
Reva masuk ke dalam rumah dan bersiap untuk ke supermarket.
Dreet...dreeett ponsel Reva terus berbunyi, dia melihat layar ponselnya.
" Kakek batin Reva.
" Halo cucuku, bagaimana kabar kamu? tanya Andrea.
" Alhmdulillah sehat kek ucap Reva.
" Kakek hari ini mau berangkat ke Desa Panjitan ingin ke makam Antonio dan Titi ucap Andrea.
" Iyah kek, kakek hati2 yah! oya kek kunci rumah Reva titipin ke Bu Ijum dan Pak Jaja ucap Reva.
Setelah berbicara, panggilan terputus. Reva bersiap ke supermarket dengan motor barunya. Reva hanya memakai celana levis dan baju kaos, Dia menaiki motornya ke sebuah supermarket.
Di dalam supermarket, Reva memilih sayuran- sayuran segar.
" Lebih murah di pasar tradisional guman Reva sambil mendorong troli.
" Auuu...sakit guman seseorang anak kecil.
" Ya ALLAH, maafin tante yah nak ucap Reva.
" Nggak papa tante, kaka mika baik- baik saja ko ucap mika seseorang anak kecil.
" Mika ucap Seseorang ibu.
" Maafin saya Mba, tadi saya menabrak ponakan Mba ucap Reva.
" Mba kalau jalan pakai mata donk! Anak ini, anak saya ucap Cindy ketus, Cindy yang tak lain ibu dri anak tersebut.
Kemudian Cindy dan anaknya meninggalkan Reva.
" Cantik sih, tapi mulutnya pedes amat kaya cabe cabean guman Reva sambil tertawa kecil.
Reva melanjutkan mendorong trolinya, Dia memilih bahan makanan yang akan di masak nanti sore.
__ADS_1
Reva berhenti di kasir, menata belanjaanya.Setelah membayar Reva pun akhirnya pulang kerumah.
Dia menaiki sepeda motornya, sampai dirumah Reva menata belanjaanya.
" Huuufff,, masak terus ke kantor Mas ah, habis itu berangkat kuliah guman Reva.
Reva langsung memakai clemek, Dia membuka ponselnya mencari resep makanan ke kinian yang menurutnya nggak kampungan.
" Masak apa yah?? ah ini saja x yah simple dan mudah. Daging sapi BBQ, pasti mas suka ucap Reva sambil memainkan ponselnya.
Setelah beberapa jam, akhirnya masakan sudah makan, Reva langsung menatanya di rantang susun. Nasi, lauk dan Buah.
Reva membereskan dapur dan bersiap ke kampus sekalian mengirim makan siang untuk suami tercintanya. Reva memakai kemeja, celana bahan dan almamater Universitas Gajah Tunggal tak lupa tas ransel.
Reva sudah berada di atas motornya, Dia melajukan motornya ke jalanan dengan pelan.
" Ah sudah jam setengah dua belas guman Reva sambil melihat jam tangan miliknya.
Sampai di depan Kantor PT Fernandez Grup, Reva melangkah kakinya masuk ke dalam kantor.
" Siang De, ada yang bisa saya bantu? Ucap Pak Satpam.
" Apakah Ade sudah ada janji dengan Pak Faris.
" Belum ada Pak ucap Reva.
" Maaf yah De, kalau belum ada janji ade duduk dulu saya akan kabari pak Faris. Kebetulan beliu ada tamu di dalam ucap Pak Satpam.
Reva pun menuruti aturan Perusahaan, Dia duduk di ruang tamu. Pak satpam berjalan menuju Resepsionis untuk memberi kabar bahwa ada yang ingin bertemu.
Reva menunggu sekitar lima belas menit tapi tidak ada respon dari resepsionis. Akhirnya Reva berdiri kembali dan bertanya ke pak satpam.
" Maaf pak? Bagaimana? tanya Reva.
" Maaf De, Pak Faris masih ada tamu jawab Pak Satpam.
Bayu yang habis makan siang melihat Reva sedang berdiri bersama Pak Satpam. Bayu pun akhirnya menghampiri mereka.
__ADS_1
" Ada apa pak? tanya Bayu.
" Mas Bayu panggil Reva.
" Gini pak, ade ini ingin bertemu dengan pak Faris tapi pak Faris sedang bersama Nona Cindy ucap Pak Satpam.
" Apa Cindy! ucap Reva kaget, hatinya berdetak sangat kencang. Dia langsung berlari masuk ke dalam Lift Pribadi.
" De...de..de.. Panggil pak satpam.
" Nggak papa pak, Biar saya yang urus ucap Bayu.
Bayu mencoba menghubungi Faris tapi tidak terjawab.
" Faris lagi apa sih! sial pasti nanti ada perang dunia guman Bayu.
Bayu pun akhirnya dengan cepat masuk ke lift khusus karyawan untuk mencegah Reva.
Sampai di lantai atas, pintu ruangan Faris masih terbuka sedikit. Dia langsung menuju Ruangan Faris.
" Mas Faris, Groommpyaaanggg. rantang yang di bawa Reva terjatuh.
" Reva panggil Faris, dia langsung menjauhi Cindy.
Tapi Reva langsung berlari meninggalkan Faris dan Cindy. Reva langsung masuk kedalam Lift, Bayu sampai di atas, dia melihat bosnya sedang berlari.
" Kenapa Pak? Tanya Bayu.
" Reva, Bay....ucap Faris.
Faris masuk kedalam lift yang di pakai Bayu. Sampai di bawah Reva langsung berlari menuju motornya dan melaju dengan kencang.
" Sial cepat banget perginya guman Faris.
Faris mencoba menghubungi Reva tapi tak ada jawabanya. Berulang x Faris menelfon Reva.
" Lebih baik aku urus dulu Cindy, baru urus Reva di rumah guman Faris.
__ADS_1
Faris naik lagi ke atas menemui Cindy.