
Semua karyawan mukanya tegang seperti ujian sekolah, meeting akhirnya selesai, Faris dan Bayu keluar dari ruang meeting menuju Ruangan masing-masing.
*********
6 bulan sudah baby Zain tumbuh menjadi anak yang lucu dan gemoy.
Reva mengendong Zain yang sudah mulai berat, Debora dan Fernandez juga sudah kembali keluar negeri. Kini Reva, Faris dan Zain tinggal di rumah kediaman Fernandez.
" Mas, katanya mau ke rumah kakek, kakek dari Zain lahir belum pernah kesini, aku khawatir mas" ucap Reva sedih.
" Kakek Andrea kata papah sih bulan depan pulang sayang, sabar sedikit yah" ujar Faris menenangkan istrinya.
" Iyah mas" jawab Reva.
" Oya mas, boleh nggak kalau aku kuliah lagi, dulu kan kuliah tapi berhenti" ucap Reva mukanya memelas.
" Boleh sayang, tapi ingat harus bisa membagi waktu antara keluarga dan kuliah" ujar Faris.
" Oke mas, Reva janji bakalan jadi istri dan ibu yang baik buat mas sama Zain" Reva penuh semangat.
Reva sempat cuti padahal baru semester pertama, tapi mau bagaimana lagi karena keadaan dan dia harus mengulangnya dari awal.
" Harusnya aku sudah semester 3 loh mas, temenku pasti lebih muda" guman Reva.
" ya sudah tinggal ngulang lagi sayang, ambil yang pagi saja sayang jangan kelas karyawan" pinta Faris sambil mengendong Zain.
" Iyah mas, nih aku mau coba daftar online dulu" ucap Reva.
Mereka duduk di teras belakang, suasana siang hari yang begitu panas mencetar, karena hari ini hari libur Faris seharian menemani Reva di rumah.
" Sayang, mas dah kita main kuda-kudaan yuk! ayolah sayang mau yah!" ajak Faris.
" Nanti malam saja yah mas" ucap Reva sambil tersenyum malu.
" Bagaimana kalau kita ke mall mas" ide cermelang Reva muncul, dia memang sudah lama tidak pernah ke mall, semenjak melahirkan.
__ADS_1
Faris hanya mengangguk pelan tandanya mau, Reva dan Faris masuk ke kamar Menganti pakaian.
" Jangan lupa bawa perlengkapan Zain yank" pinta Faris sambil memakai baju.
" Iyah mas" jawab Reva, memang kalau bepergian sama baby barang bawaannya selalu banyak harus bawa baju ganti, Pampers, minyak telon dan lain-lain biar baby nggak rewel.
Setelah siap semuanya, Mereka bertiga memasuki mobil, Reva sekarang nggak seperti dulu yang selalu muntah kalau naik mobil dan sudah terbiasa.
Mobil keluar dari halaman rumah, melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang masih ramai.
" Ayo jalan-jalan, Ade Zain mau jalan-jalan sama mamah papah yah" guman Reva.
" Auun...auuu..pa...pa.." panggil Zain yang terus mengoceh.
30 menit sudah perjalanan Reva dan Faris sudah berada di dalam mall, Zain di gendong Faris.
" Mas, ke toko baju dulu yah" ajak Reva sambil masuk ke salah satu toko baju.
Reva memilih baju yang cocok untuk dirinya, secara sudah lama nggak shopping liat mall pasti mata perempuan nggak kuat apa lagi liat sale besar-besaran.
" Mas Faris" sapa seseorang yang tak lain Ratih.
" Dek Ratih" balas Faris tersenyum.
" Mas Faris sama siapa? ganteng sekali" ucap Ratih sambil gemas ke Zain.
" Sama istri dek, Oya ini anak mas" ucap Faris.
" Halo ounty, kenalin aku Zain" ucap Faris menirukan suara anak kecil.
" Halo baby Zain, baby Zain ganteng sekali kaya papahnya" celetuk Ratih sambil tersenyum.
" Terimakasih ounty Ratih" ucap Faris kembali menirukan suara anak kecil.
Dari kejauhan Reva melihat Faris mengobrol dengan seseorang, Reva mendekati Faris.
__ADS_1
" Siapa mas? tanya Reva pelan.
" Owh, Iyah dia Ratih anak pak Ranto kepala desa Mangunreja, Oya Ratih ini istri saya Reva" ucap Faris, Reva bersalaman dengan Ratih.
" Ciiihh cantikan aku kemana-kemana" batin Ratih sambil melihat Reva dari bawah ke atas.
" Oh ya sudah, saya pergi dulu yah" pamit Ratih kemudian meninggalkan Reva dan Faris.
Reva dan Faris berjalan mengelilingi mall, keluar masuk ke toko satu ke satunya lagi.
" Sayang, mas lelah" rengek Faris yang sudah mulai kecapean menuruti kemauan wanita yang nggak ada capeknya saat belanja.
Mereka akhirnya kelantai paling atas khusus food court, sampai di food count Faris memilih duduk di sebelah pojok.
" Mas mau makan apa biar Reva pesankan" ucap Reva.
" Mas es teh manis sama nasi bakar sayang, nasi bakar isi daging yah" ucap Faris.
Reva melangkah kakinya untuk memesan makanan, tanpa sengaja Reva melihat Cindy dan Laura di lantai bawah.
" Apa Cindy sudah keluar dari penjara" batin Reva deg,,,degan takut Cindy nekat lagi dan mencelakai keluarga kecilnya.
Selesai memesan, dengan cepat Reva mendekati suaminya.
" Mas" panggil Reva suaranya agak bergetar membuat Faris yang mendengar suara Reva khawatir.
" Ada apa sayang, jangan bikin khawatir" ucap Faris.
" Aku melihat Cindy sama anaknya di lantai bawah mas, aku takut Cindy akan melukai Zain" jujur Reva takut sekali.
" Apa!!! jawab Faris syok mendengar penuturan Reva, Faris berfikir sejenak menenangkan Reva.
" Kamu tenang dulu yah sayang, nanti mas akan cek, kamu tenang saja mas akan jaga keluarga kecil kita" Ucap Faris meyakinkan Reva. Reva memeluk Faris, air matanya mulai berkaca-kaca, Faris mencium pucuk rambutnya.
Pesanan sudah ada di meja, dengan Faris meyakinkan Reva akhirnya mereka bisa tenang dan melanjutkan jalan-jalannya.
__ADS_1