
Sudah 3 bulan berlalu dan Alma sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Rayhan semenjak kejadian itu . Kini ia mulai beraktivitas seperti biasanya ,ia hanya berjualan kue dari satu rumah ke rumah yang lain . Keringat mulai membasahi tubuhnya , sebenarnya wanita itu sudah lelah namun dari tadi uang yang ia kumpulkan belum cukup .
" Alma .." sapa seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah teman masa SMA nya .
" Eh ... Roni .." sapa wanita itu tersenyum ia tak menyangka akan bertemu temanya itu .
" Ini benar kamu ?" Tanya Roni tak percaya dengan keadaan teman nya itu . Tentu saja lelaki itu terkejut sang primadona SMA yang dulu di puja puja oleh para lelaki kini dalam keadaan duduk di kursi roda dan terlihat kelelahan .
" Kenapa , apa kamu tak mengenali ku hanya karena kaki aku lumpuh . " Ucap Alma tersenyum miris .
" Eh ... Bukan , bukan seperti itu . Aku hanya tak menyangka akan bertemu kamu disini aku kira kamu masih tinggal di rumah suami mu . " Ucap Roni tak enak hati .
" Untuk apa aku masih di sana toh suami ku telah tiada. " Ucap Alma sendu .
" Maksudmu dia sudah meninggal ?" Tanya Roni tak percaya .
" Ya begitulah . " Ucap Alma membenarkan tebakan sahabatnya itu .
" Em ...Alma lebih baik kita cari tempat untuk mengobrol aku ingin tau dengan apa yang terjadi dengan kamu . " Ucap Roni ingin mengetahui kenapa sahabatnya itu menjadi seperti ini .
" Baiklah ." Ucap Alma setuju , alma rasa tak ada salahnya untuk mengobrol dengan Roni toh mereka sahabatan sudah cukup lama .
Roni pun membantu Alma dengan mendorong kursi roda milik wanita itu . Mereka menuju sebuah cafe yang tak jauh dari tempat mereka mengobrol tadi .
" Kamu mau pesan apa ?" Tanya Roni ketika mereka baru saja tiba di meja cafe tersebut .
" Bukankah kita disini hanya untuk mengobrol ?" Tanya Alma pada sahabatnya itu .
" Tidak masalah mengobrol sambil makan dan minum Alma . " Ucap Roni menjawab pertanyaan sahabatnya itu .
" Kalau begitu nanti kita akan tersedak karena mengobrol sambil makan. "Ucap Alma tersenyum .
" Hahaha ..kamu ini sama sekali tak berubah ternyata , maksudku itu kita ngobrol setelah makan Alma , lagi pula ini sudah waktunya makan siang kamu belum makan kan .?" Tanya Roni pada wanita itu .
__ADS_1
" Belum sih tapi apa kamu sanggup menraktir aku yang cantik ini ." Ucap Alma bercanda , dari dulu memang Alma wanita yang riang dan suka bercanda hanya saja sikap nya itu hilang setelah menjadi istri dari alm suaminya .
" Tentu saja sanggup tuan putri tenang saja hamba sudah membawa uang sekarung untuk menraktir kamu makan . " Ucap Roni melanggati omongan Alma .
Mendengar itu Alma tak sungkan lagi ia pun kemudian memesan beberapa makanan untuk nya , perut nya sudah tak sabar untuk di isi. Roni yang melihat itu pun senang ia melirik ke sebuah kotak putih yang masih berisi banyak kue , karena penasaran Roni pun mulai bertanya.
" Kamu beli kue di mana kok banyak banget memang nya kamu mau ada acara apa ?" Tanya lelaki itu masih menatap kue kue itu.
" Aku bukan beli ron tapi aku menjual nya . " Ucap Alma membuat Roni mengerutkan dahinya .
" Bukannya kamu sudah mempunyai beberapa cabang toko kue , kenapa harus repot repot menenteng kue kue itu kesana kemari ?" Tanya Roni yang merasa ada yang tidak beres dengan Alma .
" Toko itu bukan milik ku lagi. " Ucap wanita itu singkat .
" Kamu menjual nya ?" Tanya Roni tak percaya.
" Dasar kamu ini , mana mungkin aku menjual toko yang aku bangun dari awal bersama alm suamiku . Aku hanya memberikan nya pada adik ipar ku . " Ucap Alma terus terang .
