
Seseorang telah memfoto Faris dan Ratih yang sedang mengobrol di restoran dan mengirimkan langsung ke no Reva.
clenting...
clenting...
clenting...
beberapa pesan masuk ke ponsel Reva, tapi Reva menghiraukan saja, Reva masih asyik bermain bersama Zain di kamar. Setelah bermain, Reva memutuskan untuk tidur siang.
Waktu terus berjalan, Faris teryata sudah sampai rumah, Faris menatap Reva dan Zain begitu nyaman dan damai saat tidur, kemudian Faris melangkah ke kamar mandi, ia membersihkan badan setelah bersih merebahkan tubuhnya di Ranjang bersama Reva dan Zain.
Matahari sudah terbenam, ketiganya belum terbangun dari tidurnya. baby Zain bangun duluan dan duduk di tengah-tengah orang tuanya yang masih tertidur.
" pa...pap...pa " celoteh Zain sambil memegangi pipi Faris.
" Hooaaammm" Faris mulai membuka matanya perlahan, di lihat Zain sedang mengoceh di hadapannya.
" Ya Allah Zain, anak papah yang sholeh" celoteh Faris, ia sambil menciumi Zain karena gemas.
Faris mengendong Zain dan membawakan keluar kamar agar di mandikan Siti serta makan sore.
" Zain sama mbak Siti dulu yah, papah mau mandi" ucap Faris.
Faris kembali ke kamarnya, ia langsung masuk ke kamar mandi. Reva terduduk sambil mengucek-ucek matanya.
__ADS_1
" ya Allah Zain" Reva kaget Zain tidak tidur bersamanya.
Reva hendak melangkah ke luar kamar, tapi ia mendengarkan seseorang sedang mandi.
" Ah mungkin mas Faris" Batin Reva kembali duduk di ranjang sambil membuka ponselnya.
Reva membuka ponselnya, ada beberapa pesan masuk, ia segera membuka pesan tersebut. Matanya memanas, hatinya sakit, rasanya ingin membanting ponsel miliknya.
" Apaan ini mas" batin Reva terus memunculkan kemarahan.
Faris yang baru keluar dari kamar mandi, menatap Reva sedang duduk di tepi ranjang dan bermain ponselnya.
" Maaf sayang, mas pulang nggak ngasih kamar Oya Zain sama Siti" ucap Faris untuk mencairkan suasana. Reva masih saja menunduk dan menatap ponselnya penuh dengan amarah.
Faris mendekati Reva, ia duduk di sebelah Reva.
" Maksud kamu apa mas" ucap Reva, tatapannya tajam hatinya sakit.
" Apaan sih yank, mas pulang cepat karena mas mau memperbaiki hubungan kita, tapi ko malah kamu kaya gitu" ketus Faris.
" Kaya gitu gimana mas, ini maksudnya apa! bentak Reva sambil memberikan ponselnya.
" lah ini cuman foto mas duduk sama Ratih yank, emang kenapa? balas Faris santai.
" Mas bilang cuman duduk saja, sakit mas!! ucap Reva yang tak kuat menahan tangisannya.
__ADS_1
" Dari sapa foto itu? tanya Faris.
" Nggak penting mas, ini foto dari siapa yang terpenting mas jawab jujur" Reva sudah mulai menanggis.
" Sayang, udah donk jangan menangis mas bakalan jelasin, mas santai saja karena mas nggak pernah melakukan di luar batasnya yank" ucap Faris hendak memeluk Reva tapi Reva menyingkirkan tangan Faris.
" Nggak usah peluk-peluk, jelasin dulu mas" ketus Reva.
Faris berjalan menuju tas kerja dan mengambil ponselnya, ia memberikan rekaman percakapan Faris dan Ratih tadi siang.
"Ratih, mas tau kamu orang baik dan orang tuamu juga orang baik. mas nggak bisa menerima kamu, tolong mengerti masih banyak lelaki yang masih lajang contohnya Bayu. mas sudah menganggap kamu itu adek mas sendiri, maafin mas kalau mas ngmng kaya gini mas nggak mau rumah tangga mas hancur gara-gara masalah sepele seperti ini" ucap Faris.
Reva mendengarkan dengan jelas isi rekaman tersebut dan kemudian memeluk Faris dengan erat.
" Maafin Reva sudah salah paham sama mas".ucap Reva yang masih memeluk Faris tangisan pecah.
" Untung gw rekam" batin Faris.
" Iyah mas juga minta maaf yah sayang, Ratih memang datang tiba-tiba sayang" ucap Faris sambil mengusap rambut Reva dalam pelukannya.
" Makasih mas" Reva melepaskan pelukannya kemudian mencium bibir Faris.
" Udah sana mandi, nanti malam saja" goda Faris.
Reva akhirnya beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1