjukan arah ke tulisan kamar kos kosong 1.

__ADS_1


Bayu langsung menghentikan mobilnya di parkiran kos Putri Jelita. Bayu keluar dari mobil di ikuti Ratih.


Ibu kos menyambutnya dengan senang hati.


" Maaf Bu apa benar ada kamar kosong? tanya Bayu sopan.


" Betul mas, tapi khusus perempuan mas, kalau pasuri belum bisa" tolak Ibu kos.


" Oh maaf Bu, kami bukan pasangan suami istri" celetuk Ratih.


" Oh kirain pasangan suami istri, soalnya cocok sekali" ucap Ibu kos sambil tersenyum.


Ibu kos mengarahkan kamar yang akan di sewa Ratih, kamar kos di lengkapi kamar mandi dalam, dapur dan jemuran dalam serta AC. Bayu mengeluarkan uang untuk bayar kos Ratih selama 3 bulan.


" Ini Bu, untuk 3 bulan" Bayu memberikan uang ke ibu kos.


" Terimakasih" balas Ibu kos sambil memberikan kunci kamar.


Ibu kos meninggalkan kamar Ratih, dan Ratih membawa koper beserta tasnya di masukan ke kamar kos.


" Mas, ini tadi uang sewa kos selama 3 bulan saya kembalikan, saya nggak mau banyak berhutang Budi sama mas Bayu" ucap Ratih sambil menundukkan kepala.


" Mas ikhlas dek, mas juga kemarin menginap di rumah adek, anggap saja rasa terimakasih mas untuk keluarga adek, ya sudah mas mau ke kantor lagi" ucap Bayu kemudian meninggalkan Ratih sendirian di kamar.


*******


Faris sudah menunggu Bayu di kantor, karena beberapa menit lagi meeting akan di mulai.


" Ini bos'nya sebenarnya siapa sih! aku atau Bayu!!! guman Faris marah sambil memainkan ponselnya menelfon Bayu yang tak kunjung di angkat.


Bayu langsung masuk saja keruangan Faris sambil kecapean karena habis lari dari parkiran sampai kantor.


" Maaf pak" mohon Bayu.


" Ciihh, pacaran ya pacaran tapi ya ingat waktu donk bay" sindir Faris.


" Maaf pak" ucap Bayu.


" Iyah sudah, siapkan semua berkas kita meeting saya tunggu 10 menit lagi bay" pinta Faris.


Setelah menunggu 10 menit, Bayu sudah membawa berkas untuk meeting. Mereka berjalan keruang meeting.


" Selamat siang" Ucap Faris tegas dan duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan.

__ADS_1


Meeting berlangsung sangat lama, banyak yang harus di bahas mengenai perusahan yang semakin banyak permintaan untuk konsumen dan SDM karyawan yang harus lebih giat serta disiplin.


Keuangan perusahan berjalan dengan lancar, hanya ada beberapa karyawan yang kurang disiplin jadi disini Faris lebih menegaskan lagi.


__ADS_2