
Reva kembali masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap ke pasar. Reva mengenakan celana tiga perempat serta kaos oblong, rambutnya di ikat satu. Setelah menunggu beberapa menit supir suruhan Faris sudah datang.
Reva langsung keluar rumah, dan masuk ke mobil.
" Pak kita ke pasar tradisional yah pak suruh Reva.
" Siap Non jawab Dede.
Mobil melaju dengan cepat, hanya beberapa menit mobil sudah terparkir di pasar tradisional.
" Pak tinggal saja, nanti saya pulangnya pake angkutan umum ucap Reva.
" Nggak papa Non, saya menunggu saja soalnya Tuan menyuruh saya agar mengantar Nona Reva jawab Dede.
Reva keluar dari mobilnya, Ia mulai masuk ke kawasan pasar.
" Beli apa dulu yah batin Reva.
Reva berjalan menuju tempat penjual seafood.
" Bu kakap merah 1kg, gurame 1/2kg , kerapu 1/2kg yah bu ucap Reva sambil memilih Ikan lainnya.
Penjual pun mulai menimbang pesanan Reva.
" Berapa bu totalnya? tanya Reva.
" Rp. 200.000 Neng ucap Penjual.
" Waduh, aku lupa belum ngambil Uang batin Reva sambil membuka dompet.
" Bu maaf, Saya lupa belum ngambil Uang. Tunggu bentar yah Bu ucap Reva.
" Iyah Neng, nggak papa jawab Penjual Ikan.
Reva langsung keluar pasar, Dia mencari mesin ATM. Setelah mendapatkan mesin ATM Reva juga nggak tau sandinya.
__ADS_1
Tut...Tut...Tut...
" Faris kemana sih, ko nggak diangkat-angkat guman Reva sambil menelfon Faris.
Reva memanggil Faris beberapa kali, tapi nggak di angkat. Dia akhirnya kembali ke mobil dengan perasaan lemas.
" Sudah belanja Nona? Tanya Dede.
" Lupa nggak bawa Uang, mau ngambil Uang di ATM nggak tau kata sandinya jawab Reva lemas.
" Pakai Uang saya dulu Nona, kebetulan saya baru gajian ucap Dede sambil memberikan 10 lembar Uang seratus ribuan.
" Terimakasih Ucap Reva.
Reva kembali masuk ke tempat penjual Ikan, Setelah membayar Reva juga membeli sayuran, daging, ayam dan lainnya.
" Lelah sekali guman Reva.
Reva sudah berada di dalam mobil, Mobil berjalan menuju rumah. Sampai dirumah, semua belanjaan di bawa Dede ke dapur dan Dede meninggalkan rumah Reva.
Reva menata semua belanjaanya di kulkas, semua di tata.
" Kenapa Om, dari tadi kemana saja!! Ucap Reva ketus.
" Oohh panggil Om lagi yah, awas saja kalau aku di rumah, aku hukum ucap Faris.
" Menyebalkan! ucap Reva kesal.
" Buka pintu ucap Faris yang teryata sudah ada di luar rumah.
" Apa!! Kaget Reva, Dia langsung berlari membukakan pintunya.
Clek..clek..Teryata benar Faris sudah ada di balik pintu. Faris langsung mencium bibir Reva di depan pintu.
" Hmmmmm Mas.. ucap Reva yang tak bisa berbicara karna bibir Reva dan Faris saling bertempelan.
__ADS_1
Reva mendorong dada Faris yang bidang, tapi pelukan Faris semakin kencang. Nafas Reva sudah tak beraturan, kemudian Faris melepaskan ciumannya.
" Mas, ini tuh masih di luar nanti kalau ada orang liat bagaimana ucap Reva malu.
" Jadi kalau di dalam boleh donk jawab Faris bahagia.
" Bu...bukan begitu Mas ucap Reva, Pipinya mulai memerah.
" Biarin orang liat, kan kita suami istri Jawab Faris.
Keduanya masuk ke dalam rumah, Reva berjalan ke dapur. Dia ingin memasak untuk suaminya.
" Mas tadi aku pinjam uang sama Dede, habisnya mas nggak ngasih No pin mana aku tau! ucap Reva.
" Iyah jawab Faris singkat.
Reva mulai memasak, Faris duduk di meja makan sambil memandang tubuh Reva dari belakang.
" Sexsi juga Reva guman Faris.
Reva merasa risih di pandangi Faris, Dia mulai salah tingkah.
" Mas jangan liatin aku masak donk ucap Reva.
Faris mulai mendekati Reva, kemudian memeluk Reva dari belakang.
" Memangnya kenapa? loh kamu memang istriku ko bisik Faris di telinga Reva.
Darah Reva mulai mengalir dratis, bulu kuduknya merinding. Tangan Faris tak mau lepas dari pinggang Reva.
" Mas, aku lagi masak! jangan ganggu donk ucap Reva pelan.
Faris melepaskan pelukannya, Dia duduk di meja makan kembali. Ia memainkan ponselnya, membuka aplikasin Ig.
Selesai sudah masakan Reva, Ia segera menghidangkan di meja makan. Walaupun anak Desa, Reva sekarang sudah bisa memasak makanan orang Kota. Dia belajar dari buku resep.
__ADS_1
**********
Mohon maaf 🙏🙏 kalau kurang menarik ataupun banyak yang salah dalam penulisan.