Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 99


__ADS_3

Matahari mulai terbenam, Reva dan Zain masih di kamar.


" Astaghfirullah, aku tidur kaya orang mati saja" guman Reva sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" pa...pa. ..pa" .Zain terus mengoceh nggak jelas.


" Anak mamah sudah bangun teryata, pintar sekali anak mamah nggak nanggis" ucap Reva kemudian ia mengendong Zain keluar kamar.


Siti sudah menyiapkan perlengkapan Zain mandi, Siti mengendong Zain ia mulai memandikan bayi mungil yang sekarang sudah gembul.


" Gemes sekali" celoteh Siti.


Reva masuk ke dalam kamar, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi Reva dan Zain duduk di teras depan menunggu kepulangan sang suami tercinta.


Suara adzan magrib mulai berkumandang, Mereka akhirnya masuk menunggu di dalam rumah.


" Mas Faris ko belum pulang" guman Reva sambil melirik jam.


Reva lebih baik menunggu Faris di kamar sama Zain.


" Au..au.." celoteh Zain terus menerus, ia juga sudah tengkurap mau belajar duduk.


Reva tak lupa mengabadikan momen-momen bersama Zain yang memang aktif sekali.


" Assalamualaikum" ucap Faris yang langsung masuk ke dalam kamar.


" Walaikumsalam mas" balas Reva, ia langsung mendekati Faris.


" stop, jangan peluk mas dulu yank, mas kotor bau Asep juga" ucap Faris kemudian langsung masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


" Nggak tau apa yah istrinya kangen" ucap Reva manyun.


Reva kembali main dengan Zain, Zain mulai menanggis mungkin cape atau minta minum susu. Reva segera memberikan Asi.


Faris membuka pintu kamar mandi, ia melihat Zain yang sedang minum susu. Faris mendekati Zain menciumi pipi gembul Zain yang begitu mengemaskan.


" Zain Mulu yang di cium" gerutu Reva.


" Kalau sayang, nanti malam" ucap Faris genit matanya mengedipkan bahasa isyarat orang dewasa.


" Mas sudah makan? tanya Reva.


" Belum yank, mas lagi pengin makan sambal tauge, ikan asin sama tempe goreng" ucap Faris asal.


" Ya sudah, Reva bikinin yah mas" ujar Reva.


Mereka keluar kamar, Faris terus mengendong Zain.


Reva berjalan ke belakang, Bi Sumi dan Siti sedang duduk sambil berbincang menikmati teh hangat.


Reva tak mau menganggu ART yang sedang istirahat, ia membuka kulkas dan mengeluarkan sayuran, Ikan , tempe serta percabean dan perbawangan.


Reva mulai mengiris tempe dan melumuri dengan bumbu racik tempe, kompor di nyalakan di tumpangi wajan yang di beri minyak.


Sreeengg....


Sreeengg. ..


Sreeengg. ..

__ADS_1


Dengan lihat, Reva membuat sambel dan merebus sayuran untuk di colet.


" Baunya sedap sekali ti" guman Bi Sumi.


Bi Sumi berjalan menuju dapur, teryata Reva sedang memasak.


" Ya Allah non, maafkan bibi" ucap Bi Sumi yang merasa bersalah.


" loh kenapa minta maaf Bi" ucap Reva sambil mengulek sambel.


" Sini non, biar bibi saya yang terusin memasak" pinta bi Sumi.


" Nggak usah bi, mas Faris pengin masakan Reva" ucap Reva.


Setelah matang semua, Reva mengundang Faris untuk makan malamnya.


" makan di teras belakang saja yank" ucap Faris.


Bi Sumi membantu membawa makanan ke teras belakang, Siti mengambil alih Zain.


" Bibi kalau mau makan itu sudah Reva pisah buat bibi dan siti, tapi maaf loh Bi kalau masakan Reva tak seenak masakan bibi" ujar Reva tersenyum.


" Masakan non Reva pasti enak juga" balas bi Sumi yang ikut tersenyum.


Reva dan Faris makan di teras belakang, angin yang sepoy-sepoy dan sambal yang pedas membuat Faris berkeringat.


" Mantap yank" ucap Faris sambil melahap masakan Reva.


Reva tersenyum melihat suaminya yang sudah habis dua piring. makanan sudah di lahap Faris dan Reva.

__ADS_1


" Alhamdulillah kenyang" ucap Faris sambil memegangi perutnya yang sudah kenyang.


__ADS_2