
Cafe Floren
Di meja no 5 sebelah pojok, faris sudah menunggu ke datangan reva. Terlihat calon istrinya berjalan mendekati dirinya.
Reva berdiru di hadapan faris, mereka saling memandang.
" Nggak kesasar kan? tanya faris.
" Engga jawab reva.
Faris melihat reva dari atas sampai bawah, dia hanya mengenakan kaos dan celana jeans panjang beserta tas ranselnya.
" Duduk!! suruh faris.
" Dari tadi kenapa mas ucap reva mengeluh.
" Umur lu berapa sih! gayanya kaya anak kuliahan ajah sindir faris.
" 19 tahun, emang kenapa! ketus reva.
" What!!! 19 tahun,, aduhhh mamah sama papah mau menikahkan aku sama anak kecil sindir faris.
" Aku sudah dewasa kali!! Oohhh teryata mas sudah tua yah! enaknya reva panggil om aja x yah jangan mas ejek Reva.
" Terserah!
" Oke Om kekeh reva, dia tertawa kecil.
Setelah mereka berbicara panjang lebar, mereka memutuskan untuk pulang. Mereka berjalan saling beriringan.
" Pulangnya aku antar! ucap faris.
Reva hanya menganggukan kepala. Reva duduk di depan bersebelahan dengan Faris.
" Kamu bisa naik mobil! tanya faris.
" Nggak bisa Om jawab Reva.
" Makanya belajar donk bocil ucap faris.
" Apah bocil! kesal reva, ia memonyongkan bibirnya.
Faris tertawa melihat tingkah reva yang lucu.
" Ini bocil lucu juga batin faris. dia melihat reva sambil tersenyum.
" Ngapain senyum-senyum ucap reva kesal.
Mobil melaju dengan cepat, sampai di rumah reva.
" Nggak usah turun, langsung pulang saja sana! usir reva kesal.
__ADS_1
" Iyah, dasar bocil ejek faris.
Reva turun dari mobil, dia melihat faris meninggalkan rumah. Kakek yang melihat reva dan faris dari jendela merasa bahagia.
Andrea mengambil ponselnya, dia segera memberi kabar ke Debora dan Fernandez.
" Rencana kita sebentar lagi akan berhasil, faris dan reva mereka habis keluar bersama".
" Duh bahagianya, semangat balasan dari Debora.
Kakek kembali ke tiduran di ranjangnya, dia sudah lelah untuk hari ini. Besok pagi harus ke kantor.
Di kamar reva, dia masih agak kesal sama faris. Dia mengantikan bajunya dengan baju tidur.
Reva merebahkan tubuhnya di ranjang, sesekali melihat ponselnya.
" Sudah mau satu bulan di jakarta, dan sekarang sudah ketemu kakek guman reva.
________
Faris baru saja sampai dirumah, debora juga melihat faris masuk kedalam rumah, dia terlihat bahagia.
" Cie bahagia bener ejek Debora.
" Apaan sih mah, ucap faris malu.
Dia langsung naik ke atas, masuk ke kamar tidur.
Malam semakin larut, bulan sudah menerangi malam yang begitu indah.
Reva sudah siap untuk ke kantor, sorenya dia akan berangkat ke kampus. Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, selesai sarapan reva dan kakek menuju kantor.
Mobil sudah siap, supir pribadi kakek pak dede menunggu di depan mobil.
" Pagi Tuan , Nona sapa dede.
" Pagi juga balas reva.
Dede membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya. Dede sudah berada di dalam m0bil, mobil melaju ke kantor.
Sampai di kantor, reva dan kakek memasuki perusahaan miliknya. Joko sudah menunggu di luar kantor menyambut pak andrea. Mereka berjalan masuk ke dalam lift, memencet ke lantai paling atas.
" Clenting.. pintu lift terbuka.
Reva, kakek dan joko keluar dan masuk keruanganya masing-masing.
Kakek hari ini hanya memantau reva bekerja, dia mau lihat seberapa besar kemajuan reva.
Reva duduk di tempat yang biasa kakek duduki, sedangkan kakek memilih tiduran di sofa.
Reva mulai bekerja dengan giat, dia nggak ingin mengecewakan kakek. Hari semakin siang, reva masih saja sibuk berkerja.
__ADS_1
Kakek menyuruh joko membelikan makanan untuk dirinya dan reva.
" Nak, makan dulu suruh kakek yang sudah menyiapkan makanan.
" Sebentar lagi kek, reva habis makan mau siap- siap ke kampus karna hari ini hari pertama reva masuk kuliah ucap reva yang sambil menatap laptopnya.
Selesai dengan pekerjaanya, reva mulai memakan makananya dengan lahap. Setelah makan reva membersihkan diri dan menganti bajunya.
" Kek reva berangkat ke kampus dulu yah! pamit reva.
" Kamu diantar dede yah nak, nanti kakek pulang sama joko ucap Andrea.
" Nggak usah kek, reva pakai ojek ajah ucap reva.
Reva mencium punggung tangan kakek, kemudian dia meninggalkan gedung perkantoran milik kakeknya.
Di depan pintu sudah ada ojek online menunggu.
" Mba reva? tanya kang ojek ke reva.
" Iyah pak, ke Universitas gajah tunggal yah pak ucap reva.
Motor melaju dengan lincah, tak butuh waktu lama reva sudah di depan kampus.
" Ini pak ucap reva memberikan uang dan kemudian turun dari ojek.
" Mba ini kembaliannya ucap kang ojek memberikan kembalian uang reva.
" Nggak usah pak, bwt bapak ajah ucap reva.
" Terimakasih mba.
Reva mulai memasuki gerbang Universitas Gajah Tunggal, hatinya merasa berdebar kencang.
" Rasanya seperti mimpi aku bisa kuliah di Universitas ini batin reva menyukuri nikmat yang di berikaan Allah.
Reva berkeliling mencari Fakultas ekonomi.
" Mau kemana mba? tanya seseorang wanita.
" Mau ke fakultas ekonomi mba, tapi binggung dimana gedung fakultas ekonomi ucap reva.
" Bareng sama saya saja mba, kebetulan saya juga jurusan ekonomi, perkenalkan saya putri ucap putri sopan.
" Saya reva, salam kenal putri ucap reva tersenyum.
Mereka berdua berjalan menuju fakultas ekonomi. Mereka saling berkenalan satu sama lain. Hari ini di kampus belum mulai pelajaran, cuman pemberian jadwal dan saling berkenalan dengan para dosen beserta teman satu jurusanya.
*********
Jangan lupa like, komen, vote sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Mohon maaf barang x ada yang salah, maklum author masih amatir ðŸ¤ðŸ¤
Terimaksih 😊