
Reva membuka seisi kulkas, dia mengmbil bahan yang akan di masak.
" Apakah dia yang bernama Cindy, aku takut mas, takut suatu saat engkau meninggalkan ku demi wanita lain batin Reva. Ia matanya masih menetes, membasahi pipi.
Reva mulai memakai clemek, Dia memotong sayuran dahulu, dari kejauhan Faris memandang Reva. Faris berjalan menuju dapur dan langsung memeluk Reva dari belakang.
" Maafkan aku sayang ucap Faris pelan.
" Mas, maafkan Reva, Kalau kepergian Reva membuat mas bahagia, Reva ikhlas mas ucap Reva sambil menanggis.
Faris menghadapkan muka Reva kehadapanya. Ia mengusap air mata yang membasahi pipi Reva.
" Dengarkan mas, Mas nggak akan ninggalin kamu yank ucap Faris menyakinkan Reva.
" Dia memang mantan mas, tapi mas udah nggak cinta sama dia ucap Faris.
" Iyah mas, Reva percaya sama mas jawab Reva.
Faris langsung memeluk Reva dan mencium keningnya.
" Hari ini nggak usah masak yah sayang, kita makan di luar saja ucap Faris.
Reva mengangguk, keduanya berjalan menuju kamar. Reva merebahkan tubuhnya di ranjang, matanya ke arah langit- langit kamar sedangkan Faris ke kamar mandi.
" Aku harus percaya sama suamiku, bismilah batin Reva.
Selesai mandi Faris hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di bagian bawah keluar dari kamar mandi, Ia melihat Reva sedang melamun.
" Sayang, ayo mandi ajak Faris.
" Iyah mas ucap Reva.
__ADS_1
Reva masuk ke kamar mandi, di ikuti Faris.
" Ngapainz mas masuk ke kamar mandi? ucap Reva.
" Ikut jawab Faris manja.
" Apaan sih mas, dah ah sana mas pakai baju ucap Reva.
" Tapi mas ingin ikut mandi lagi, kita main di kamar mandi ucap Faris sambil tertawa.
Reva langsung masuk dan mengunci pintu kamar mandi.
Dor...dor..dor..
" Sayang buka teriak Faris.
Reva hanya diam dan menyalakan kran air.
" Mas tumben kamu pakai kaya gini, nggak salah!! ucap Reva sambil memegang jidat Faris.
" Nggak panas ko, Mas ke sambet setan mana? ucap Reva kembali.
" Apaan sih Sayang, aku kan ingin seperti teman- temanmu ucap Faris.
" Hahahahaahhaa Reva tertawa lepas.
Reva kemudian memakai pakaian, celana jens pendek dan kaos.
" Kita mau makan di mana mas?? ucap Reva.
" Di restoran lah!! masa di toko material!! ucap Faris nada meninggi.
__ADS_1
" Nggak usah ngegas x mas ucap Reva.
Mereka berjalan menuruni anak tangga, Faris mengambil kunci motor yang ada di samping meja televisi.
Sampai di garasi Reva hendak menaiki mobilnya.
" Ngapain kesitu, kita pakai motor saja ucap Faris.
" Oke, lebih baik itu dari pada naik mobil, Bau! ucap Reva.
Faris memakaikan helm untuk Reva, Faris menaiki motornya.
" Siap sayang? Tanya Faris.
" Siap mas, brangcut ucap Reva.
Greeenggg.... motor melaju dengan cepat.
" Mas jangan ngebut- ngebut nanti aku jatuh teriak Reva.
" Makanya meluk donk sayang ucap Faris sambil menarik tangan Reva agar memeluk dirinya.
Mereka keliling kota layaknya seorang yang sedang berpacaran. Faris masih melajukan motornya, Ia ingin membawa Reva kesuatu tempat. Faris membawa Reva ke sebuah rumah makan bancakan Seafood. Rumah makan di pinggiran kota yang cukup ramai.
Reva dan Faris duduk di lesehan, mereka memesan bancakan seafood untuk 2 orang. Setelah beberapa menit, makannya sudah jadi. Keduanya menikmati makan malam bersama sambil diiringi musik para pengamen jalanan.
**********
Mohon maaf kalau saya hanya update sehari sekali 🙏🙏🙏
Terimakasih yang sudah setia menunggu 😘😘
__ADS_1
Semoga kalian dimana pun berada sllu di beri kesehatan 😘😘😘