Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 52


__ADS_3

Reva ingin selalu percaya terhadap suaminya, Dia nggak mau punya penyakit hati.


Selesai makan, Reva dan Faris menaiki motornya kembali. Mereka berkeliling, menikmati indahnya kota Jakarta di malam hari.


Jam terus berputar, angin malam mulai terasa dingin.


" Mas pulang yuk ajak Reva.


" Iyah sayang, peluk yah yank ucap Faris sambil mempercepat laju motornya.


Sampai dirumah, mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar. Dari hawa dingin berubah menjadi hawa panas.


Mereka melewati malam panjang bersama. Reva sudah mulai mencintai Faris, apa yang ingin suaminya minta Reva selalu memberikan.


Hujan turun begitu lebat malam itu, tapi suasana kamar begitu panas. Reva mulai menikmati permainan Faris di atas ranjang.


Keesokan paginya.


Reva terbangun dari tidurnya, seperti biasa Reva bangun untuk sholat subuh. Ia masuk ke dalam kamar mandi dan berkeramas.


Selesai mandi, Reva membangunkan Faris tapi tak kunjung bangun. Akhirnya Reva melakukan sholat subuh sendirian.


Habis sholat subuh, Reva keluar dari kamar. Kakinya melangkah menuju dapur. Hujan pun masih turun dari semalam.


Reva mengambil beras kemudian mencuci dan memasak menggunakan ricecooker. Setelah itu Reva masuk ke dalam kamar kembali.


" Malas sekali mau masak, yang penting masak nasi dulu deh batin Reva.


Reva naik lagi ke atas ranjang, dia mulai mengganggu Faris yang masih tidur.


" Om genit,,, bangun donk Om,,, tidur mulu ucap Reva sambil menciumi pipi suaminya.

__ADS_1


Reva menciumi pipi Faris yang tirus, Dia mulai gemas akan wajah Faris saat tidur.


" Om bangun Om ucap Reva pelan pas di telinga Faris.


" Om bangun Om, main lagi yuk goda Reva sambil tersenyum.


Faris sebenarnya mendengar ucapan Reva, tapi ia senggaja tidak bangun dulu.


" Om genitku ucap Reva.


Faris langsung mencium bibir Reva yang sedang berbicara membuat Ia terdiam sekejap.


" Kamu masih kurang, semalam sudah di buat lemas ucap Faris bangga.


Faris langsung menarik baju yang di pakai Reva.


" Mas mau ngapain? tanya Reva.


" Main apaan, orang aku ngajak main ludo king ko ucap Reva ngeles.


" Main ludo king apa main kuda-kuda hayoo... goda Faris.


Reva hanya tersenyum dan tersipu malu. Faris pun melakukan tugasnya sebagai suami hingga Reva terkapar lemas tak berdaya.


Selesai melakukanya, Faris masuk ke kamar mandi. Dia harus bersiap ke kantor karna ada meeting jam 09.00 WIB.


Reva langsung mengenakan baju tidur yang tadi di pakai kemudian ia keluar kamar untuk masak sarapan.


Masakan yang simple, telor dadar, teh manis panas dan sambal kecap. Faris sudah mengenakan pakaian rapi dan dia turun ke bawah.


" Sarapan dulu mas ucap Reva.

__ADS_1


" Iyah sayang jawab Faris.


Mereka berdua sarapan pagi, setelah sarapan Faris langsung ke kantor.


" Sayang, mas ke kantor yah ucap Faris.


Reva mencium punggung tangan Faris, kemudian Faris mencium kening Reva.


" Hati- hati di jalan yah mas.


" Iyah sayang.


Reva hanya mengantar di depan pintu masuk rumah. Setelah Faris pergi, Reva langsung mengunci pintu rumah. Dia mau beberes rumah, karna memang rumah yang Ia tepati tanpa IRT.


______________


Di kantor


Faris sudah sampai di ruangannya, tiba- tiba Cindy masuk ke dalam ruangan Faris.


" Kenapa langsung masuk! ucap Faris ketus.


" Biasanya juga nggak masalah ko, aku langsung masuk ucap Cindy.


" Please Cin, kamu keluar! saya mau meeting usir Faris.


" Aku tau Ris, kamu belum nikah. kenyatanya nggak ada tuh yang tau kamu nikah kapan. Perempuan kemarin pasti kamu bayar batin Cindy sambil tertawa bahagia.


" Kamu meeting dulu, aku akan menunggu kamu sampai meeting kamu selesai ucap Cindy.


" Ini anak kenapa sih! aku kan dah bilang kalau aku sudah nikah batin Faris.

__ADS_1


Faris membawa semua dokumen yang akan di meetingkan, sedangkan Cindy menunggu di ruangan Faris. Faris hatinya mulai tak tenang, Dia takut Reva ke kantor dan bertengkar sama Cindy. Faris tau betul sifat Cindy yang tak mau kalah.


__ADS_2