
Matahari sudah meninggi, sepasang pengantin belum saja terbangun dari tidurnya.
" Hooaaaammm Reva merenggangkan kedua tangan.
Perlahan mata Reva terbuka, Ia mengambil ponsel di meja sebelah ranjang.
" Aduuhhh sudah jam 10.00 WIB!! kaget Reva.
Reva mulai masuk ke kamar mandi, Selesai mandi reva membangunkan Faris yang masih tertidur pulas.
" Om..Om..Om.. bangun Om.. ucap Reva sambil mengonyangkan tubuh Faris.
" Hmmm hari ini aku cuti kerja ucap Faris suara khas bangun tidur ,mata masih tertutup .
" Ya sudah, aku mau keluar dulu yah Om izin Reva.
" Mau kemana? tanya Faris.
" Cari makanan Om, jawab Reva.
Reva meninggalkan Faris di kamar hotel, Ia berjalan ke berkeliling hotel.
" Selamat Pagi Nona, Ada yang bisa kami bantu? sapa Pegawai hotel.
" Pagi, Disini ada kantin Mas? tanya Reva.
" Maaf Nona di sini tidak ada kantin, adanya Restoran ucap Pegawai hotel sambil menunjukan arah Restoran.
" Terimakasih ucap Reva malu.
Reva berjalan sesuia arah yang di tunjukan Pegawai tadi.
" Selamat datang di Abu Nawas Resto, Silahkan salam Pramusaji Hotel sopan.
" Buat berapa orang Nona? kalau lebih dari dua orang kena cash 100rb perorang ucap Pramusaji menjelaskan.
" 2 orang kamar 306 ucap Reva.
Reva mulai mengambil piring, banyak makanan sudah di hidangkan seperti nasi goreng, nasi putih, ayam chiken, fuyung hay, capcay dan lainnya.
Reva sarapan sendirian sambil memandang para tamu dan beberapa orang yang sedang berenang. Selesai makan, Reva tak lupa mengambilkan makanan untuk Faris.
Sampai di kamar, Faris masih saja tertidur. Reva menunggu Faris bangun, Ia memainkan ponselnya.
" Sudah beberapa hari ini aku nggak kuliah" batin Reva.
Hari mulai siang, Faris sudah terbangun dari tidurnya dan sudah bersiap untuk pulang. Para wanita memandang Faris yang baru keluar dari Lobby. Ketampanan Faris memang tidak di ragukan.
__ADS_1
" Om liat tuh banyak wanita yang memandang ejek Reva.
" Biarin saja lah, lagian mata-mata Dia ucap Faris ketus.
" Ih ini Om..Om nggak bisa di ajak bercanda, muka datar kaya papan tulis batin Reva.
Mereka berdua sudah di dalam mobil, Faris mengemudikan mobilnya dengan cepat agar sampai rumah.
" Om kita kan sudah jadi suami istri, Om mau nggak anterin Reva pulang kampung buat nenggok makam Bapak sama Ibu ucap Reva pelan.
" Saya sibuk! ucap Faris ketus.
" Ya sudah, nanti saya pulang sendiri saja ucap Reva.
" Terserah!
Mobil sudah sampai di depan rumah Faris. Debora dan Fernandez menyambut anaknya yang baru pulang dari Hotel.
" Bagaimana sayang tidurnya? tanya Debora penasaran.
" Nyenyak ko mah ucap Reva.
" Ko kamu jalannya kaya nggak nyaman gitu sih sayang goda Debora.
" Sakit mah jawab Reva pelan.
Debora mengantar Faris dan Reva ke kamarnya.
" Mamah tinggal dulu yah pamit Debora.
Debora keluar dari kamar Faris dan Reva, Ia kembali duduk di Taman belakang bersama Fernandez.
" Pah, kita sebentar lagi punya cucu ucap Debora kegirangan.
" Yang bener mah?
" Nggak sabar pah.
__________
Di dalam kamar, Reva masih canggung sedangkan Faris biasa saja.
" Besok kita pindah rumah ucap Faris.
" Kemana Om? tanya Reva.
" Nggak usah bawel ucap Faris ketus.
__ADS_1
Faris duduk di sofa memainkan ponselnya, Dia sedang melihat sosmed milik Cindy. Faris tersenyum melihat Cindy, Cindy sekarang makin cantik dan Sexi.
Clenting...clenting
Ris *rumahnya sudah ada, kalau bisa kamu kesini. Cocok atau nggak? isi pesan Bayu.
Bentar lagi jalan balasan Faris*.
Faris mengambil kunci mobil, dan mengandeng Reva keluar kamar.
" Om kita mau kemana? tanya Reva binggung.
" Liat rumah, kamu nggak usah Bawel ucap Faris.
Mereka berdua menuruni anak tangga dengan bergandengan. Debora yang melihat hatinya berasa adem.
" Mah, Faris mau keluar sebentar pamit Faris.
" Ya, hati - hati yah sayang jawab Debora.
Faris dan Reva mencium punggung tangan Debora. Mereka meninggalkan debora di ruang tamu. Faris membukakan pintu mobilnya untuk Reva.
Faris menyalakan mobil, perlahan-lahan mobil mulai menjauh dari kediamannya. Mobil sudah berada di tengah jalan, Reva hanya diam saja. Faris menyuruhya agar Reva tak banyak bicara.
" Perumahan Citra Pesona batin Reva.
Mobil sudah memasuki kawasan perumahan, Faris memberhentikan mobil di depan sebuah rumah besar, Reva makin kebinggungan.
" Turun! perintah Faris.
Reva kemudian turun dari mobil, Dia melihat sekeliling Perumahan. Rumah yang ada di depan Reva 2x lipat lebih besar dari rumah sebelahnya.
" Rumah siapa Om? tanya Reva penasaran.
" Rumah untuk kita tinggalin ucap Faris.
" Aku nggak mau Om, ini terlalu besar. Aku mau yang sebelah sana ucap Reva menujukan rumah yang tidak terlalu besar.
" Hmmmm ya sudah, terserah! jawab Faris.
Bayu menghampiri Faris dan Reva.
" Bagaimana rumahnya Ris? tanya Bayu.
" Kebesaran Bay, saya mau rumah yang itu sambil menujukan rumah yang di tunjuk Reva.
Mereka berjalan mendekati rumah tersebut, rumah yang tidak terlalu besar. Mereka masuk ke dalam rumah, untuk melihat- lihat.
__ADS_1