" Aku memberikan nya sebagai Hadiah pernikahan nya itu saja . " Ucap Alma menjelaskan .
" Kamu berbohong pasti mereka yang memaksa mu untuk memberikan nya." Ucap roni yakin jika Alma berbohong terlihat dari raut wajah wanita itu yang nampak sendu saat ia membahas toko nya .
" Jangan berfikir seperti itu , aku benar benar menghadiahkan nya . " Ucap Alma tak ingin orang lain mengetahui perlakuan buruk keluarga suaminya terhadap nya .
" Aku tak percaya , buktinya kamu sudah keluar dari rumah itu pasti mereka kan yang mengusir mu ?" Tanya Roni lagi .Lelaki itu memang pintar Alma tak bisa mengelak sama sekali ia hanya terdiam ia sama sekali tak ingin mengatakan yang sebenarnya .
" Aku tak menyangka kamu sebodoh itu , mau mau nya menyerahkan harta yang begitu banyak bahkan tempat tinggal pun rela kamu serahkan pada keluarga yang tak tau diri itu . " Ucap Roni kesal karena Alma tak mempertahankan hak nya sama sekali .
" Sudahlah ron aku tak ingin membahas masa lalu , lagi pula aku sudah lapar kenapa makanan nya belum datang juga. " Ucap Alma berusaha mengalihkan pembicaraan mereka .
" Kamu ini , sabar dulu Napa nanti juga makanan nya datang . " Ucap Roni sudah tak membahas masalah Alma lagi karena lelaki itu tau wanita itu tak ingin membahas nya .
Alma hanya diam ia menatap kue kue nya yang masih banyak , dari mana ia akan makan kalau kue kue itu masih utuh . Roni yang mengerti dengan pandangan sedih Alma pun memberikan sebuah solusi.
__ADS_1
" Aku borong saja kue mu . " Ucap Roni membuat Alma langsung menatapnya dengan sumringah .
" Beneran ?" Tanya Alma memastikan ia takut lelaki itu hanya bercanda .
" Tentu saja , Oh iya apa kamu tak berniat mencari pekerjaan yang lain .?" Tanya Roni
" Niat sih ada ron tapi mana ada orang yang mau menerima ku bekerja dengan keadaan ku yang seperti ini . " Ucap wanita itu tersenyum kecut .
" Hidup mu sangat menyedihkan, bagaimana kalau kamu kerja di toko bunga ku sebagai kasir , kamu tak perlu berdiri dan hanya mencatat transaksi keluar masuk saja. " Ucap Roni memberikan sebuah tawaran pada wanita itu .
" Aku terima tawaran kamu , lagi pula aku sedang membutuhkan uang banyak untuk makan dan berobat. " Ucap Alma jujur.
" Andai kamu dulu tak menolak lamaran ku mungkin kamu sekarang akan bahagia bersama ku. " Ucap Roni menyindir Alma .
Mendengar itu Alma sedikit merasa bersalah , memang dulu Roni pernah menyatakan perasaannya dan ingin melamarnya namun saat itu ia telah menjalani hubungan dengan suaminya ia juga tidak memiliki perasaan terhadap sahabatnya itu jadi ia hanya bisa menolak nya secara halus namun tolakan itu justru malah membuat Roni semakin menjauh
.
" Yang berlalu biarlah berlalu Ron . " Ucap Alma tersenyum .
Roni yang melihat itu hanya membuang mukanya bagaimana bisa berlalu jika hatinya saja belum berpaling dari wanita itu .
" Kalau begitu besok kamu mulai bekerja , besok aku jemput kamu di kontrakan mu ." Ucap Roni
" Gak usah jemput , biar aku datang sendiri. " Ucap Alma tak ingin merepotkan lelaki itu.
" Memangnya kamu tahu toko ku ada di mana ?" Tanya Roni pada wanita itu .
" Tak tau .." ucap Alma tersenyum.
" Dasar ya sudah besok bersiap siap lah pagi pagi sekali jangan terlambat aku gak suka karyawati yang terlambat . " Ucap Roni sok galak . Bukan nya takut Alma justru malah tertawa
" Siap bos ." Ucap Alma pada Roni , melihat itu Roni hanya tersenyum ia tak menyangka ia masih merasa bahagia saat melihat Alma tersenyum seperti itu .
__ADS_1