
Malam begitu dingin, tangisan bayi mungil yang minta ASI membangunkan mimpi indah Faris.
Faris segera mengendong baby Z yang sedang menyusu di dekapan Reva.
" Ooaammmm rasanya kantuk sekali", guman Reva sambil menutupi mulutnya.
Kini bergantian jaga, giliran Faris yang terbangun Reva yang tidur.
Setelah beberapa jam, kini bergantian jaga Reva mengendong baby Z dan Faris tertidur sampai pagi.
Matahari sudah menyinari bumi, sinarnya masuk ke sela-sela ventilasi kamar rumah sakit.
Baby Z di bawa ke ruangan perawat untuk di mandikan dan di pakaikan bedong. Faris mulai menata pakaian Reva, karena pagi ini mereka harus pulang ke rumah kediaman Fernandez.
Bayu pagi ini sudah di rumah sakit, ia mengurus semua administrasi.
" Bay, besok kamu pesankan nasi kotak untuk semua karyawan di kantor", ucap Faris sambil mengendong baby Z.
" Siap, Pak ",jawab Bayu.
Reva berjalan di sebelah Faris, sedangkan Bayu membawa tas Reva. Sampai di loby, Bayu langsung mengambil mobil.
Mereka semua sudah didalam perjalanan pulang.
*******
Kediaman Fernandez.
__ADS_1
Semua tamu sudah hadir memenuhi kediaman Fernandez. Banyak bunga ucapan selamat datang atas kelahiran baby Z dan hadiah untuk baby Z.
Niat hati untuk acara keluarga, teryata menjadi acara besar. Dari mulut ke mulut, akhirnya semua rekan bisnis pun mendengar kelahiran putra pertama Faris.
Karangan bunga memenuhi halaman rumah Faris dari subuh tadi. Debora sempat kewalahan, ia memutuskan mengundang Abang bakso, somay, batagor, es dawet, telur gulung dan jajanan pinggir jalan lainya untuk memenuhi hidangan di rumahnya.
Hari semakin siang, Faris beserta keluarga kecilnya belum juga sampai di rumah.
" Kenapa Faris belum pulang pah? bisik Debora pelan ke suaminya.
" Mungkin lagi di jalan mah, kita tunggu sebentar lagi", balas Fernandez.
Sekitar menunggu sepuluh menit, akhirnya mobil yang di pakai Faris sampai di halaman rumah.
Reva yang melihat halaman rumah tercengang, begitu banyak mobil mewah dan karangan bunga ucapan selamat datang.
" Mas, kamu yang mengundang tamu? tanya Reva penasaran.
Mereka turun dari mobil, semua orang dan kerabatnya mengucapkan selamat pada mereka berdua.
" Anak mamah dan papah", teriak Debora yang menghampiri Reva dan Faris.
Mereka saling berpelukan, tak menyangka teryata orang tua Faris lah yang mempersiapkan acara penyambutan Baby Z.
Reva terus menangis bahagia dan terharu, andai saya kedua orang tuanya masih di sini di dunia ini mungkin kebahagiaannya lengkap.
" Kenapa menangis sayang", tanya Debora pelan.
__ADS_1
" Saya kangen ibu dan bapa Mah", ucap Reva menunduk menyembunyikan tangisan.
" Do'akan saja mereka sayang, mamah yakin mereka bahagia punya anak seperti Reva", jawab Debora kemudian memeluk menantunya itu.
" Oaaa.. Oaaaa... Oaaaa... tangisan baby Z begitu merdu.
Semuanya satu- persatu mengucapkan ucapan selamat. Banyak tamu yang penasaran akan nama Baby Z.
Setelah satu persatu mengucapkan selamat, Kini Reva, Faris dan Baby Z berdiri di panggung yang mungkin tidak terlalu tinggi dan besar.
" Assalamualaikum", Ucap Faris sopan dan tegas.
" Walaikumsalam" jawab secara bersamaan.
" Terimakasih untuk Mamah dan Papah sudah menyiapkan semua ini, terimakasih juga buat keluarga dan teman-teman yang saya sayangi yang sudah meluangkan waktunya untuk menginjakan kakinya di rumah saya, tak lupa Saya dan Reva bersyukur kepada ALLAH SWT atas kelahiran putra pertama kita. Mohon maaf kalau hidangan kurang memadai, sekali lagi atas nama keluarga saya mohon maaf sebesar-besarnya." ucap Faris panjang lebar.
Semua orang bertepuk tangan meriah.
" Nama anaknya siapa? kenapa di panggil Baby Z", ucap Tono salah satu keluarga.
" Terimakasih Om Tono, nama anak kami Zain Anas Fidyan Fernadez 3 kata yang mempunyai arti ‘seseorang yang tampan, membawa sukacita, dan rela berkorban, sedangkan Fernandez kita ambil dari nama kakeknya, beliau orang yang sangat berjasa dalam hidup saya sehingga saya bisa seperti ini. Memberikan nama tersebut besar harapan kami semoga si kecil tumbuh menjadi anak Sholeh, berbakti kepada orang tua serta menjadi anak yang baik dan berguna bagi Nusa dan Bangsa sesuai dengan arti namanya." Ucap Faris dengan bangga, wajahnya terus menerus memancarkan senyuman.
Acara demi acara di lalui dengan gembira, baby Zain tertidur pulas di box baby. Kita juga melakukan doa bersama untuk mendiang kedua orang tua Reva.
Suasana yang tadinya ramai kini sudah mulai sepi, satu persatu tamu mengundurkan diri. Baby Zain sudah berada di kamar bersama Reva untuk minum susu.
Reva merebahkan dirinya dan Zain di ranjangnya.
__ADS_1
" Rasanya lelah sekali", guman Reva.
Setelah Zain minum susu, akhirnya bayi mungil tertidur dengan pulas. Reva mulai menutup matanya sebentar. Hari ini begitu cerah, matahari seakan ikut bahagia.