
" Mas kamu dimana? semoga kamu segera ke sini mas" guman Reva, Isak tangisannya terdengar anak buah Parjo.
" Jangan menanggis" bentak anak buah Parjo.
Parjo mengikuti Cindy dari tadi, bulu kuduk Cindy agak merinding saat di ikuti Parjo.
Cindy meninggalkan rumah tua dengan mobilnya membelah jalanan. Cindy mengingat kembali ucapan Parjo, ia meneguk Slavinanya.
" Duh, pikir nanti dah, yang penting bisa melenyapkan Reva" guman Cindy.
Sebelum sampai rumah, Cindy melihat Faris dan Bayu sedang di depan rumahnya.
" Pasti mereka sudah curiga" guman Cindy yang masih memantau di dalam mobil. Untung saja Cindy membeli mobil baru, dan mobil lamanya ia tinggal di garasi rumahnya, agar Faris tidak curiga.
*******
Tok...
Tok...
Tok...
" Assalamualaikum, permisi" ucap Faris dan Bayu secara bersamaan.
__ADS_1
" Walaikumsalam" ucap seseorang paru baya dari dalam rumah Cindy.
Wanita tersebut membuka gerbang, terlihat sosok yang ia kenal dulu waktu Faris masih bersama majikannya.
" Den Faris" sapa Mbok Uus, Faris mengangguk sambil tersenyum.
" Tapi maaf den, Nyonya Cindy nggak ada di rumah" ujar Mbok Uus.
" Memang Cindy kemana Mbok? tanya Faris.
" Nyonya ke keluar negeri den, katanya mau ketemu nona kecil" ujar Mbok Uus menjelaskan.
" Ya sudah kami pamit yah mbok" pamit Faris dan Bayu.
" Nggak masuk dulu den" ajak Mbok Uus.
Tapi Bayu merasa ada yang tidak beres, menurut informasi dari bawahannya bahwa Cindy ada di rumah. Tapi Faris juga melihat mobil-mobil Cindy terparkir di garasi.
" Kita pulang bay" ajak Faris.
" Sepertinya ada sesuatu pak, tapi kita lebih baik pergi dari sini dulu" ucap Bayu.
Mobil sudah meninggalkan rumah Cindy beberapa menit yang lalu dan Cindy masih menatap rumahnya. setelah di rasa aman, Cindy melajukan mobilnya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Mbok Uus membuka gerbang, mobil Cindy segara masuk dan mbok Uus pun menceritakan tadi ada Faris kesini.
" Aman mbok? tanya Cindy.
" Aman Nyonya, mbok sudah melakukan apa yang nyonya perintah" ucap Mbok Uus.
Tempo hari memang Cindy menyuruh ART nya agar merahasiakan keberadaannya dan setiap ada orang yang bertanya tentang diri pasti orang rumah mengatakan sedang di luar negeri. Kemana-mana pun Cindy mengenakan masker dan mobil barunya.
" Sesuai dugaan ku" ujar Bayu.
Faris dan Bayu sebenarnya belum terlalu jauh pergi dari rumah Cindy, karena memang Bayu agak curiga terhadap mbok Uus.
Terlihat dari sorot mata mbok Uus, ia mengatakan kebohongan.
" ko lu bisa tau sih bay dan sedetail itu" ujar Faris yang merasa bangga memiliki Asisten pintar.
" Nggak sia- sia donk mengikuti mata kuliah pak Hendro" ujar Bayu dengan menepuk dadanya dan merasa bangga. Pak Hendro dosen mata kuliah Psikologi. Psikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pikiran dan perilaku manusia. Ilmu psikologi mempelajari berbagai faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia, seperti faktor tempat tinggal, keluarga, lingkungan sosial, atau faktor genetik.
" Kita awasi saja dulu bay, saat Cindy keluar kita ikuti dia" ujar Faris.
" Tapi kita jangan pakai mobilmu pak, takutnya Cindy mengenali mobil anda, mendingan kita sewa mobil saja" ucap Bayu.
" Lu memang bisa di Adelin bay, maaf bay aku nggak bisa berfikir jernih, aku masih memikirkan bagaimana Nasib istriku" lirih Faris matanya sayup menampakan kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
********
Mohon maaf kalau dalam penulisan bab 🙏🙏🙏