
Perasaan Reva setelah melaksanakan sholat Magrib menjadi tak tenang. Hatinya begitu sakit, entah apa yang akan terjadi.
Setelah membaca Al-Qur'an, Reva dan Faris melanjutkan Sholat Isya. Reva meminta perlindungan agar keluarga kecilnya bahagia dunia akherat.
Malam semakin larut, Reva mulai memejamkan matanya dengan pelan. Faris tidur di sebelah Reva sambil mengusap-ngusap perut Reva yang masih rata.
Akhirnya keduanya tertidur pulas.
" Mas... Mas Faris mau kemana? Jangan tinggalin Aku sama anak kita teriak Reva sambil menanggis.
" Mas teriakan Reva begitu keras.
Faris yang sedang tertidur akhirnya terbangun.
" Sayang kamu kenapa? ucap Faris.
" Aku mimpi buruk mas, aku bermimpi kamu akan ninggalin aku dan anak kita ucap Reva sambil duduk bersandar di ranjangnya.
" Kamu jangan takut ya sayang, mas nggak akan ninggalin kamu! Mas janji. Ya sudah kita sholat Tahajut saja yuk sayang ajak Faris.
Mereka berdua pun mengambil air wudhu dan melakasanakan sholat Tahajut. Dari kejauhan Mbah Kumis sedang mengerjakan agar Faris membenci Reva.
" Ini orang benar- benar susah guman Mbah kumis yang habis membaca mantra.
Setelah Reva dan Faris selesai sholat, mereka pun tertidur kembali.
__ADS_1
Subuh juga Reva terbangun, Ia tak mau meninggalkan kewajibannya. Hujan turun di pagi hari, membuat keduanya masih di dalam kamar dan enggan turun dari ranjang.
" Sayang, kamu nggak ke kantor? tanya Reva.
" Iyah sebentar lagi sayang, mau bangun malas sekali ucap Faris.
Reva terus memerus membangunkan Faris, akhirnya Faris terbangun dan mandi. Setelah mandi dan bersiap-siap ke kantor, keduanya keluar kamar untuk sarapan.
" Mas, Perasaanku ko nggak enak yah! ucap Reva.
" Sayang mungkin karna hormon orang hamil x yank jawab Faris.
" Mas hati-hati yah ke kantornya ucap Reva sambil mencium punggung tangan Faris.
" Iyah sayang, ya sudah mas berangkat dulu ucap Faris kemudian mencium kening Reva.
Faris mengemudi mobilnya dengan cepat, Pagi ini Faris ada meeting dengan Clien asal Surabaya. Jalanan begitu padat, membuat jalanan agak macet.
Setelah Dua jam perjalanan, akhirnya Faris sampai di kantor. Bayu sudah menunggu kedatangan Faris di lobby.
" Ah, akhirnya yang di tunggu datang juga guman Bayu.
" Maaf bay, jalanan macet ucap Faris.
" Nggak papa ko pak, lagian Clien kita yang dari Surabaya baru saja datang. Mereka menunggu kita di ruang meeting ucap Bayu.
__ADS_1
Bayu dan Faris berjalan menuju ruang meeting, Meeting segera di mulai. Saat acara meeting berlangsung, ponsel Faris terus saja berbunyi, Ia pun menonaktifkan ponselnya.
Berjam- jam di ruang Meeting, akhirnya selesai. Faris dan Bayu kemudian keluar ruangan, Faris mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkan lagi.
" 20 panggilan tak terjawab Cindy, Dia ngapain sih telfon terus batin Faris.
Clenting....clenting... Whatsapp dari Cindy pun masuk.
" Sayang, aku ke kantor yah! isi pesan Cindy.
" Ini Cindy gila atau nggak tau diri! ucap Faris yang marah-marah dengan ponselnya.
Faris pun nggak mau berlarut-larut memikirkan hal yang nggak penting.
"Bay, kamu urus dulu yah! Aku mau pulang, ada urusan sebentar dirumah ucap Faris.
" Urusan apa urusan canda Bayu.
" Urusan lah, kepo aja kamu bay ucap Faris.
" Mau njenguk anak di kandungan yah canda Bayu sambil tertawa.
" Makanya nikah ejek Faris.
" Dasar bucin! ucap Bayu.
__ADS_1
Faris meninggalkan Bayu di ruangannya. Kaki Faris melangkah menuju parkiran, sekilas ia melihat mobil Cindy. Faris langsung meninggalkan kantornya.