
Mobil memasuki jalan Tol, Bayu masih menyetir mobilnya dengan cepat, rasanya ingin cepat sampai rumah.
Sudah setengah perjalanan Bayu membelokan mobilnya ke rest area.
" Pak saya lelah" ucap Bayu.
" Iyah udah nanti gantian" ucap Faris santai.
Mereka berhenti di rest area, masuk ke sebuah restoran dan memesan makan siang.
Setelah satu jam istirahat di rest area, giliran Faris duduk sambil memegang setir. Faris melajukan mobilnya, Bayu sudah merebahkan tubuhnya sambil tertidur. Faris masih fokus mengemudi.
Sudah hampir sore, perjalanan masih kurang 2 jam lagi. Faris masih fokus mengemudi, angan-angannya sampai rumah dan tidur di kasur sambil ditemani anak dan istri.
Hujan mulai turun, suasana menjadi gelap. Faris memberhentikan mobilnya di rest area kembali karena hujannya semakin lebat.
" Hooaaammm"
Faris mengatur posisi dan tidur di mobil, di luar hujan lebat, dia nggak mau ngambil resiko karena jalanan gelap tertutup hujan yang turun.
" sudah sampai mana pak? tanya Bayu yang sudah membuka matanya perlahan.
" Masih sekitar dua jam lagi bay, hujannya lebat jadi kita istirahat dulu" ucap Faris sambil menutupkan matanya.
Setelah reda, Bayu dan Faris melanjutkan perjalanannya lagi. Mobil sudah melaju di tol kembali.
Faris masih setia mengemudikan mobilnya.
********
Kediaman Fernandez
" Mas Faris ko ponselnya nggak aktif yah" guman Reva yang sambil mengendong baby Zain.
" Reva" panggil Debora di balik pintu kamar.
" Iyah mah" jawab Reva kemudian membukakan pintu untuk ibu mertuanya.
Debora masuk ke dalam kamar Reva, terlihat Zain sudah tertidur pulas dalam gendongan Reva.
" Kamu dari tadi belum makan, makanlah" ucap Debora pelan.
" Nunggu mas Faris pulang mah, katanya tadi di jalan" ucap Reva.
" Kamu lagi menyusui sayang, kasian anak kamu kalau kamu nggak makan, Asi kamu juga bakalan berkurang" panjang lebar Debora.
Reva mengangguk pelan, ia mengikuti Debora keluar kamar, Zain di gendong Siti.
Reva duduk di depan meja makan, Debora mengambilkan nasi berserta lauk pauk dan sayuran.
" Makan yah sayang" Ucap Debora pelan.
__ADS_1
Reva hanya mengangguk pelan, dia mulai menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
Setelah habis, Reva mencoba menelfon Faris.
" Yang tenang yah sayang, pasti Faris cepet pulang ko, kamu banyak berdoa saja yah sayang" ucap Debora.
Reva melirik jam dinding teryata sudah jam 10 malam.
Terdengar suara mobil dari depan, Reva langsung berjalan ke depan untuk membukakan pintu.
" Assalamualaikum" sapa Faris.
" Walaikumsalam" ucap Reva sambil mempercepat jalannya.
pintu ruang tamu terbuka.
" Mas" panggil Reva kemudian memeluknya dengan manja.
Bayu membantu mengeluarkan koper dan tas milik Faris.
" Pak, saja pulang dulu" pamit Bayu.
Bayu meninggalkan kediaman Fernandez.
" Mas, kenapa di telfon nggak di jawab" ucap Reva bergelantungan manja di lengan Faris.
" Hp mas mati, ya sudah mas ke kamar dulu mau mandi" ucap Faris di ikuti Reva masuk ke kamar.
Faris masuk ke kamar mandi, ia ingin sekali berendam di air hangat yang membuat tubuhnya rileks.
" Zain mana sayang? tanya Faris yang sudah rapi dan hanya memakai kaos oblong celana boxer.
" Zain sama Siti mas, tadi rewel" ucap Reva.
" Aku kangen kamu sama Zain, Zain ambil sayang di Mbak Siti " pinta Faris.
