Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 129


__ADS_3

" Ya Allah, lindungilah istri hamba" guman Faris yang terus memanjatkan doa-doa.


Mobil masih dalam kejaran Faris dan Bayu, mereka bertemu polisi saat keluar dari hutan.


Tin...


Tin..


Tin..


Bayu membunyikan klakson mobil tiga kali, Faris langsung meraih ponselnya dan menelfon polisi tersebut.


" Pak putar balik, istri saya ada di dalam mobil yang barusan bapak berpapasan," ucap Faris.


" Siap pak" balas polisi tersebut, mobil polisi putar balik.


mereka mengejar mobil sampai pusat kota, polisi juga menelfon temannya agar mereka mencegah mobil yang di tumpangi Parjo.


*******


" Gawat, ada beberapa mobil polisi mengejar kita" ucap Parjo yang merasa kebingungan.


Reva masih belum sadarkan diri, ia terkulai lemas di kursi penumpang.


Parjo dan beberapa anak buahnya, masih sibuk mencari cara agar bisa kabur dari kejaran polisi.

__ADS_1


" Bagaimana ini bos? tanya anak buah Parjo.


Parjo akhirnya memiliki cara agar mereka keluar dari kejaran polisi.


Parjo beberapa kali menelfon Cindy tapi tak kunjung di angkat.


" Kalian lewat gang depan, saya akan bersembunyi di sana bersama Reva nanti kalian tinggalkan mobil ini dan bersembunyi di tempat yang menurut kalian aman," ujar Parjo.


Mobil berhenti di pertigaan, Parjo turun dengan mengendong Reva dan langsung bersembunyi kemudian mobil langsung meninggalkan dia dan Reva.


" Kalau tidak ada dan tubuh Cindy, aku nggak sudi membawa kamu kesini," guman Parjo, ia duduk di antara gang sempit yang menurut sepi.


Mobil polisi dan mobil Faris sudah melewati Parjo dan Reva.


" Untung mereka nggak melihatku" ucap Parjo pelan.


" Sesuai aplikasi pak" pinta Parjo.


Perjalanan selama 25 menit, akhirnya sampai di kediaman Cindy.


" Terimakasih pak" ucap Parjo Dan memberikan uang ke supir taksi.


Parjo mengangkat Reva masuk kedalam kamar tamu, kemudian menguncinya.


" Mbok, Cindy sudah pulang? tanya Parjo.

__ADS_1


" Belum Pak, dari semalam Nyonya Cindy belum pulang" ucap Mbok Uus.


" Hiish belum bangun juga teryata" guman Parjo yang terdengar olih mbok Uus.


Parjo masuk kembali ke kamar tamu, ia kemudian mengikat tangan dan kaki Reva serta membekap mulut Reva agar tidak menganggu mbok Uus.


Setelah beres, Parjo keluar dan mengunci Reva dari luar.


" Mbok jaga dia jangan sampai lepas, kalau lepas mbok akan tau akibatnya" ucap Parjo membuat mbok Uus merinding dan ketakutan.


Parjo meminta salah satu kunci mobil Cindy, rencana ia akan menjemput Cindy di hotel semalam mereka melakukan kebahagian duniawi.


Mobil melaju dengan kencang, Parjo tak lupa mengenakan topi dan masker agar tak ketahuan.


Mobil sudah masuk ke hotel dan setelah masuk ke kamar terlihat Cindy yang masih tertidur pulas, senyum Parjo mulai mengambang saat melihat Cindy yang masih seperti semalam.


" Glek" Parjo menelan Slavinanya dengan keras.


" Cindy bangun" ucap Parjo sambil menggoyang tubuh Cindy


Parjo duduk di samping ranjang dengan sejuta kemenangan.


" Parjo" teriak Cindy ia baru sadar.


" Tenang sayang, apakah kamu menikmatinya" ujar Parjo tersenyum bahagia tapi Cindy memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


" Sana mandi, Reva di rumah mu tadi saya di kejar polisi, kini polisi sedang mencari kita" ucap Parjo yang membuat Cindy syok.


Mereka akhirnya bergegas pergi dari hotel dan kembali ke rumah Cindy.


__ADS_2