Reva menuruti kemauan suaminya, ia berjalan ke tempat Siti berada dan mengambil Zain.
Mereka bertiga sudah kumpul di kamar, keluarga kecil yang sangat hangat.
" Zain tambah gemuk ya sayang, papah nggak ketemu beberapa hari saja udah kangen sama Zain " oceh Faris yang terus mengajak bicara Zain yang belum tidur.
Reva tersenyum melihat pemandangan yang sangat hangat, Zain terus menerus di ciumi Faris.
" Sayang, Zain terus yang di cium" rengek Reva yang cemburu.
" Cie cemburu sama anak sendiri" goda Faris.
" nggak ko" ketus Reva.
" makin gemes deh mas sama kamu yank" ucap Faris sambil menyentil hidung Reva.
__ADS_1
" Mas nyebelin" ucap Reva marah, ia tiduran sambil membelakangi Faris.
" Sayang, jangan marah ya, nanti kalau sudah 40 hari kita jalan-jalan ya sayang, aku, kamu dan Zain mau? tanya Faris.
Reva hanya diam saja.
" Zain tuh mamah kamu diemin papah, cemburu Ama Zain" celoteh Faris.
Akhirnya Zain menangis, Reva dengan reflek mengendong Zain yang sedang menangis.
" Kamu apakan Zain mas, sampai di menangis" celetuk Reva.
Faris tersenyum, akhirnya dia bisa kumpul sama istrinya yang bawel.
Faris memeluk Reva dari belakang, dan menciumi leher Reva, aroma vanila yang membuat dirinya kangen selama di luar kota.
" Mas istirahat dulu gih" suruh Reva yang merasa geli.
" Hmmm sayang, mas kangen pngn peluk lebih lama" protes Faris.
" Masih ada hari esok mas" ucap Reva.
Akhirnya Faris merebahkan tubuhnya di ranjang, baby Zain juga sudah diam. Anak kecil kalau nanggis tinggal kasih susu.
Faris sudah terlelap, sampai mendekur pelan.
Zain juga akhirnya tertidur.Reva menidurkan Zain di sebelah Faris.
" Bapak sama Anak tidurnya samaan" guman Reva tertawa kecil sambil mengambil foto mereka berdua, momen yang sangat penting menurutnya.
" Duh lucunya" gemas Reva sambil melihat hasil jepretannya.
" Mas, terimakasih sudah menjadi suami yang bertanggung jawab, baik, Sholeh dan semoga kamu jadi suami yang setia serta ayah yang baik buat anak-anak kita kelak nanti" guman Reva membelai rambut Faris, kemudian mencium pipi Faris yang agak kurusan.
" Mamah sama papah juga sebentar lagi akan balik keluar negeri, jadi aku harus lebih mandiri, semangat" menyemangati diri sendiri itulah Reva, berusaha jadi yang terbaik buat orang-orang yang ada di sampingnya dan orang yang tersayang.
" Anda ibu sama bapa masih hidup, pasti bakal senang karena sudah menjadi nenek" celoteh Reva membayangkan kedua orang tuanya masih hidup.
Jam terus berdetak, Reva masih belum bisa memejamkan matanya, Zain dari tadi bangun dan menangis. Reva tak tega harus membangunkan Faris. Mata Reva on sampai hampir subuh.
" Reva" panggil Debora dari balik pintu.
Reva langsung membuka pintu kamar, ia melihat mertuanya sedang berdiri di depan kamarnya.
" Apa Zain menangis terus? tanya Debora.
Reva mengangguk, ia memang binggung melihat tingkah Zain dari semalam menangis terus.
" Sini biar mamah gendong, kamu istirahat saja, sepertinya tali pusarnya akan copot makanya Zain menangis" ucap Debora pelan.
Reva memberikan Zain ke Debora, kebetulan Reva selalu memompa Asi jadi kalau Reva pergi atau tertidur baby Zain masih bisa minum susu walau lewat botol.
__ADS_1
" Terimakasih mah, Reva istirahat sebentar yah mah" pamit Reva kemudian menutup pintu kamarnya.
Reva memandang suaminya kemudian beralih memandang langit-langit kamar, perlahan matanya mulai tertutup.